Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Sampaikan Belasungkawa Dan Tuntut Seret Pelaku Penyiksaan Sa’di

Hamas Sampaikan Belasungkawa Dan Tuntut Seret Pelaku Penyiksaan Sa’di

syahid Haji Sa’di Sakhil
syahid Haji Sa’di Sakhil

dakwatuna.com – Nablus.  Hamas menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya syahid Haji Sa’di Sakhil (Abu Thariq) dari kota Nablus yang gugur pada Sabtu (15/6) di dalam penjara Junaid, Nablus, setelah kondisi kesehatannya memburuk, beberapa saat usai serbuan aparat intelijen ke tempat kerjanya dan menembakkan senjata ke udara, sebelum menangkap Haji Sa’di dan putranya, dan membawa keduanya ke penjara Junaid.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Hamas menegaskan bahwa pembunuhan terhadap Sa’di Sakhil adalah kejahatan nasional yang melanggar norma dan HAM, pelakunya harus diseret ke pengadilan. Tindakan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap semua kesepakatan rekonsiliasi, dan bukti baru pelanggaran yang menimpa rakyat Palestina oleh pihak aparat keamanan di sejumlah distrik Tepi Barat.

Hamas menyatakan, syahid Sa’di adalah ayah dari keluarga mujahid yang memiliki sejarah panjang perjuangan melawan penjajah Zionis. Beliau merupakan bapak dari tawanan Mushtafa Sakhil yang mendekam di penjara Zionis dan divonis 11 tahun penjara. Juga ayah dari eks tawanan yang dideportasi ke Gaza, Nael Sakhil, serta ayah dari eks tawanan Raed Sakhil. Mayoritas anak-anaknya pernah ditawan dan dipanggil interogasi oleh aparat keamanan Otoritas di Nablus. (qm)

Hamas menyerukan kepada segenap elemen Palestina untuk berpartisipasi mengantarkan jenazah Haji Sa’di, sebagai tanda setia kepada perjuangan dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan, yang telah mempersembahkan harta dan jiwa untuk meninggikan agama. (qm)

Sementara itu, Komite Keluarga Tawanan Politik di Tepi Barat menegaskan, Haji Sa’di sakhil meninggal pada Sabtu (15/6) siang di kantor aparat intelijen di penjara Junaid Nablus, beberapa saat setelah ia dan anaknya ditangkap dari tempat kerjanya di Rafidia.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, aparat intelijen dalam jumlah besar menyerbu kantor Haji Sa’di dan putranya sejak jam 11 siang di Rafidia dan kemudian menangkap keduanya.

Aparat intelijen menyerbu tempat kerja keduanya dan meminta izin menangkap putranya, namun ia menolak, aparat kemudian menembakkan senjata ke udara sebelum memasukkan keduanya ke salah satu mobil dan membawa mereka ke kantor intelijen di penjara Junaid.

Komite menegaskan, aparat menyiksa Haji Sa’di yang menyebabkannya meninggal dalam waktu singkat, aparat kemudian membawa jenazahnya ke rumah sakit dan kemudian mengabarkan kematiannya.

Komite menegaskan, Haji Sa’di meninggal setelah ditangkap dan disiksa. Tindakan ini merupakan kejahatan nasional dan kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan, aparat yang bersangkutan harus diseret dan diminta pertanggungjawaban. (qm)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta

Organization