Home / Narasi Islam / Resensi Buku / 99 Kisah Pilihan Penyejuk Rohani

99 Kisah Pilihan Penyejuk Rohani

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

buku_Dialog-Iblis-dengan-Para-NabiJudul Buku: Dialog Iblis dengan Para Nabi: 99 Kisah Penyegar Iman

Penulis: Aep Saepulloh Darusmanwiati, MA

Penerbit: Zaman

Tahun: I, September 2012

Tebal: 336 halaman

ISBN: 978-979-024-329-3

dakwatuna.com Kisah atau cerita menduduki peran yang sangat urgen bagi setiap insan. dengan kisah, orang akan berpikir. Dari kisah juga banyak perjalanan hikmah yang dapat dipetik. Bahkan, kisah juga merupakan petunjuk dan rahmat bagi orang beriman.

Buku bertajuk “Dialog Iblis dengan Para Nabi: “99 Kisah Penyegar Iman” ini berisi kisah-kisah penyejuk rohani mulai dari soal moral dan ibadah hingga ihwal gaib dan alam kubur. Bukan sembarang kisah, kisah yang disuguhkan dalam buku ini bersumber dari al-qur’an, dari hadis, juga kitab-kitab turats lainnya, termasuk kisah dan nasihat dari para nabi dan rasul.

Kisah dialog Iblis dengan Nabi Nuh misalnya. Iblis berkata bahwa ada lima hal yang dapat membinasakan manusia. Tapi, Iblis hanya akan menceritakan tiga hal kepada Nabi Nuh. Namun, kata Allah, Nabi Nuh tak perlu mengetahui tiga hal, cukup dua hal saja. Dan Iblis pun menjawab. Dengan kedua hal ini, manusia betul-betul akan binasa. Keduanya adalah hasad dan tamak.

Pertama, hasad. Karena sifat ini Iblis menjadi makhluk laknat, dan setan keturunannya pun menjadi makhluk yang terkutuk. Kedua, tamak. Dengan tamak, Iblis berhasil mencelakakan Adam sehingga diusir dari surga. Padahal, Adam diperbolehkan makan apa saja di surga selain buah khuldi.

Selanjutnya, dialognya Iblis dengan Nabi Musa. Ceritanya, Iblis meminta Musa agar memohonkan ampunan kepada Allah untuk Iblis. Untuk diampuni, Allah memerintahkan kepada Iblis untuk bersujud terlebih dahulu ke kuburan Nabi Adam.

Namun, dengan angkuh Iblis menolaknya. Dan karena Musa sudah berjasa, Iblis  lalu membalas Musa dengan memberitahu tentang trik Iblis dalam menggoda manusia. Kata Iblis, ada tiga hal yang jika mengingat Iblis, manusia akan binasa. Di saat sedang marah, sedang sudah dan ketika duduk berduaan dengan wanita non muhrim.

Terdapat pula percakapan Iblis dengan Rasulullah Muhammad.  Dikatakan oleh Iblis, bahwa ada sepuluh kelompok dari umat nabi yang menjadi teman dekat Iblis. Mereka adalah penguasa jahat; orang kaya yang sombong, pedagang yang curang, peminum, tukang fitnah dan adu domba, pezina, pemakan harta anak yatim, orang yang mempermainkan shalat, orang yang tak mau membayar zakat; serta orang yang berangan-angan panjang (hlm 54).

Kemudian pada bab yang lain, terdapat pembahasan tentang ghulul. Mengadopsi dari kitab Syarah Sahih Muslim Imam Nawawi, dikatakan bahwa ghulul berarti khianat dalam soal harta rampasan. Termasuk dalam pengertian ghulul disini adalah mengambil harta milik umum atau milik masyarakat secara sembunyi-sembunyi, yang saat ini kita menyebutnya sebagai korupsi.

Nah, pada hari kiamat, koruptor termasuk golongan yang amat sengsara. Al-Qurtubi dalam tafsirnya berpendapat, ia akan datang memanggul barang yang dikorupsinya itu di atas punggung dan leher dengan sangat berat sebagai hukuman baginya. Bahkan, dalam hadis nabi diterangkan bahwa para koruptor akan dihukumi dengan lehernya ditindih seekor unta yang bersuara (hlm 171).

Bayangkan, jika yang mereka korupsi itu unta, maka yang dikalungkan dilehernya kelak adalah unta. Jika yang dikorupsi domba, dombalah yang akan dikalungkan di leher mereka. Lantas, bagaimana dengan nasib mereka yang korupsi hutan, jalan raya, gedung dan lainnya?

Diselipkan pula kisah-kisah sufi sarat makna dan hikmah, termasuk wasiat seorang ulama’ terkemuka, Syekh Abul Hasann Asy-Syadili. Beliau berpesan, jika engkau menginginkan aib-aibmu ditutup Allah, maka tutuplah aib-aib orang lain. Jika engkau ingin penjualanmu laris, tulislah surat al-Syu’ara, lalu gantungkan di tempat penjualanmu. Dengan izin Allah, niscaya akan banyak pembeli yang mendatangi tempat usahamu (hlm 321 ).

Dengan memakai bahasa yang mudah di cerna, buku ini cocok untuk semua lapisan. Pelbagai kisah penuh hikmah yang disuguhkan dalam buku, secara tidak langsung akan mampu merubah paradigma pembaca tentang bagaimana seharusnya sikap dan perilaku sehari-hari yang pantas diamalkan sehingga siap mengarungi dunia yang fana’ ini dengan dengan kemantapan iman.

Penulis buku ini juga melengkapi semua kisah dengan catatan kaki yang gamblang, baik dari hadis nabi maupun dari kitab-kitab klasik lagi otoritatif (mu’tabaroh) karangan para ulama’ terdahulu.

Walau kisah-kisahnya pendek, namun sarat makna. Dengan kisah-kisah tersebut, kita mendapatkan asupan gizi spiritual yang bisa mendekatkan kita kepada Allah. Tak pelak, kisah dalam buku ini bisa menjadi pelepas dahaga iman dan membimbing kita meraih rida-Nya.

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Hidayat Nur Wahid ketika berbicara di forum KAICIID di Wina, Austria, Selasa (12/4/2016).

HNW: Dialog Antaragama Harus Pengaruhi Pengambil Kebijakan

Organization