Home / Berita / Nasional / DPR: Krisis Jengkol, Pemerintah Harus Tanggap

DPR: Krisis Jengkol, Pemerintah Harus Tanggap

Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa. (ist)
Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa. (ist)

dakwatuna.com – Jakarta. Sudah lebih dari dua pekan ini pasokan jengkol semakin langka, sejumlah tempat di wilayah Jabodetabek, harga jengkol sudah menyentuh Rp 50.000 per kilogram. Harga ini meningkat 100 persen lebih dari harga jual idealnya yang hanya sekitar Rp 15.000 per kg. Sampai awal pekan ini, harganya masih stabil tinggi.

Anggota Komisi IV DPR RI Habib Nabiel Almusawa menilai kenaikan harga jengkol tersebut lebih disebabkan karena pasokannya yang minim di pasaran, sehingga harga melonjak tajam. Ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/6).

Menurutnya, kelangkaan itu bisa disebabkan karena belum memasuki musim panen dan persoalan cuaca yang kurang mendukung. Habib meyakini, bahwa dampak kenaikan harga jengkol terhadap inflasi sangatlah kecil. Alasan nya, selain bukan bahan pangan pokok dan tidak semua lapisan masyarakat yang membutuhkan, serta sejarah kenaikan harga jengkol secara drastis juga baru kali ini terjadi.

Sebagian petani di sekitar Jabodetabek mengeluhkan pesatnya konversi lahan pertanian menjadi daerah niaga dan pembangunan perumahan, sehingga menyebabkan hasil produksi komoditas pertanian menurun drastis. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya luas panen dan produksi jengkol dalam lima tahun terakhir. Luas panen : 8.846 Ha (2008), 7.631 Ha (2009), 6.943 Ha (2010), 7.907 Ha (2011), 7.163 Ha (2012). Produksi : 80.008 Ton (2008), 62.475 Ton (2009), 50.235 Ton (2010), 65.830 Ton (2011), 61.537 Ton (2012). (Sumber BPS, April 2013)

Dan tidak menutup kemungkinan, naiknya harga jengkol ini karena adanya permainan para spekulan, yang melakukan “taking profit’’ menjelang rencana pemerintah akan menaikkan BBM, “saya rasa hal ini juga terjadi pada komoditas lain, yang harganya mulai merambat naik di pasaran, apalagi sudah mendekati bulan puasa.” kata habib  menandaskan.

Pemerintah harus segera tanggap dalam merespon krisis jengkol ini, jangan sampai berlarut-larut, karena yang jadi korban ya petani dan masyarakat juga, belum lagi ditambah adanya kenaikan BBM, gas elpiji dan komoditas lainnya. Tutup Habib. (sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ahmad Zainuddin, Lc, ME
Anggota Komisi IX DPR RI dari FPKS (spesial)

DPR: Berita Kesaksian Freedy Budiman Tentang Narkoba Sangat Membuat Kita Prihatin