Home / Pemuda / Essay / Nikah, Siapa Takut?

Nikah, Siapa Takut?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Nikah1dakwatuna.com Nikah merupakan aturan hidup yang sangat bersifat manusiawi, loh kok manusiawi??? Iya, karena dengan nikah manusia tercukupi segala kebutuhannya terutama biologisnya. Kalau berbicara nikah kayaknya gak cukup saya menulis satu halaman, coba kita perhatikan universitas mana yang ada fakultas khusus membahas nikah, saya kira dari kutub utara sampai kutub selatan tidak ada fakultas yang membahas khusus nikah dalam satu fakultas/jurusan. Kalau kita rasakan atau bertanya kepada nenek moyang kita dulu yang sudah lama menjalin hubungan nikah, mereka selalu bilang dalam nikah selalu ada ilmu baru setiap harinya. So, tidak cukup pelajaran nikah dikemas dalam satu SKS misalkan atau satu fakultas khusus. Begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengalami  nikah, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi ada saja pelajaran yang baru yang bisa diambil.

Sahabatku, jangan takut untuk nikah !!!

Hari demi hari selama kita ada dalam jenjang pernikahan selalu ada saja manfaat dan ilmu baru dalam kehidupan kita.  Sekedar berbagi pengalaman buat anda semua khususnya bagi kaum muda yang belum menikah dan kaum tua yang telat menikah, boleh dikatakan saya menikah baru seumur jagung tapi bukan berarti sedikit pula manfaatnya buat saya. Bersyukur saya sangat bahagia sekali hidup dengan tulang rusuk (istri,red) saya karena hal baru yang bisa saya raih. Mau tau sahabatku tentang itu???

Nikah full option pahala, bisa ya nikah jadi pahala? Bisa banget, karena nikah merupakan aturan Islam yang sangat dianjurkan. Liat saja lebih dari satu ayat al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk nikah, belum lagi Rasulullah begitu banyak hadist beliau yang memotivasi umatnya untuk nikah, bahkan dalam sebuah hadist beliau berkata barang siapa yang tidak mencintai sunnahku (nikah,red) maka bukan dari golonganku. Makanya jangan salah niat, ketika kita bismillah memutuskan untuk nikah pasang niat bahwa kita nikah karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah.

Full option rizki barokah melalui nikah. Poin ini banyak dijadikan momok bagi mereka yang ketakutan untuk segera nikah. Dengan alasan belum punya kerjaan dan penghasilan, akhirnya mereka menunda nikah. Padahal kalau kita yakin dengan rizki Allah, pasti kita selalu ada jalan keluarnya.  Logikanya begini ketika kita single, Allah memberi rizki kita hanya satu, tapi ketika kita nikah berarti rizki kita dua, satu buat suami satu buat istri. tambah lagi kalau punya anak satu jadi tiga rizki keluarga, kalau anaknya dua jadi empat rizkinya dan seterusnya.  Dalam al-Qur’an sendiri Allah menjamin rizki binatang melata apalagi manusia “dan tidak ada dari binatang melata kecuali Allah mencukupi rizkinya”. Apalagi dalam ayat lain Alalh berjanjikan kaya orang miskin yang mau nikah. Realitanya, berapa banyak milyarder yang di mulai karirnya semenjak masuk jenjang pernikahan. Betapa jarang mereka yang kaya jadi milyalder tapi masih single alias jomblo. Nyook,.. kita nikah biar kaya raya??? 

Dengan nikah, kita akan lebih tenang menghadapi hidup ini. Ketika kita sibuk kerja atau sibuk kuliah penat dengan keadaan di luar ketika masuk rumah pikiran itu rontok seketika. Melihat rumah dan seisinya, melihat senyuman istri, melihat hidangan istri yang disajikan, melihat keadaan rumah yang rapi bersih (biasanya kan kalau bujangan sukanya berantakan). Kalau boleh bilang “WOW” satu kata ketika kita membuka pintu rumah selepas kita aktifitas. Belum lagi, ketika akan berangkat aktifitas di pagi hari, saya dilepas dengan senyuman, do’a istri dan juga hidangan sarapan paginya. Itu semuanya membuat hati saya tenang dalam menghadapi hidup ini.

Nikah meningkatkan daya kedewasaan kita. Okelah ketika kita single kita selalu berpikiran urusan gue untuk gue dan oleh gue semua urusan “gue banget”  tetapi setelah masuk jenjang pernikahan saya lebih dituntut berpikir jangka panjang dan menyeluruh, saya dituntut untuk berpikir  ini untuk saya dan kamu istriku dan kamu anak-anakku.  Bahkan kita lebih memikirkan anak-anak dan istri dibandingkan diri sendiri. Belum lagi ketika ada cekcok, salah paham, perselesihan lainnya saya harus menyelesaikan dengan sendiri, bila terkadang kalau lagi marahan dengan istri jangankan mertua kayaknya rumput dihalaman rumah pun tidak tau bahwa saya dengan istri lagi berselisih karenanya kami langsung selesaikan dengan sikap kedewasaaan , tidak butuh orangtua, mertua ataupun teman ketika cekcok kita. Gentle bukan???

Lebih irit paska nikah. Dulu sebelum nikah saya termasuk orang yang paling tidak bisa menabung, kalau lagi banyak duit saya langsung pakai buat jajan, beli buku atau jalan-jalan. Paska nikah ini ketika saya mau pakai duit, saya selalu berpikir panjang “makan apa ya nanti saya di rumah?”, lebih memilih ditabung daripada dihambur-hamburkan sendiri untuk persiapan akhir bulan dan persiapan persalinan ketika istri lahir. So, saya jadi lebih menahan menghambur-hamburkan duit untuk kemaslahatan masa depan saya dan keluarga. Orang nikah berpikiran panjang mas bro!!

Tiga poin ini diantaranya dari ribuan bahkan jutaan poin manfaat daripada nikah. Saya sarankan bagi anda sahabatku, yang sudah berkeinginan untuk menikah nunggu apalagi, segerakanlah!!! Selama tenaga masih energik, kuat dan sehat, punya kemampuan untuk memberi maisyah (mencari nafkah). Jangan sekali-kali berpikir untuk menunda nikah. Nenek saya dulu bilang, kalau kamu belum nikah berarti  belum merasakan syurga dunia. Ingat, kiamat sudah dekat!!!

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

pokemon-go

Pokemon Go Dicari, Cari Pahala Pikir Dua Kali?