Home / Berita / Opini / Ditolak ga Ditolak, BBM Tetap Naik (Harap Sesuaikan Kantong Masing-masing)

Ditolak ga Ditolak, BBM Tetap Naik (Harap Sesuaikan Kantong Masing-masing)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

bbm pasti naikdakwatuna.com – Wah mas …saya dukung PKS kalo masalah penolakan kenaikan BBM! Seru beliau pagi itu Kamis, 14 Juni 2013. Pagi itu memang tetangga depan rumah penulis sempat ngobrol karena Penulis berangkat ke kantor numpang sampai jalan raya untuk naik angkutan, biasanya sih naik motor, sedangkan beliau sendiri mengantar anak Penulis ke sekolah. Jadi obrolan sepanjang 10 menit itu adalah bahwa beliau setuju dengan penolakan PKS atas kenaikan BBM karena beliau menerima argument dan pendapat-pendapat kader PKS. Perlu diketahui bahwa tetangga depan rumah Penulis adalah seorang pensiunan PNS di Kementerian Keuangan dan karena sudah seperti saudara sendiri maka anak Penulis pun ke sekolah mau nya diantar beliau.

Sebagai seorang pensiuanan dan menjadi warga masyarakat maka hasil penilaian beliau untuk setuju dengan penolakan kenaikan BBM pasti didasari oleh informasi yang beliau peroleh. Penulis berpikir pasti ini akibat melihat berita di TV, namun tidak cuma berita di TV pasti ada acara lain yang lebih menonjolkan adu pendapat, “ah ini nonton ILC kali tadi malam!” Penulis pun mencari di Youtube rekaman ILC Rabu 13 Juni 2013 (maklum ga sempet nonton).

Hasilnya :

Part 1 : http://www.youtube.com/watch?v=SQNfuWEWddo

Part 2 : http://www.youtube.com/watch?v=axuwDuJg2z8

Part 3 : http://www.youtube.com/watch?v=lSVjHcrm5QI

Part 4 : http://www.youtube.com/watch?v=NCQMADAWagc

Part 5 : http://www.youtube.com/watch?v=FM-912xju8Q

Part 6 : http://www.youtube.com/watch?v=7rFmohwEKJg

Part 7 : http://www.youtube.com/watch?v=VoUDfm4eqsM

Part 8 : http://www.youtube.com/watch?v=LAlQn-qF-Fw

Part 9 : http://www.youtube.com/watch?v=t98FXPrQuNI

Setelah penulis lihat rekaman tersebut kemudian penulis berusaha mencari informasi resmi terkait pendapat fraksi PKS atas penolakan tersebut dan penulis menemukan link sebagai berikut :

http://www.pkspiyungan.org/2013/05/inilah-alasan-pks-menolak-kenaikan.html

atau

http://www.kabarpks.com/2013/05/inilah-alasan-pks-menolak-kenaikan.html

Nah dari hasil pencarian tersebut penulis berpendapat bahwa apabila seseorang warga biasa (bukan kader maupun simpatisan PKS) kebetulan melihat spanduk yang bertebaran di jalan terkait penolakan kenaikan BBM, bias jadi kesan pertama adalah bahwa hal ini pasti pencitraan, cari kesempatan dalam kesempitan dan lain-lain, seperti spanduk di bawah ini antara isi dan coretan nya kadang tidak sinkron atau yang mencoret-coret tidak tahu substansi masalahnya :

spanduk bbm

namun apabila selanjutnya seseorang tersebut mencari informasi lebih lanjut maka bisa jadi pendapat yang terlontar adalah sebagaimana tetangga Penulis yang disebutkan di atas. Kenapa ? karena Penulis yakin bahwa sebenarnya kebanyakan orang akan keberatan akan kenaikan BBM ini. Ini logika dasar, nah sikap setiap individu akan dipengaruhi dengan argumen, pendapat pengamat ekonomi, pengamat politik dan lain sebagainya. Di sini peran Televisi sangat besar untuk menggiring opini public, sehingga ambil contoh acara ILC d iatas menjadi panggung ajang adu pendapat dan siapa yang tampil prima maka bisa membuat masyarakat yang menonton mengeluarkan pendapat pribadi masing-masing.

Ok, masalah hitung hitungan antara yang pro dan kontra kenaikan BBM penulis tidak akan membahasnya karena lebih banyak pakar dan ahli nya yang telah membahas hal ini. Di sini penulis hanya akan menyampaikan pendapat bahwa ternyata apa yang telah menjadi suatu keputusan politik dari PKS ternyata terdapat argument dasar dan komprehensif tidak semata mata hanya mencari pencitraan dan lain-lain walaupun mungkin itu ada karena tetap dibutuhkan, namun pesan yang disampaikan ternyata sudah mengenai sasaran karena dengan argument dan pendapat yang telah diterima tersebut membuat seorang dapat menentukan pendapat pribadinya contohnya yaitu tetangga Penulis di atas. Nah perkara BBM jadi naik ya sudah PKS pun tidak bisa berbuat apa-apa karena memang itu adalah hak Pemerintah RI, kita sebagai warga masyarakat hanya dapat menyesuaikan kondisi sesuai kantong masing-masing, dah itu saja.

Penulis ingat di kantor bahwa banyak teman bilang “gimana ga di bully-bully PKS, wong ga punya TV!” ternyata dengan numpang di ILC pun pendapat masyarakat bisa kok dipengaruhi sehingga seseorang dapat mendukung penolakan kenaikan BBM oleh PKS ataupun sebaliknya yang mencibir pun bisa jadi juga banyak, namun ternyata tidak harus punya Media atau TV sebagaimana pendapat di atas, social media juga menjadi alat yang ampuh.

Oh ya penulis hanya berandai-andai apabila sikap PKS adalah mendukung kenaikan BBM, mungkin pendapat tetangga Penulis juga akan berpendapat lain bahkan cibiran, hujatan ataupun makian juga tetap ada. Tapi semua itu ambil hikmahnya saja karena ditolak ataupun ga ditolak, BBM sebentar lagi akan naik…ya udah siap-siap sesuaikan kantong masing masing….

Percayalah pada janji Allah dalam lembaran ayat suci-Nya. Bacalah surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah: 5-6). (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Persiapkan anak kita menjadi generasi yang lebih baik

Lihat Juga

Pilkada DKI

Tak Usung Kader Sendiri, Ini Pertimbangan PKS Usung Anies-Sandi