Home / Pemuda / Essay / Dicari Pemuda Kahfi!

Dicari Pemuda Kahfi!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Dimana dicari pemuda Kahfi..

Terasing demi kebenaran hakiki..

Dimana jiwa pasukan badar berani..

Menoreh nama mulia perkasa abadi..

 

pemuda kahfidakwatuna.com –  Pemuda Kahfi… Jauh berabad lalu sebuah kebenaran dipertahankan pemuda-pemuda perkasa, jauh di masa lampau generasi tangguh mencetak tinta emas yang dituangkan penuh kehormatan di lembaran-lembaran Qur’an. Sebuah keterasingan menjadi kunci mempertahankan prinsip, lari dari tirani, bukan karena takut, tapi karena sebuah taktik jitu yang akan berdampak pada masa-masa sesudahnya. Merekalah para Pemuda Kahfi yang tidur 309 tahun , para revolusioner yang menentang kebiadaban Dikyanus, seorang Raja yang lalim dan diktator “tulen”.

Ya! Nabi Musa terasing ketika  hijrah dari Mesir bertahun-tahun lamanya , lalu kembali lagi dengan sebuah risalah suci bagi seantero bani Israil, Nabi Ibrahim , Siti Hajar dan Ismail kecil… bukankah keterasingan yang membuntuti lembaran kehidupan penuh makna mereka ? Nabi Muhammad harus terasing di Gua Hira untuk ber-uzlah , mendamaikan diri, mencari solusi atas kerusakan ideologi manusia-manusia Quraisy.

Asing. Bukan pilihan kata yang baik, cenderung tidak enak, ter-isolasi, penuh kebosanan, tak ada teman dan lain-lain, silahkan pikirkan kalimat selanjutnya untuk mendeskripsikan kata “asing” tersebut. Namun ada esensi lain dibalik kata “Asing” ini. Rasulullah pernah bersabda :

 “Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki di kala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”. [HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani]

Bukan Cuma di hadist ini, coba simak lagi ..

“Kebahagiaan bagi orang-orang yang asing, yaitu mereka yang berpegang teguh dengan kitab Allah ketika ditinggalkan orang banyak dan mengerjakan dengan sunnah ketika sunnah itu dipadamkan orang banyak.” (Dalam riwayat lain bagi imam Ibnu Wahab)

Pemuda Kahfi adalah nama yang disematkan oleh DR Aidh Al-Qarni untuk siapa saja pemuda-pemuda muslim dalam setiap pergulatan Al-Haqq dan Al-Bathil ini yang mewakafkan dirinya dalam keterasingan menuju sebuah kemuliaan Islam. Generasi Kahfi adalah yang terasing kan… Mereka berjuang di saat sunnah sudah diabaikan, mereka masih mempunyai semangat membara ketika banyak orang melamun memikirkan sebuah kejayaan, langkahnya tepat, cepat, penuh dengan konsistensi, sekalipun ideologi mereka asing , sekalipun zaman dan peradaban saat ini menggertak mereka, namun mereka selalu ingat pesan Sang Pencerah Nabi Muhammad…  “Kebahagiaan bagi orang-orang yang asing, yaitu mereka yang berpegang teguh dengan kitab Allah ketika ditinggalkan orang banyak dan mengerjakan dengan sunnah ketika sunnah itu dipadamkan orang banyak.”..

 

KITA DAN PEMUDA KAHFI

Berbahagialah kawan, di antara kita ada yang telah bergelut dengan kecaman dari teman sendiri ketika kita mengajaknya menuju kebaikan. Berbahagialah kawan , ketika engkau berjalan menuju masjid dengan percaya diri, sementara kawan-kawanmu bersuka ria di lorong-lorong terowongan, pinggir jalan bersama pasangan-pasangan mereka. Berbahagialah kawan ketika engkau datang ke sebuah pengajian di sebuah masjid ,menggali ilmu dan pemahaman , sementara teman-temanmu melecehkan mu, dan berbaur dalam suatu tempat mendengarkan musik-musik cinta.

Ingatlah, Islam ini asing pada awalnya, dan akan kembali asing juga pada akhirnya. Asing itu tidak mudah, namun indah jika kita renungkan dengan hati kecil kita. Satu yang perlu kita ingat, jangan jadikan kata asing ini sebagai hujah untuk mengatakan “ bukan tanggung jawab saya mengajak teman saya berbuat kebaikan”. Jangan jadikan kata “ Pemuda Kahfi” untuk menjauhkan diri kita dari teman-teman kita. Karena dakwah itu dengan berbaur ,bukan berpisah. Dakwah itu eksklusif ,bukan sekedar berkumpul dengan kelompok sendiri.

Mari kita mengingat sejenak apa yang dikatakan oleh Sayyid Quthb sebagai salah satu pijakan kita dalam berjuang : “Yakhtalitu walakin yatamayyazuun”

Singkat, namun bermakna luas ! BERBAUR NAMUN BERBEDA !,  keterasingan ini cukup menjadi alasan kuat bagi kita untuk berbeda fikrah dari teman-teman kita , berbeda dari lingkungan kita.  Fikrah berpisah, berbeda… namun jasad ini tetap berbaur menuju masyarakat luas, menyebarkan dakwah yang takkan pernah mati.

Pemuda Kahfi itu adalah engkau, jika KAU MAU! , kemauan itu dilanjutkan dalam langkah nyata, ber-uzlah dalam pemikiran, namun berbaur dengan sesama , menjadi mutiara yang tetap bersinar walau lumpur mengitarinya, walau air comberan mengaliri nya, namun lama kelamaan jadilah Ikan Tawas yang menjernihkan air di sekitarnya… (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Edgar Hamas
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir | Alumni SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang | Alumni Ponpes Husnul Khotimah Kuningan

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini