Home / Berita / Nasional / Mentan Batal Wakili Indonesia Terima Penghargaan FAO

Mentan Batal Wakili Indonesia Terima Penghargaan FAO

faodakwatuna.com – Jakarta.  Keinginan Direktur Jenderal Food and Agriculture Organizations (FAO) Jose Graziano untuk berjumpa dengan Menteri Pertanian pada saat penyerahan penghargaa FAO Award di Roma, Italia ternyata tidak terwujud.

“Saya berharap dapat berjumpa Anda di sana, Dr. Suswono. Kebijakan dan program Anda adalah faktor yang sangat signifikan dalam upaya melawan kelaparan di Indonesia,” kata Direktur Jenderal FAO, Jose Graziano da Silva dalam jamuan makan malam yang diadakan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin malam (27/5).

Hal tersebut juga dikuatkan dengan pernyataan Jubir Wakil Presiden Yopi Hidayat dan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan beberapa waktu yang lalu.

“Setahu saya Menteri Pertanian berencana menghadiri pertemuan FAO tersebut,” kata Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat di Jakarta, Jumat (14/6).

Masih menurut, jika Menteri Pertanian Suswono tidak diizinkan yang diutus adalah Duta Besar Indonesia di Italia agar menerima penghargaan tersebut. “Worst case scenario (kemungkinan terburuknya) begitu,” jelas Yopie.

“Setahu saya yang ditugaskan ke sana Pak Menteri Pertanian. Karena memang bidangnya,” kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Hermawan.

Namun pemerintah akhirnya mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa untuk menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan yang diterima Indonesia merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada tahun 1985, untuk kali pertama Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO, karena dinilai berhasil menciptakan swa-sembada beras. Pada saat itu penghargaan diterima oleh Presiden Soeharto.

Penghargaan kali ini diberikan karena FAO memandang Indonesia berhasil mengentaskan kelaparan dan kemiskinan, serta mengatasi kekurangan gizi sebelum tahun 2015, salah satunya melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Sejak dua tahun lalu pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, membuat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Program ini memaksimalkan sekecil apa pun lahan pekarangan rumah untuk ditanami dengan tanaman pangan,  seperti sayur-sayuran,  buah, serta tanaman obat. (sbb/tbn/rol/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Mentan Minta Impor Beras Ilegal dari Vietnam Diusut Tuntas