Home / Berita / Opini / Kader PKS yang Introvert di dunia Extrovert

Kader PKS yang Introvert di dunia Extrovert

[email protected]

sosmed_02dakwatuna.com Dunia kita sekarang ini adalah dunia extrovert. Itu kenyataan yang tidak bisa dihindari. Kalau dulu sebaran informasi membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk sampai ke pemirsa. Sekarang hanya perlu hitungan menit, detik saja untuk tersebar. Berkat yang namanya internet ini, Facebook, Twitter, Blog.

Dan sebagian (besar) Kader PKS adalah introvert yang hidup dalam kepungan dunia extrovert. Selanjutnya, mereka juga sudah diperintah langsung untuk menjadi extrovert itu. Meski bagi mereka “bekerjalah maka Allah, Rasul, dan orang-orang Mukmin akan melihat..” Attaubah:105, Itu saja! Meski mereka terbiasa bekerja dalam diam! Tapi bagaimanapun sisi kehidupan introvert itu, ada sisi ekstrovert yang juga harus diisi tanpa meninggalkan pekerjaan keren di dunia introvert tadi. Bagaimanapun caranya dan bagaimanapun nanti perjalanan motifnya. Karena seperti sabda Rasul “jadilah kamu di kalangan manusia seperti tahi lalat”.

Tapi menjadi extrovert ala kader PKS ini tidaklah boleh sama dengan gaya para ‘alay’. Mereka mesti memiliki sendiri warna extrovertnya. Karena justru dunia extrovert inilah yang menolong PKS dari ketidakadilan media. Karena justru dunia kita yang semakin extrovert inilah yang menjadi senjata murah PKS untuk melawan fitnah, ketidakadilan, konspirasi yang sangat bisa dirasakan tapi sulit dibuktikan itu.

Dan karena PKS lah, yang memiliki jumlah kader yang Real itu, maka dia lah yang bisa mengkapitalisasi isu menjadi kekuatan tersendiri, di dunia extrovert ini.

Tapi bagaimana sebenarnya menjadi extrovert yang baik dan benar itu!? Atau bagaimana kita bisa tetap hidup sebagai introvert di dunia extrovert ini?!

Atau yang paling penting adalah, bagaimana kita menjaga keikhlasan. Sedang apa yang kita lakukan ini, apa yang kita bicarakan, kebaikan-kebaikan ini mesti kita lemparkan ke dunia extrovert!?

Tiba-tiba sejarah melaju lebih cepat belakangan ini, bagi PKS dan para kadernya. Dan ini menuntut para kader untuk juga melakukan akselerasi. Ini bukan lagi sebagai pilihan, tapi sudah jadi paksaan. Kalau tidak maka terlindas.

Masa-masa bagi kader PKS dianggap anak ‘Baik’, anak ‘Lugu’ sudah berakhir.

Di ILC ‘PKS Melawan’ Fahri Hamzah bertutur “kami merasa bahwa partai ini memang partai anak-anak muda, dan memang ada tradisi kesantunan yang kadang-kadang, bagi saya itu berlebihan, di teman-teman PKS itu. Sehingga pernah kita membuat evaluasi, ini pak Mahfudz yang memimpin rapatnya. Dalam banyak kasus, teman-teman PKS misalnya ditinggal, atau ditipu, atau kadang-kadang ditindas begitu. Itu justru karena dianggap kesantunannya itu berlebihan”.

“Nah memang muncul orang yang kira-kira kayak sayalah, yang dianggap kok karakternya itu gak PKS banget. Tetapi saya terus-terang merasa bahwa di partai saya ini, pikiran saya dilindungi, karakter saya dilindungi, apa yang saya pikirkan kalau saya benar, ya saya boleh mengatakan sebebas-bebasnya. Dan saya boleh memperjuangkan pikiran saya itu secara luas dan terbuka” lanjut Fahri Hamzah

Jadi alasan-alasan mengenai mengapa kader PKS ini mesti bisa menjadi pemeran utama di dunia extrovert sudah banyak dibahas.

Kader-kader PKS yang introvert pun kemudian bisa berperan extrovert di dunia ini. Tanpa harus merasa kehilangan jati diri. Karena ini adalah kerja Dakwah. Dan bagaimanapun dakwah menginginimu menjadi apa!? Mereka selalu siap.

Sehingga, akselerasi sejarah ini, yang menyeret kader PKS mesti berperan utama di dunia Extrovert. Menuntut mereka juga mengakselerasi pengetahuannya, logikanya, kecerdasannya. Pergaulannya. Kader PKS dituntut akrab dengan statistik, angka-angka, pelajaran sejarah, dan seterusnya. Sebagai modal melakoni peran utama akselerasi sejarah ini.

Di dunia extrovert kita diajak oleh sejarah untuk belajar banyak bahasa-bahasa sejarah yang berkembang di antara para kaum, yang akan kita ajak bersama di kafilah dakwah ini, seperti ujar Surat Ibrahim Ayat 4 itu.

Kader PKS di dunia extrovert adalah mereka yang senang menganalisa dengan mendalam, teliti, dan dengan ketenangan hati, jiwa setiap permasalahan, isyu dan festivalisasi media. Adalah mereka yang mempelajari secara cukup paripurna persoalan-persoalan bangsa, kejadian-kejadian politik, ekonomi, peristiwa budaya dan seterusnya. Apapun dasar keilmuan sang kader. Karena ini adalah modal bagi ia tampil di dunia extrovert.

Karena kalau tidak, alih-alih menjadi pemeran utama di panggung akselerasi sejarah ini, malah kita yang akan tergilas roda zaman, karena terlalu gagap melihat festivalisasi megah di layar televisi, di media-media online yang sangat ringkih kebenaran.

“Saya sudah memulai, dan insya Allah Antum semua juga akan berjalan bersama sama dengan kita insya Allah membawa kafilah perubahan yang hakiki di negeri ini” ujar sang Presiden, Anis Matta, di pidato teramat awalnya pada garis start akselerasi sejarah ini.

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bela Ahok, Berikut Pernyataan Lengkap Nusron Wahid yang Mengkritik Keputusan MUI