Home / Berita / Perjalanan / Kampung Batik Laweyan, Berburu Batik Di Sentra Pembuatan Batik, Kota Solo

Kampung Batik Laweyan, Berburu Batik Di Sentra Pembuatan Batik, Kota Solo

Jln. Sidoluhur, Lawiyan, Surakarta (inet)
Jln. Sidoluhur, Lawiyan, Surakarta (inet)

dakwatuna.com Ada sesuatu yang kurang kalau Anda datang ke Solo tetapi tidak mengunjungi tempat ini. Kampung Batik Laweyan. Benar. Kota Solo akan selalu identik dengan batik. Jadi, mengunjungi kampung batik dengan hampir semua warganya yang berprofesi sebagai ‘juragan batik’ tentu harus disempatkan. Kalau tidak, mungkin Anda tidak akan benar-benar tahu bagaimana atmosfer kampung batik yang sesungguhnya.

Kampung Batik Laweyan ini telah menjadi destinasi wisata produk batik sejak lama sehingga gaungnya pun telah sampai ke mancanegara. Maka tidak heran bila saat Anda berkunjung ke tempat ini, banyak dijumpai turis yang berbelanja, menyaksikan proses pembuatan batik mulai dari penggambaran di sebuah kain hingga pengeringan, atau bahkan belajar bagaimana cara membatik dari warga yang memang berprofesi sebagai pembatik.

Jenis batik yang tersedia di Kampung Batik Laweyan ini memang sangat beragam. Yang pertama tentu saja jenis bahan yang digunakan untuk membuat batik, mulai dari bahan katun hingga sutera. Motifnya pun bervariasi dan dinamis karena selalu mengikutri tren yang sedang berkembang di masyarakat dengan warna beragam dan dijamin batik yang ada di sini tidak pasaran. Motifnya dapat mencapai ratusan jenis. Bukan hanya itu, mereka juga menyediakan batik tulis berkualitas tinggi dan juga batik cap dengan harga yang lebih bersahabat. Jadi, janganlah heran bila saat Anda mengunjungi beberapa gerai atau showroom batik yang ada di Laweyan, mata Anda akan dimanjakan dengan banyaknya produk batik yang sangat cantik dan elegan.

Ada motif batik yang menjadi andalan dan merupakan produk batik khas Laweyan, yaitu motif Tirto Tejo dan Truntum. Harganya bisa sangat mahal karena merupakan batik yang dibuat secara handmade dengan kain dan tekstur sangat halus. Batik jenis ini digunakan untuk keperluan tertentu. Motif Tirto Tejo ini seperti lurik-lurik dan terkadang dibuat secara Limited Edition untuk satu warna. Jadi, bagi penggemar batik, motif ini menjadi incaran walaupun harganya tergolong mahal.

Sedangkan motif batik Truntum ini dipopulerkan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) sebagai simbol akan cinta yang bersemi kembali, abadi, dan tanpa syarat. Karena maknanya yang begitu mendalam, maka motif batik Truntum ini sering dikenakan oleh orang tua pengantin disaat hari pernikahan putra-putrinya. Hal ini dimaksudkan agar rasa cinta diantara kedua mempelai selalu ada dan tumbuh bersemi saat mereka memasuki gerbang rumah tangga baru.

Setelah tahu jenis batik dan juga apa itu Kampung Batik Laweyan, kini saatnya untuk mencari cara bagaimana agar dapat kesana untuk memborong atau bahkan mungkin belajar bagaimana cara membatik yang benar dengan menggunakan canting dan lilin. Kampung Batik Laweyan berada di Desa Lawiyan Kecamatan Lawiyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Alat transportasi yang dapat Anda gunakan untuk dapat sampai kesana misalnya bus kota, becak, dan taksi. Perlu waktu sekitar 20 – 30 menit perjalanan dari kota Solo. Anda juga dapat menggunakan kendaraan pribadi, baik motor ataupun mobil untuk dapat sampai ke Kampung Batik Laweyan. Akses jalannya pun cukup mendukung dengan papan penunjuk jalan yang dapat memudahkan Anda untuk dapat sampai disana.

