Home / Berita / Rilis Pers / Tolak Kenaikan BBM, KAMMI Bersama Rakyat Akan Duduki Pusat Pemerintahan di 33 Provinsi

Tolak Kenaikan BBM, KAMMI Bersama Rakyat Akan Duduki Pusat Pemerintahan di 33 Provinsi

Adriyana, Ketua PP KAMMI
Adriyana, Ketua PP KAMMI

dakwatuna.com – Jakarta.  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) akan berkoalisi dengan rakyat untuk melantangkan suara penolakan terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Rencananya, Senin 17 Juni 2013 nanti, KAMMI bersama rakyat akan menduduki pusat pemerintahan di 33 provinsi Indonesia.

“Kita akan menggerakkan kader-kader KAMMI di seluruh Indonesia untuk bersama rakyat melantangkan penolakan kenaikan BBM bersubsidi. Kita akan lumpuhkan pusat pemerintahan di 33 provinsi secara serentak,” kata Ketua Umum PP KAMMI Andriyana, Sabtu (15/6) di Jakarta.

Menurut pria yang akrab disapa Andri itu, kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi jelas akan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat kecil. “Imbasnya tetap akan dirasakan rakyat kecil. Jika BBM subsidi naik, semua harga pasti akan ikut naik,” papar Andri.

Menurut Andri, program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) adalah program yang sarat kepentingan politik. Apalagi BLSM diberikan saat akan menjelang Pemilu 2014. BLSM juga tidak bisa menyentuh semua rakyat miskin.

“Data BPS mencatat ada sekitar 29 juta rakyat miskin, sedangkan BLSM hanya untuk 15,5 juta saja. Berarti yang 13,5 juta lagi akan hidup semakin miskin karena semua harga akan naik,” jelas Andri.

Menurut Andri, harusnya pemerintah sedikit cerdas mencermati harga BBM. Kenaikan harga BBM yang bergantung harga minyak dunia jelas bisa diprediksi jauh-jauh hari. Namun sayang hal ini justru dimanfaatkan oleh partai penguasa pemerintah sebagai komoditas politik menjelang Pemilu 2014.

“Kalau pemerintah serius, seharusnya jauh-jauh hari sudah mengantisipasinya. Banyak yang bisa dilakukan pemerintah, nasionalisasi aset minyak misalnya, serius menghadirkan energi alternatif misalnya. Solusi lain, bisa juga dengan menaikkan pajak kendaraan mobil pribadi, tanpa menaikkan harga BBM subsidi,” papar Andri.

Namun sayang, pemerintah malah memilih jalan untuk menyengsarakan rakyat dengan menaikkan harga BBM subsidi yang akan berimbas pada kenaikan harga-harga semua barang dan jasa.

“Karena itu, KAMMI bersama rakyat akan melumpuhkan pusat pemerintahan di 33 provinsi sebagai wujud protes KAMMI atas rencana kenaikan harga BBM subsidi yang dapat melumpuhkan rakyat Indonesia,” tandas Andri.

Ketua Umum PP KAMMI,

 

Andriyana

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pekerja Cina di Indonesia. (tribunnews.com)

Maraknya Buruh Cina Ilegal, Bukti Blundernya Kebijakan Pemerintah Jokowi

Organization