Home / Berita / Nasional / Pujian Norwegia Harus Pacu Kinerja Satgas REDD+

Pujian Norwegia Harus Pacu Kinerja Satgas REDD+

hutandakwatuna.com – Jakarta.  Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa, meminta pujian oleh Norwegia harus memacu kinerja Satgas REDD+ untuk segera merampungkan pekerjaannya.

”Pujian jangan sampai membuat terlena”, ujarnya menanggapi pengakuan Norwegia atas  kemajuan yang dicapai Indonesia dalam mengurangi emisi karbondioksida (C02) melalui Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Satgas REDD+). Pengakuan tersebut disampaikan saat Satgas REDD+ yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto berkunjung ke Oslo belum lama ini.

Satgas REDD+ dibentuk untuk menindaklanjuti kerjasama Indonesia-Norwegia dalam bidang kehutanan, dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi. Kuntoro mengakui pembentukan Badan untuk memantau dan memonitor REDD+ ini agak lambat atau lebih lama dari yang direncanakan. Namun, demikian program Satgas untuk menangani REDD+ ini cukup berhasil dengan adanya moratorium, strategi nasional, program satu peta, menyiapkan badan untuk verifikasi pengurangan karbon, membentuk lembaga keuangan untuk REDD+ serta proyek percontohan di Kalimantan Tengah.

”Pengakuan terlambat memang bagus.  Namun jangan menjadi justifikasi untuk terlambat terus.  Keterlambatan membentuk badan pengelola REDD akan memicu keterlambatan berikutnya”, ucapnya.

Badan pengelola REDD nantinya bertugas membuat berbagai program dalam rangka mengurangi emisi karbon.  Program-program ini dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar hutan.  Dana hibah dari Norwegia akan dibayarkan sesuai kemajuan program.

”Semakin cepat bekerja dalam menyelesaikan pembentukan Badan tersebut, maka semakin cepat pula kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat”, katanya.

Menurutnya, masyarakat yang berada di sekitar hutan harus merasakan kesejahteraan yang setara dengan masyarakat yang tinggal di tempat lain.  ”Buat masyarakat sekitar hutan sejahtera, maka hutan akan lestari dan emisi berkurang”, tandasnya.

Kepada masyarakat harus diyakinkan bahwa mereka bisa mencapai dan mempertahankan kesejahteraan dengan menjaga kelestarian hutan.  ”Hutan terjaga maka terjaga pula sumber kesejahteraan mereka”, pangkas nya. (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pribadi Bangsaku