Saat Anda masuk ke kawasan Kampung Batik Laweyan, ada satu tempat yang menjadi ikon tempat ini berupa Langgar Merdeka (mushola) yang sekarang berganti nama menjadi Langgar Ikhlas. Mushola ini masih digunakan hingga sekarang dan seringkali dijadikan sebagai acuan atau penunjuk arah untuk masuk ke Kampung Batik Laweyan bagi para pengunjung yang ingin menyusuri lorong-lorong dengan gaya arsitektur campuran Eropa – Islam – Jawa Kuno.

Sangat disarankan bagi Anda yang ingin tahu detail tentang bagaimana cara membatik di Kampung Laweyan untuk datang pagi-pagi sehingga dapat menyaksikan proses pembuatan pola, pewarnaan, pencelupan dan juga proses pengeringan batik. Hal ini karena para warga yang berprofesi sebagai pembatik telah memulai aktifitas mereka mulai dari pagi hingga tengah hari.

Untuk dapat berkunjung ke Kampung Batik Laweyan Solo ini, Anda tidak dikenakan biaya apapun. Jadi, Anda hanya perlu menyiapkan waktu dan uang yang cukup untuk menyaksikan bagaimana para warga membatik dan juga memborong batik yang banyak di-display’ di showroom atau gerai toko mereka. Jika Anda datang pagi-pagi, Anda dapat beruntung menyaksikan bagaimana mereka memulai aktifitas saat melukis pola atau motif di atas kain putih yang kosong. Selain itu, ada juga proses yang dilakukan dengan cara printing sehingga hasilnya pun akan lebih cepat bila dibandingkan dengan batik tulis tangan.

Dalam sebuah gerai atau rumah, akan ada ruangan di bagian belakang yang digunakan oleh para pembatik untuk melukis dan men-canting batik yang sedang mereka buat. Kebanyakan dari mereka adalah ibu-ibu muda, paruh baya dan ada juga anak remaja yang melakukan salah satu proses membatik tersebut. Selain itu, ada juga pekerja yang melakukan proses pencucian batik setelah proses pewarnaan batik agar malam-nya luntur. Malam ini digunakan sebagai bahan untuk melukis dengan menggunakan canting. Setelah proses pencucian tersebut, maka Anda akan dapat melihat proses pengeringan dengan cara diangin-angin.

Pengetahuan Anda tentang bagaimana membuat batik jadi semakin bertambah, kan? Oleh karena itu, datanglah pagi-pagi supaya Anda tidak sampai ketinggalan satu langkah proses pembuatan batik. Setelah puas menyaksikan pembuatan batik, sekarang adalah waktunya berburu oleh-oleh berupa batik khas Kampung Laweyan.

Dengan beragam model, tipe, gaya, ukuran dan motif, maka semuanya itu akan semakin memudahkan Anda dalam memilih batik yang Anda sukai. Anda jangan khawatir karena motif yang ada di tempat ini tidak murahan dan bahkan ada yang masuk dalam kategori Limited Edition. Tapi, Anda jangan shock melihat label harga yang tertera di pakaian batik karena harganya tergolong mahal, mulai dari Rp150.000 hingga Rp500.000-an bergantung dari model, ukuran serta jenis batik. Hal ini tidak mengherankan karena batik yang dijual di sana merupakan batik tulis dengan kualitas top dan bukan batik cap. Tetapi, Anda beberapa showroom yang akan memberi diskon hingga 15% bila Anda menggunakan kartu BCA atau Mandiri.

Kampung Batik Laweyan ini tidak hanya melulu menjual baju batik. Tetapi, Anda juga masih dapat membeli produk lain berbahan dasar batik seperti sprei batik, tas batik, kaos batik, sandal batik, helm batik, sampai hem bola bermotif batik dengan nama klub favorit anda. Jadi, akan banyak produk batik yang bisa Anda dapatkan saat mengunjungi Kampung Laweyan batik, bukan? Selamat berbelanja. (dkw/jalan2)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Innalillaahi, Markas Polda Jawa Tengah Dilalap Si Jago Merah