Home / Berita / Internasional / Asia / Uni Eropa Harus Bertanggung Jawab Atas Maraknya Pelanggaran HAM Di Penjara Otoritas Palestina

Uni Eropa Harus Bertanggung Jawab Atas Maraknya Pelanggaran HAM Di Penjara Otoritas Palestina

tawanan palestinadakwatuna.com – Inggris. Organisasi HAM Arab di Inggris menegaskan, dukungan Eropa dan keberadaan keamanan Eropa di wilayah Otoritas Palestina memberikan pesan yang salah kepada aparat keamanan setempat dan memberi lampu hijau untuk melakukan pelanggaran. Karena itu Uni Eropa harus bertanggung jawab atas pelanggaran ini, dan janji Uni Eropa untuk menghentikan pelanggaran ini belum terealisir sama sekali.

Orgasnisasi HAM Arab menyerukan kepada Uni Eropa untuk mengirimkan delegasi dalam rangka menginvestigasi pelanggaran di wilayah Palestina, terutama delegasi polisi Eropa, dan dukungan yang diberikannya yang menyebabkan eskalasi pelanggaran ini.

Organisasi HAM menyerukan kepada sejumlah negara yang menempatkan delegasi keamanannya di wilayah otoritas Palestina, untuk menarik delegasinya dan menginvestigasi keterlibatan mereka dalam penyiksaan. Sekjen PBB dan Liga Arab serta OKI diminta membuat komite bersama untuk menginvestigasi kejahatan yang dilakukan aparat keamanan di wilayah otoritas Palestina, serta menyeret para pemimpinnya, tindakan kejahatan ini membahayakan konstitusi Palestina yang tengah berjuang melawan penjajah Zionis.

Laporan yang pernah dirilis organisasi HAM di Inggris menyebutkan, sejumlah anggota parlemen Eropa memberikan gambaran jelas meningkatnya penangkapan dan penyiksaan yang dilakukan aparat keamanan otoritas bekerja sama dengan pasukan penjajah Zionis. Wakil Uni Eropa, Katrin Ashton pada 30 Mei lalu ketika ditanyakan mengenai sejauh mana pengetahuannya terkait penyiksaan di wilayah Palestina, apakah ada jaminan untuk menghalangi bantuan Uni Eropa mendanai pelanggaran ini?

Ashton menyatakan bahwa Uni Eropa mengetahui realitas pelanggaran ini, dan banyaknya kasus penyiksaan yang dilakukan aparat keamanan otoritas Palestina. Ashton mengecam bantuan kepada aparat keamanan otoritas, terutama intelijen umum. Menurutnya, pelanggaran ini dibahas secara rutin dengan pimpinan otoritas. Dan akan ada pertemuan dengan sejumlah pejabat Palestina untuk menghentikan pelanggaran ini.

Sementara itu Puluhan warga Jenin, Senin (10/6) menggelar aksi solidaritas untuk para tawanan  di depan kantor Palang Merah Internasional di Hebron.

Keluarga para tawanan menggelar aksi solidaritas menuntut dibebaskannya para tawanan yang tengah sakit dan memberikan pengobatan yang layak bagi mereka, serta dihentikannya penangkapan administrative.

Warga membawa serta poster para tawanan, termasuk tawanan mogok makan dan sakit, dan menyayangkan sikap diam internasional terhadap penderitaan mereka. Warga menuntut intervensi internasional untuk menghentikan kejahatan terencana yang dilakukan penjajah Zionis, lebih dari 5000 tawanan Palestina mendekam di penjara Zionis, 1000 dari mereka menderita beragam penyakit, kanker, gula, saraf dan penyakit lainnya, di tengah kebijakan penelantaran medis yang diberlakukan penjara Zionis. (qm/sbb/infopalestina)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta