Home / Pemuda / Mimbar Kampus / DPP IMM Tolak Kenaikan BBM

DPP IMM Tolak Kenaikan BBM

Logo IMM (inet)
Logo IMM (inet)

dakwatuna.com Menyikapi rencana kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat ini sangat tidak berpihak kepada rakyat. Pemerintah masih merasa menaikkan harga BBM bersubsidi sangat mendesak, karena dianggap menjadi penyebab kenaikan beban keuangan dari impor migas, peningkatan konsumsi BBM bersubsidi masyarakat yang tidak seimbang dengan produksi minyak Indonesia yang terus menurun. Pemerintah juga menganggap kenaikan harga BBM juga diharapkan dapat mengendalikan konsumsi BBM masyarakat.

Tak hanya masyarakat menengah ke bawah kena imbasnya, mahasiswa yang setiap hari menggunakan kendaraan umum juga akan semakin terbebani karena kenaikan harga BBM tersebut dan kami meyakini ke depannya akan membuat ongkos transportasi merangkak naik.

Efek yang timbul akibat kenaikan harga BBM ini dapat dipastikan naiknya harga kebutuhan pokok dan turunnya daya beli masyarakat apalagi ini menjelang bulan puasa Ramadhan. Efek berikutnya yang akan muncul adalah naiknya biaya transportasi menjelang puasa dan Lebaran yang juga akan memicu naiknya kebutuhan-kebutuhan lain sehingga masyarakat kecil semakin sengsara.

Padahal jika kita kaji lebih dalam ternyata kenaikan harga BBM merupakan imbas dari kegagalan tim ekonomi SBY yang dikomando Menko Perekonomian terutama dalam pengelolaan pertambangan dan energi yang berhubungan dengan BBM.

“Kami menilai kenaikan harga BBM ini diakibatkan oleh beberapa hal di antaranya pertama gagalnya produksi minyak Indonesia akibat terlalu banyak campur tangan pihak asing,” ujarnya.

Kedua, akibat kurangnya pengawasan sehingga masih terdapat indikasi kebocoran dan pencurian minyak mentah di berbagai tempat sehingga produksi dianggap berkurang. Ketiga, akibat gagalnya pengelolaan minyak bumi di Indonesia yang semestinya diperuntukkan bagi warga Negara Indonesia dan dikelola oleh perusahaan lokal tapi faktanya perusahaan dalam negeri tidak mampu bersaing dengan perusahaan asing karena pemerintah tidak melakukan keberpihakan.

“Apalagi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sebagai kompensasi kenaikan harga BBM merupakan akal-akalan pemerintah untuk mendongkrak elektabilitas partai tertentu terutama yang tergabung dalam partai koalisi,”

Karena itu, BLSM ini, merupakan bentuk suap gaya baru yang diterapkan di Indonesia. Makanya, Dewan pimpinan pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyerukan kepada masyarakat agar bersama-sama menolak kenaikan harga BBM dan tidak memilih partai politik manapun yang mendukung kenaikan harga BBM pada pemilu 2014 mendatang.

“Karena itu kenaikan BBM akan menjadi lahan korupsi baru bagi para penguasa,” oleh karena itu Dewan pimpinan pusat ikatan mahasiswa Muhammadiyah sekali lagi dengan tegas menolak rencana pemerintah tersebut. Jika pemerintah tetap nekat maka Dalam waktu dekat ini, IMM akan menggalang kekuatan untuk menggelar aksi serentak di seluruh Indonesia. (Fahman Habibi)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rofi Munawar, Anggota Komisi VII DPR RI. (fpks.or.id)

Ketersediaan LPG dan BBM Jelang Lebaran Harus Mudah dan Terkontrol

Figure
Organization