Home / Berita / Opini / Pilih Jokowi atau PKS?

Pilih Jokowi atau PKS?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

jokowi pksdakwatuna.com  Galau. Lagi-lagi galau. Kenapa galau? karena harus memilih antara Jokowi dan PKS. Jokowi memang membuat kepincut banyak orang termasuk saya. Gaya blusukan dan ndeso membuat ia semakin merakyat. Gaya bicara yang apa adanya juga fenomenal. Kadang menarik kadang kurang pertimbangan matang. Ia bak artis saat ini. Kemana-mana pasti menjadi berita. Gaya rambut pun jadi topik berita. Masuk lubang saluran air, naik ke atas pondasi bangunan, melihat bangungan rubuh saja terekspos oleh media. Seolah-olah media  menjadi teman akrab Jokowi.

PKS oh PKS. Sayang sekali dia sedang terkena prahara nan panjang.  Badai-badai sepertinya lebih suka menyapa PKS daripada elite politik dari partai lain. Entah apa yang bagus dari pemberitaan itu karena PKS bukan apa-apa dibanding partai besar lainnya. Tapi saya juga kepincut. Kader-kadernya sudah sering blusukan, menyapa dan memberi bantuan terhadap masyarakat dimanapun PKS berada. Bakti sosial, tazkiyah bagi tetangga yang berduka, dan lain-lain. Saya tidak mampu menyebutkan program-program apa saja yang dilakukan PKS saking bejubel-nya. Tidak sekadar itu, pembinaan masyarakat dan pengajian juga lebih sering diadakan oleh PKS. Ia (tampaknya) tidak hanya membenahi ekonomi dan kesulitan masyarakat, tapi juga mengobati sumber kegalauan dan masalah itu. Ya… hati, agama dan kebahagiaan sejati.

Pilih Jokowi atau PKS? saya masih bingung. Jokowi memang figur yang bagus terlebih buat kota Jakarta yang semrawut. Tapi sayang seribu sayang, kok saya melihat ia ‘akan berpindah’ ke lain hati. Kalau orang sudah cinta itu dibilang, (maaf) berkhianat. Dia belum tuntas menunaikan amanah dan kepercayaan masyarakat DKI Jakarta menjadi Jakarta Baru. Tapi sudah banyak isu akan menjadi calon presiden atau wakilnya. Saya mau berpesan ke Pak Jokowi, janganlah mengumbar jabatan belaka. Pentingkanlah kesejahteraan masyarakat dan pembenahan Jakarta. Kartu Jakarta Sehat belum beres. Kartu Jakarta Pintar baru berjalan. Belum lagi, kasus-kasus rumah susun yang masih belum selesai. Pedagang Kaki Lima juga menunggu langkah Jokowi terkait usaha mereka di Jakarta. Soalnya banyak penggusuran di beberapa pasar dan pembersihan stasiun KA di jakarta.

PKS memang layak didukung sebagai partai. Walau tokohnya belum ada yang terlihat bakal maju memenuhi bursa calon presiden dan wakil pada pemilu 2014. Tapi partainya tetap memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Walau media membadai, PKS tetap membersamai masyarakat dengan aksi-aksi sosial dan simpatiknya. Jokowi memang diusung oleh PDIP tetapi terlihat bekerja sendiri. Sedangkan PKS kemana-mana selalu terlihat kebersamaan dan persaudaraannya. Sungguh indah jika pemimpin-pemimpin negeri ini saling bekerja sama membangun bangsa. Pasti ga ada yang riweh seperti sidang DPR yang kadang ricuh.

Pilih Jokowi atau PKS? ini akan selalu menjadi pertanyaan hingga pemilu 2014.

Apakah benar Jokowi akan meninggalkan amanah gubernur DKI yang belum lama dan berbekas ini demi kursi presiden atau wakilnya? Atau PKS punya calon presiden atau wakil yang juga memberi harapan bagi Indonesia yang bermoral dan sejahtera. (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 8,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pencari Kebenaran
  • erwien

    Ataukah seperti pemilu 2009 setelah simpatisan mempercayakan suaranya pada PKS ternyata PKS mengusung Budiono dan sby….? yg sekarang budiono di hujat habis oleh para kader PKS dan SBY selalu di olok2 oleh para penurus PKS

  • Karang Pule Asri

    lebih baik saya pilih orang yg kerja untuk rakyatnya nyata…..mungkin wajar jokowi diekspose karena hasilnya sedikit demi sedikit kelihatan….

  • kita sudah apriori dulu kepada Jokowi. Seandainya dia tidak ada gerakan nyata bolehlah, kita tegur, kita klarifikasi, bahkan kita hujat sekalipun. Kalau saya nilai, beliau sudah kerja siang malam untuk kebaikan DKI. Belum ada gubernur DKI seperti dia. Sudahlah walaupun calon gebernur yang lain, yg mungkin pernah Anda usung, mungkin tidak pernah pernah selincah Jokowi. Soal hasil itu mutlak jadi haknya Allah. Manusia hanya bisa berusaha dengan sungguh2. Dan Jokowi sudah lakukan itu. Kita kan paham DKI sudah amburadul sejak lama. Apa mungkin bisa dilakukan dengan sekejap? SABAR YA, katanya kita orang Islam?

  • indarto

    dengan majunya Jokowi ke capres, ruang geraknya akan lebih leluasa bila menjadi presiden dan pembenahan di berbagai sektor bisa lebih terpadu, ide-ide pembenahan akan turut serta bersamaan dengan blusukannya yang tentu akan menjiwai karekter khasnya ini.

  • Ibnu Padma

    Kebanyakan orang menilai Jokowi meninggakan kota solo, padahal pak Jokowi sudah menjabat 2 Periode, periode ke 2 itu pak Jokowi menang telak Hampir diatas 90 %, dan Rakyat solo dengan legowo memberikan Jokowi Untuk Jakarta, tetapi orang kota yang lebih pintar dari orang-orang solo mungkin….ko bisa dibilang Jokowi khianat…. katanya orang beriman dan percaya akan hal nya TAKDIR, jika pak Jokowi di calonkan sudah takdir dari Allah… dan saya kira Pak Jokowi akan membela Rakyat, karena beliau memang dari rakyat miskin tadinya. kehidupan pak Jokowi semasa kecil prihatin… Apakah Capres lain pernah hidup sederhana ??? sudah saat nya dari rakyat yang sederhana menjadi Pemimpin Negara ini …. Semoga Pak Jokowi membawa berkah buat Indonesia.

  • neno

    andaikan pks menang , aher siap jadi presiden :D. dan akan selalu amanah menjalankan tugasnya

Lihat Juga

Surat Kabar Amerika Shock Berat dengan Kemenangan Trump