Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Indonesia Harapan Baru Dunia Islam

Indonesia Harapan Baru Dunia Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

prntJudul Buku: Fajar Baru Islam Indonesia? Kajian Komprehensif atas Arah Sejarah dan Dinamika Intelektual Islam Nusantara

Penulis: Mujamil Qomar

Penerbit: Mizan

Cetakan: 1, Desember 2012

Tebal: ivx + 286 halaman

ISBN: 978-979-433-715-8

dakwatuna.com “Siapa tahu, dalam zaman ini, Indonesia yang memilki pemeluk agama Islam terbesar di dunia, dapat memimpin umat Islam seluruh dunia dalam menghadapai masa yang akan datang”

Sebuah harapan dari Sutan Takdir Alisjahbana ini bukanlah mengada-ada. Harapan ini sangat realistis. Selain mendasar harapannya pada jumlah populasi Muslim Indonesia, dia melihat banyak sekali kekuatan dan kelebihan Islam Indonesia, mulai dari banyaknya budaya lokal yang ada, pemeluk agama yang beragam, wilayah yang luas, hingga tanah yang subur sebagai sumber kehidupan rakyatnya.

Hal ini juga tidak lepas dari negara-negara Muslim di sekitar kelahiran Islam yang mengalami konflik berkepanjangan. Sebut saja Palestina, Irak, Iran dan negara-negara Timur Tengah yang sedang menguras energi mereka untuk kepentingan ‘pertempuran’. Kondisi ini lah yang membuat para pemikir berkaliber internasional menengok dan menaruh harapan besar pada Indonesia. Negeri Zamrud Khatulistiwa ini diyakini memiliki potensi yang besar walaupun baru tumbuh dan berkembang mencapai kemajuan peradaban yang signifikan (hal. 2).

Hal ini sungguh terbalik dengan keadaan sebelumnya yang mengatakan bahwa Islam Indonesia dianggap pinggiran, sinkretis, dan kurang murni keislamannya. Begitu pula anggapan kuno bahwa Indonesia jauh dari pusat peradaban Islam telah gugur dan runtuh tak bersisa.

Memang, dalam sejarah tercatat bahwa gerakan pembaharuan Islam Indonesia kalah start dari Mesir, India, Arab dan negara Muslim lainnya. Keadaan ini bisa dimaklumi karena Islam lebih akhir sampai di Indonesia.

Menyoal tentang pembaharuan, satu hal yang terungkap dalam buku ini adalah tradisi dan modernisasi tidak dipertentangkan oleh Islam Indonesia. Keduanya dicoba untuk dipadukan. Tradisi diupayakan untuk mendukung modernisasi, sedangkan modernaisasi diarahkan untuk melestarikan tradisi (hal 102).

Melihat masyarakat Indonesia yang sangat terbuka terhadap arus informasi dan pemikiran dari mana saja, menjadikan mereka semakin toleran dan mandiri dalam menghadapi perkembangan zaman untuk mencapai kemajuan. Jika umat Islam adalah mayoritas di Indonesia, maka kemajuan yang akan dicapai adalah kemajuan Islam secara umum.

Dalam kancah internasional, peran Indonesia akan berjalan lancar sebagai pemimpin dunia Islam jika benar-benar mampu memanfaatkan momentum era reformasi ini. Kebebasan berpikir akan memacu aksi pemberdayaan umat untuk mengeksploitasi gagasan dan ide-ide pembaharuan.

Namun sayang, ada hal-hal penggangu yang bila dibiarkan bukan tidak mungkin mematahkan harapan para pemikir ini. Hal yang sudah umum adalah korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ketiganya belum tuntas diberantas dari negeri ini. Indonesia baru mencari formula untuk menjerat para koruptor serta membuat suatu formula pencegah timbulnya koruptor baru (hal. 189)

Memang begitulah hukum alam, di mana ada kelebihan, suatu kekurangan sudah pasti ada. Salah satu cara efektif untuk mengatasinya adalah memaksimalkan segala kelebihan dan potensial yang ada serta meminimalisasi setiap kekurangan, karena memang tidak akan bisa hilang selamanya. Untuk itu lah penulis menawarkan empat macam strategi yang diharapkan fajar baru kebangkitan Islam benar-benar muncul dari Indonesia.

Pertama, membangun pemikiran inovatif-konstruktif. Pemikiran ini berperan mempercepat gerak dinamika kemajuan Indonesia. Kewajiban ini dibebankan kepada para pemikir Islam dan diharapkan kepada kelompok lainnya. Kedua, membudayakan tindakan kreatif-produktif. Tindakan ini berperan mempercepat pembangunan dan perkembangan ekonomi masyarakat di samping perkembangan intelektual. Ketiga, menciptakan kebijakan strategis-informatif. Strategi ini berpeluang menciptakan peluang baru dan lapangan kerja baru yang menjamin keberlangsungan sumber perekonomian rakyat untuk dikembangkan pada sektor lainnya. Keempat, melaksanakan pembangunan secara kolektif-sinergis. Strategi terakhir ini untuk menggerakkan kemajuan Indonesia secara bersama-sama, serentak, dan massal (hal. 251)

Buku ini ditulis untuk menyadarkan umat Muslim Indonesia akan potensi besar yang mereka punya, sekaligus amanah yang perlu diemban sebagai umat Muslim. Buku ini patut dibaca setiap umat Muslim, terlebih bagi pemikir dan pemerhati Islam Indonesia.

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Kru LPM Zenith anggota CSS MoRA IAIN Walisongo Semarang

Lihat Juga

Muslim membagi-bagikan Al-Quran di Eropa. (islammemo.cc)

Austria Larang Pembagian Al-Quran