Home / Berita / Internasional / Asia / TKI Kecewa, KBRI Jeddah Di Bakar

TKI Kecewa, KBRI Jeddah Di Bakar

PHOTO : Malika Aziz - FB Indo Middle East
PHOTO : Malika Aziz – FB Indo Middle East

dakwatuna.com – Jeddah. Kantor Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, yang berada di Jalan Al Rehab Distrik Minggu kemarin dibakar sekelompok orang.

Diduga pelakunya adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang menginginkan amnesti atau pemutihan.

Anggota Komisi IX DPR RI Poempida Hidayatulloh menyayangkan aksi pembakaran oleh TKI itu. Dia menduga, aksi itu adalah puncak amarah TKI yang statusnya tidak jelas.

“Baru saja dua minggu yang silam saya menanyakan pada Raker Komisi IX dengan Menakertrans tentang proses amnesti bagi TKI yang överstay” di Saudi Arabia. Minggu lalu saya juga menanyakan kepada BNP2TKI hal yang sama saat pembahasan APBN-P 2013,” tukas Poempida, Senin (10/6/2013).

Pihaknya, lanjut Poempida juga telah melaporkan adanya 300-an TKI yang nasibnya terkatung-katung di Saudi Arabia.

Sayangnya, respon yang tegas tidak kunjung datang dari kedua lembaga yang berwenang dalam masalah TKI ini.

“Sepengetahuan saya, demo TKI di KJRI sudah terjadi beberapa bulan terakhir ini. Kalau sampai terjadi pembakaran KJRI berarti puncak amarah mereka yang statusnya tidak jelas,” tukasnya.

Untuk diketahui, kantor KJRI RI di Jeddah, Arab Saudi yang berada di Jalan Al Rehab Distrik dibakar TKI. Peristiwa itu terjadi Minggu 9 Juni 2013 pukul 18.40 WIB.

Memang selama masa pemutihan bagi  TKI illegal, telah  banyak keluhan yang di sampaikan ke KJRI Jeddah baik langsung atau lewat jejaring sosial. Namun tak dapat di pungkiri bahwa KBRI/KJRI di Saudi Arabia telah berusaha sebaik mungkin melayani seluruh TKI .  Apa daya pihak yang melayani dan yang dilayani tak seimbang banyaknya, walau mereka telah bekerja dari pagi hingga malam hari.

Belum lagi ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Mengirim SMS penipuan dengan mengatakan akan ada pemulangan gratis di KJRI, tapi TKI diharuskan membayar sejumlah uang. Si penipu mengantar hanya sampai depan jalan menuju KJRI lalu korban di tinggal. Ada lagi penjual formulir yang menawarkan harga tidak kira-kira, padahal bisa di dapatkan gratis dari KJRI Jeddah. Mestinya sesama bangsa Indonesia saling membantu, bukan malah menipu.

Sebelum terjadi pembakaran, TKI bermasalah mengantri untuk mengurus Surat perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai syarat mendapatkan paspor dan izin kerja tinggal atau identitas diri (Iqoma).

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi menyulut aksi mereka itu. Yang jelas saat mengantri itu kondisi suhu panas sangat terik. (la/fd/sdn/kmp)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

PKPU dan KBRI Myanmar Kerja Sama Salurkan Bantuan Banjir‎