Home / Berita / Nasional / ‘Hijrah Cinta’, Film Perjalanan Hidup Ustadz Jefry

‘Hijrah Cinta’, Film Perjalanan Hidup Ustadz Jefry

Pada akhirnya semua akan menemukan yang namanya titik jenuh
Dan pada saat itu, kembali adalah yang terbaik
Kembali kepada siapa? Kepada Dia pastinya…. 

hijrah cintadakwatuna.com – Jakarta. Demikian sepenggal kalimat terakhir yang ditulis almarhum ustadz Jefri Al Buchori di akun Twitter @jefri_buchori pada 13 April 2013 sebelum meninggal dunia. Tweet tersebut ditulis oleh Uje sehari setelah berulang tahun pada 12 April 2013. Kalimat yang menjadi sebuah misteri ini seakan menjadi cerminan mengajak semua umat kembali kepada-Nya.

Melalui sebuah cerita panjang, rumah produksi MVP picture mencoba mengangkat perjalanan almarhum ustadz Jefri Al Buchori ke layar lebar. Meski proses tersebut baru mengantongi izin keluarga, skenario film tersebut telah mulai ditulis.

“Kami belum tahu siapa pemain yang akan terlibat, tetapi ada beberapa poin yang sudah kami siapkan. Salah satunya skenario cerita yang ditulis oleh Musfar Yasin,” ujar Raam Punjabi, pemilik rumah produksi Multivition Plus saat jumpa pers di kediaman Almarhum ustadz Jefri Al Buchori, di Perumahan Bukit Mas, Rempoa, Tangerang Selatan, Minggu (9/6).

Sebuah perjalanan hidup seorang anak muda dalam mencari jati dengan melewati beragam lika-liku kehidupannya. Sehingga, menemukan titik kesadaran sebagai seorang ulama besar itu akan menjadi garis besar film yang rencananya berjudul Uje: Hijrah Cinta itu.

Rencananya, film ini akan dirilis pada awal tahun depan. “Saya yakin bukan kami saja yang ingin membuat perjalanan almarhum. Tetapi, pihak keluarga telah memberikan amanah kepada kami untuk membuat film almarhum,” ujar Raam.

Pria yang telah melahirkan ratusan film layar lebar dan sinetron ini tidak diberikan keterbatasan dalam pembuatan film terbarunya itu. Sebaliknya, keluarga memberikan pengarahan, dan masukan akan sosok ustadz Jefri. Sehingga, film ini bisa menjadi sebuah film panutan. “Di satu sisi saya berterimakasih telah diberikan kepercayaan ini,” jelasnya.

Meski demikian, Raam yang telah menelurkan ratusan film dengan menelan biaya yang cukup besar. Salah satunya Soekarno dan banyak lagi itu untuk pertama kalinya merasa deg-degan. Namun, dirinya yakin dengan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat almarhum. Amanah yang dituangkan istri almarhum, Pipik Dian Irawati bersama keluarganya akan diwujudkan dalam film bertemakan religi itu.

“Saya sudah bikin film besar tidak pernah gentar. Saya sudah pernah bikin film di Amerika, tapi deg-deg saya lebih besar untuk membuat film ini,” ujar pria yang menggandeng Hanung Bramantyo membuat film Soekarno itu.

Untuk memulai proses produksi. Raam mengaku telah mengantongi tiga kandidat sutradara yang tentunya memiliki latar belakang di bidang perfilman. Dalam waktu dekat nama itu akan mulai bekerja dengan tim untuk membuat perjalanan hidup ustadz Jeffry, mulai dari masa kecil, remaja, sisi romantis bersama istri hingga menjadi penceramah, aktor dan penyanyi shalawat.  Sebab dari rangkaian perjalanan hidup Uje banyak sisi inspiratif yang bisa diungkapkan, salah satunya, kembalinya dari kegelapan dan menjadi seorang ulama besar.

Hanya saja cerita itu akan dikemas sedemikian menarik sehingga tidak menimbulkan persepsi yang negatif bagi masyarakat luas. “Di film, untuk bisa menyampaikan suatu pesan bisa diakali, dan akan ada banyak cara yang kami lakukan untuk menyampaikan pesan moral, sehingga bisa dijadikan nilai yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Penulis skenario film Uje: Hijrah Cinta, Musfar Yasin  mengatakan, film ini merupakan cerita hijrah almarhum setelah melewati godaan dunia kembali pada titik penyadaran. Hingga perkenalan almarhum dengan seorang gadis yang bernama Pipik dan perjalanan menjadi seorang pendakwah akan dijelaskan secara manis. “Secara umum kalau kita lihat almarhum sebenarnya punya tema hidup. Tema hidup ini hijrah dan bagaimana penonton mendapat pesan itu tanpa melukai siapa pun,” jelasnya.

Tatu Mulyana, ibu almarhum Uje berharap film ini bisa menjadi panutan masyarakat luas. Istri almarhum pun telah menyetujui pembuatan film tersebut, walaupun dalam benaknya tengah berkabung.

“Tadi saya dengar umi Pipik memberikan saran, dan alhamdulillah sudah disetujui, jadi kalau Umi mengatakan mudah-mudahan ini baik. Apa yang telah kita setujui bersama karena niat Allah. Bukan karena dunia. Mudah-mudahan diangkat film ini bisa menjadi panutan untuk masyarakat dimana saja,” katanya. (ash/jpnn)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

300 penonton memadati Park 23 XXI Bali dalam acara Nobar Film Tausiyah Cinta. (dhani)

Animo Penayangan Film Religi Tinggi, Mahasiswa Muslim Gelar Nobar Film Tausiyah Cinta di Bali