Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sya’ban Bulan Evaluasi

Sya’ban Bulan Evaluasi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi (inet)
ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Rasanya baru kemarin membaca pesan singkat berisi renungan yang diforward oleh seorang sahabat. Serangkaian kata sarat makna yang sayang untuk dihapus begitu saja. Berikut ini kutipannya.

Aku berjalan melintasi Ramadhan. Lalu kusapa ia, “Hendak kemana?”. Dengan lembut ia menjawab, “Aku sedang bersiap untuk pergi.. Tolong sampaikan salam rinduku pada hamba yang mukmin. Syawal akan datang tak lama lagi, Ajaklah sabar dan syukur menemani hari-harinya. Peluk erat istiqomah saat kakinya lelah berjalan meraih taqwa. Bersandarlah pada tawadhu ketika bangga dan ujub mulai mengotori hati, Mintalah nasehat pada Al Qur’an dan Sunnah disetiap masalah yang dihadapi.

Sampaikan salam dan kasihku padanya karena ia telah menyambutku dengan penuh sukacita. Kelak akan kusambut juga ia dengan suka cita di Syurga-Nya…di pintu Ar-Rayyan. Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik akhir Ramadhan, optimal menuju Allah….”

Saat itu sedih dan terharu sekali membaca sms renungan  tersebut. Dan kini waktu mengantar kita begitu cepat. Tidak terasa sudah dua pekan  kita berada di bulan Sya’ban. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang penuh suka-cita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Sebagaimana  Rasulullah Saw dan para sahabat, yang telah menumbuhkan semangat, kerinduan dan kegembiraan  sejak jauh-jauh  hari. Dan dipertengahan Sya’ban ini mari kita sempatkan untuk mengevaluasi amalan-amalan atau ibadah yang telah kita lakukan. Setelah itu barulah kita buat program peningkatan ibadah untuk bulan Ramadhan.

Sebaiknya program  dibuat dengan melibatkan seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak kita. Karena Ramadhan disebut juga sebagai Syahrul Qur’an atau bulan Al Qur’an,  maka   hiasi Ramadhan esok dengan program  berinteraksi yang lebih banyak dengan Al Qur’an.

Selain target mengkhatamkan Al Qur’an, kita upayakan juga untuk mentadaburi ayat-ayat cinta-Nya. Proses tadabur bisa kita awali dengan membaca Qur’an terjemah dan kemudian bisa di tingkatkan dengan membaca tafsir Al Qur’an.

Selain itu warnai Ramadhan kita dengan banyak bersedekah. Misalnya membuat program atau kegiatan indahnya berbagi  dengan anak yatim atau kaum duafa. Kegiatan ini bisa di lakukan bersama grup  pengajian atau secara berkelompok dengan melibatkan anak-anak,  agar mereka terasah jiwa sosialnya sejak dini.

Ramadhan juga dapat kita jadikan momentum untuk membatasi berinteraksi dengan gadget yang biasanya selalu berada dalam genggaman setiap anggota keluarga. Walaupun rasanya sulit untuk dipraktekkan, namun tidak ada salahnya untuk dicoba. Sudah saatnya kita juga mengevaluasi aktivitas kita selama berinteraksi dengan dunia maya. Karena pada dasarnya sebuah teknologi dibuat untuk memberi manfaat pada manusia. Jangan sampai kehadirannya justru menjauhkan hubungan antara sesama anggota keluarga. Beri pemahaman pada anak-anak kita yang selama ini banyak menghabiskan waktu di dunia maya untuk lebih intens berinteraksi dengan Al Qur’an.

Teknologi memang dibuat  untuk memudahkan hidup manusia. Tetapi harus diingat bahwa nilai-nilai agamalah yang akan menyelamatkan hidup kita. Dan setiap aktivitas kita di dunia maya tidak dipertanggung jawabkan di akhirat maya, melainkan tetap di akhirat yang sesungguhnya.

Setelah kita mengevaluasi dan membuat program Ramadhan, jangan lupa untuk tetap memperbanyak doa  sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw kepada para sahabat “ Allahumma baariklana fii rajaba wa sya’ban wa balighnaa ramadhaan”

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan”

Demikianlah, semoga Allah Swt mempertemukan kita dengan Ramadhan yang akan hadir tak lama lagi.  Memberi kita kemudahan dan kekuatan agar dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Mengisinya dengan sungguh-sungguh, berusaha  meraih keberkahan sebanyak-banyaknya serta berharap agar Allah Swt ridho pada amal ibadah kita. Dan semoga Allah Swt berkenan menyisakan ruang di syurga Ar-Rayyan untuk kita semua. Aamiin Ya Robbal Alamin***

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurhaida Alting
Seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar menulis. Saat ini tergabung dalam komunitas Gerakan Kepulauan Riau Gemar Menulis. Alhamdulillah beberapa artikel opini dimuat di harian lokal Haluan Kepri dan beberapa cerpen pernah dimuat di Tanjung Pinang Pos.

Lihat Juga

Ilustrasi. (deviantart.net)

Ironi di Bulan Suci

Organization