13:55 - Sabtu, 19 April 2014

Dampak Kenaikan Harga BBM yang Memukul Rakyat

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 06/06/13 | 17:16 | 27 Rajab 1434 H

bbm naik rakyatdakwatuna.com – Jakarta. Rakyat kecil selalu menjadi pihak yang akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pengamat Ekonomi Universitas Jayabaya, Norman Edi Hasibuan mengatakan, ada dua dampak terkait kenaikan BBM bersubsidi.

Norman menjelaskan, sebenarnya secara menyeluruh di negara manapun kenaikan BBM akan menimbulkan efek domino. “Sekalipun kenaikan BBM baru tahap sosialisasi,” katanya, Kamis (6/6).

Menurut Norman, ada yang berubah dalam sistem penyampaian di Indonesia. Zaman orde baru yang dipimpin Soeharto, kepastian kenaikan BBM tidak lama berselang. Malam dirapatkan, pagi dilaksanakan.

Sementara, saat ini pemerintah terkesan memberi peluang terjadinya guncangan harga. Bukan masalah harga naiknya, tapi dampak yang ditimbulkan. “Ada dua dampak dari lamanya pelaksanaan kenaikan,” tutur Norman.

Yang pertama, dampak yang tidak jelas dan dampak jelas. Dampak yang tidak jelas seperti kenaikan harga bahan pokok sebelum naiknya harga BBM atau masih tahap sosialisasi. “Nanti kalau sudah dilaksanakan, harga naik lagi,” tuturnya menganalisa.

Apalagi, kenaikan harga BBM menjelang bulan Ramadhan dapat menyebabkan menurunnya kesejahteraan masyarakat. Akhirnya, kriminalitas seperti penimbunan bahan bakar banyak terjadi.

Menurut Norman, BBM tidak harus dinaikkan. Banyak cara lain yang bisa dilakukan pemerintah seperti pengubahan solusi penggunaan minyak ke gas.

Berdayakan sarjana yang sudah diakui keilmuannya untuk mengalihkan minyak ke gas. Selain itu, sumber daya alam Indonesia yang melimpah harus segera dipegang Indonesia. “Segera mandiri, kita sudah 50 tahun lebih merdeka,” imbuh nya mengakhiri.

Indonesia adalah negara besar dengan potensi kekayaan alam yang sangat luar biasa, namun ketika berbicara tentang penguasaan sumber daya alam, seakan-akan pemerintah tidak punya nyali untuk mengambil alih pengelolaan sumber daya alam milik kita sendiri. (ws/kru/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik: ,

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 7,60 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
90 queries in 1,151 seconds.