Home / Berita / Opini / BLSM: Rp 150.000/Bulan, Dapat Apa?

BLSM: Rp 150.000/Bulan, Dapat Apa?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

BLSM (1)dakwatuna.com – Sebagai wong cilik, aku sering bertanya-tanya, benar tidak sih pak Presiden SBY yang Terhormat mau menaikkan harga BBM? Atau itu hanya isu untuk pengalihan isu kasus century, kasus Hambalang, kasus sapi dan kasus lainnya yang tidak kunjung tertuntaskan? Aku yakin pemerintah tahu konsekuensinya jika memang jadi menaikkan harga BBM. Apakah pemerintah sengaja membodohi kami yang sudah miskin? Atau sengaja mengorbankan kami wong cilik yang katanya menyelamatkan perekonomian nasional.

Kami sebagai wong cilik tidak mudeng dengan perekonomian nasional, yang kami tahu kalian para elite politik dan pemerintahan banyak yang korupsi. Karena berita itulah yang selalu kami jadikan sarapan setiap hari. Kalau alasan nya untuk menyelamatkan APBN, kenapa harus kami yang dikorbankan? Bukannya itu tanggungjawab kalian (pemerintah)? Sudahlah jangan terus-terusan membodohi rakyat miskin, kami sudah susah, malah mau ditambah susah.

Kalau tidak salah, dalam masyarakat itu ada lapisan atas, lapisan menengah ke atas, lapisan menengah ke bawah, dan lapisan bawah. Masyarakat atas adalah masyarakat yang kaya banget, mau beli apa saja bisa, kalau perlu pulau pun dibeli. Masyarakat menengah ke atas itu adalah masyarakat yang kaya tapi tidak banget, sudah punya beberapa mobil, tapi tidak bisa beli pulau. Masyarakat menengah ke bawah itu adalah masyarakat yang kaya tidak miskin juga tidak, sewaktu-waktu bisa jadi kaya, tapi bisa juga jadi miskin. Kalau masyarakat bawah itu adalah masyarakat miskin, sering juga disebut rakyat  miskin, terbagi jadi tiga: miskin, sedang, dan sangat miskin. Jujur kalau ditanya ini teorinya siapa, aku bingung jawabnya, soalnya itu teori ngawur ku, maklum wong cilik.

Nah, kembali ke rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Kalau untuk rakyat kaya aku pikir tidak jadi masalah, beli bahan bakar masih mampu, kalaupun berdampak pada harga barang juga tidak masalah, lha wong beli pulau saja bisa. Untuk rakyat menengah ke atas juga tidak masalah. Kalau untuk rakyat yang menengah keb awah yang jadi masalah. Gaji mereka tidak naik, tapi harga barang menanjak naik, mereka juga tidak bakal dapat BLSM. Akhirnya mereka terancam turun kelas, menjadi lapisan bawah alias miskin. Jadi nambah banyak deh jumlah rakyat miskin nya.

Yang terparah adalah untuk rakyat lapisan bawah atau rakyat miskin yang terbagi tiga itu. Kalau yang miskin masih ada harapan dapat BLSM, tapi kalau yang sangat miskin itu pa tidak terancam punah, mati kelaparan. Seorang temanku bertanya kenapa tidak di bom sekalian kalau tujuannya mengurangi rakyat miskin? Tapi kami rakyat miskin patut untuk bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini pak Presiden SBY yang terhormat. Dengan naiknya harga BBM maka kami akan mendapatkan kompensasi nya berupa BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) dan diberi secara cuma-cuma.

Tapi menurut data BPS jumlah kami rakyat miskin ada sekitar 29 juta rakyat miskin, sedangkan BLSM hanya untuk 15,5 juta saja. Terus yang 13,5 juta lagi mau diapakan, kami akan hidup semakin miskin karena semua harga akan naik, semoga kami tidak sampai kelaparan. Semoga harga beras dan garam tidak ikut naik, biarlah kami cukup makan nasi campur garam saja.

Kabarnya besok setelah harga BBM naik kami mau diberi BLSM, lumayan Rp 150.000/bulan. Kabarnya BLSM diberikan selama 4 bulan. Lumayan lah, perlu disyukuri dan berterimakasih kepada yang membagikan. Hanya yang masih kami bingungkan uang Rp 150.000 itu mau dibelanjakan untuk apa. Padahal untuk ongkos ojek kami sampai kantor pos pulang-pergi saja sudah habis Rp 50.000. belum untuk beli minum kalau nantinya kehausan karena lama mengantri sekitar Rp 5.000, berarti masih sisa Rp 95.000.

Lumayan masih ada sisa Rp 95.000, untuk menebus beras raskin sebanyak 15 kg sebesar Rp 24.000, masih ada sisa Rp 71.000, untuk belanja keperluan dapur untuk sebulan Rp 35.000, masih sisa Rp 36.000. Owhh ya, sebentar lagi kan puasa dan lebaran, biasanya butuh makanan tambahan untuk konsumsi saat berbuka. Belum lagi kalau lebaran, pingin beli baju baru, kira-kira Rp 36.000 itu cukup nggak ya?

Kalau BBM jadi naik yang kasihan juga rakyat Mahasiswa, Mie instan jadi naik, nasi kucing jadi naik, es teh jadi naik, rokok jadi naik, biaya pacaran juga jadi naik, ongkos parkir jadi naik, harga gorengan jadi naik, semuanya naik,  yang tidak naik jumlah kiriman, dan yang turun malah IPK-nya, mereka juga tidak dapat BLSM, maka nya mereka getol demo walaupun harus berpanas-panasan bahkan ada yang sampai bentrok. Maka kami rakyat miskin juga berterimakasih kepada para mahasiswa, semoga demo kalian didengar, dan pemerintah mengurungkan niatnya untuk menaikkan harga BBM.

Kembali lagi ke BLSM, kira-kira uang Rp 150.000 dapat apa ya? Kalau sudah menyadari cuma dapat beras sama garam, berarti kita rakyat miskin tidak harus berharap banyak dari BLSM, iya kalau dapat kalau tidak. Kerja saja lah, mencari rezki yang halal dari keringat sendiri meskipun sedikit. (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Wahyu Hidayanto
Wong Cilik, Rakyat Jelata yang Rindu Terwujudnya Keadilan

Lihat Juga

BBM Turun

Tanpa Pungutan Dana Ketahanan Energi, Harga BBM Baru Jauh Lebih Murah