Home / Berita / Daerah / Picu Konflik, Pemkab Mukomuko Tolak Bagikan BLSM

Picu Konflik, Pemkab Mukomuko Tolak Bagikan BLSM

Bupati Mukomuko,  Ichwan Yunus saat panen raya padi tadah hujan di Kecamatan Ipuh (inet)
Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus saat panen raya padi tadah hujan di Kecamatan Ipuh (inet)

dakwatuna.com – Mukomuko. Sejak beberapa tahun lalu Kabupaten Mukomuko menolak beras miskin (raskin).  Sejauh ini tidak ada rakyatnya yang protes apalagi mendesak Pemda menerima bantuan tersebut.

Kali ini rencana pemerintah pusat akan memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) Se Indonesia tak terkecuali untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Mukomuko.

Pemda Mukomuko masih mempertimbangkan apakah akan menerima atau ditolak mengenai BLSM tersebut. “Kita lihat dulu.  Untuk saat ini BLSM yang diprogram kan pemerintah pusat itu kita tolak,” tegas Bupati Mukomuko, Drs H Ichwan Yunus CPA MM usai melantik Kades, kemarin siang (18/6).

Rencana penolakan itu lanjut Ichwan, karena pihaknya tidak ingin timbul persoalan baru pasca BLSM. Untuk itu lebih baik masyarakat yang tidak mampu atau miskin itu diberikan modal untuk  membuka usaha dan lapangan kerja baru. Sehingga masyarakat bisa mandiri dan berusaha.

“BLSM itu bakal menimbulkan konflik. Inilah salah satu di antaranya dasar pihaknya bakal menolak BLSM,”bebernya.

Kendati demikian lanjut Ichwan rencana penolakan itu belum final dan akan dikaji serta ditelaah lebih jauh. “Jika memang nantinya masyarakat miskin banyak membutuhkan tidak menutup kemungkinan BLSM bakal diterima dan sebaliknya. Intinya  saat ini rencana pemberian BLSM itu kita tolak,” demikian Ichwan. (dkw/be)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Anak-anak yang kehilangan hak-haknya di Suriah. (aljazeera)

Karena Perang, Kecil-kecil Mereka Sudah Menikah