Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Basmi Kanker dengan Tahajjud

Basmi Kanker dengan Tahajjud

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

bsmJudul: Ajaibnya Tahajjud Basmi Kanker

Penulis: Najamuddin Muhammad

Penerbit: Berlian (Diva Press)

Cetakan: Pertama, April 2013

Tebal: 206 halaman

ISBN: 978-602-7640-77-1

Shalat tahajjud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan

dan menghindarkan dari penyakit

(HR.Tirmidzi)

dakwatuna.com Berangkat dari hadits tersebut di atas menyatakan bahwa shalat sunah tahajjud ini bukan hanya bermanfaat untuk menghapus dosa tetapi juga menghindarkan pelakunya dari berbagai penyakit. Buku setebal 206 yang ditulis oleh Nijamuddin Muhammad ini berusaha mengungkapkan keajaiban-keajaiban dari shalat tahajjud tersebut disertai bukti ilmiah dari pelaku shalat tahajjud dan bagaimana proses penyembuhan shalat tahajjud dari berbagai macam penyakit. Terutama dalam hal ini adalah penyakit kanker.

            Untuk membuktikan hal itu dr. Mohammad Shaleh, dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel,  Surabaya, dalam usaha meraih gelar doktornya, ia melakukan penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim, Pondok Peasantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu. Hanya 23 orang mampu bertahan melaksanakan shalat tahajjud selama sebulah penuh. Ketika diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat tahajjud selama dua bulan. Aktivitas shalat dimulai pukul 02.00-03.30 sebanyak 11 rakaat,        masing-masing 2 rakaat 4 kali salam, plus 3 rakaat shalat witir. Setelah semuanya itu selesai hormon kortisol mereka diukur di tiga labotariom di Surabaya. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa siswa yang rajin shalat tahajjud dan ikhlas mempunyai ketahanan tubuh dan kemampuan individual menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil dan tenang (hal. 86-87).

Ketenangan itulah yang bisa meningkatkan ketahanan tubuh dan terhindar dari penyakit kanker. Sebaliknya apabila seseorang orang yang mengalami depresi dan stres justru mempercepat perkembangan sel kanker. Jadi, ada korelasi antara salat tahajjud dan ketenangan sehingga bisa mencegah penyakit kanker (hal. 88).

Kemoterapi Shalat Tahajjud Tanpa Efek Samping

            Kemotrapi adalah penggunaan zat kimia untuk mencegah berkembangnya penyakit. Apabila seseorang selesai dioperasi atau dibedah biasanya dokter memberi kemoterapi berupa obat-obatan modern agar penyakit yang diderita pasien tidak kambuh lagi. Namun dalam hal ini banyak orang tidak tahu bahwa kemotreapi dengan bahan kimia ada efek sampingnya baik yang ringan maupun berat diantaranya mengalami mual dan muntah, lemas, gangguan pencernaan, rambut rontok, sariawan, gangguan otot dan saraf, dan efek pada darah yaitu rentan terkena infeksi, perdarahan, anemia dan masalah kulit (hal 76-80).

Sedangkan kemoterapi dengan salat tahajjud tidak ada efek sampingnya karena hanya berupa memasukkan “zat” iman kedalam diri seseorang sehingga mehirkan keyakinan akan adanya Allah yang bisa menolongnya dalam setiap kondisi dan keadaan.

Dalam shalat tahajjud merupakan juga meditasi seperti dalam yoga karena juga memusatkan pikiran, hati dan aktivitas seluruh tubuh kita dan juga ayat al Qur’an yang apabila dibaca pada keheningan malam bisa menimbulkan efek meditasi yang kuat. Bahkan menurut al Qadhi di klinik besar Florida AS berdasarkan penelitiannya bahwa bacaan al Qur’an mempunyai pengaruh besar terhadap ketenangan jiwa, ketentraman, serta mampu menurunkan depresi dan kesedihan seseorang hingga mencapai 97% (hal. 116).

Agar Shalat Tahajjud Berdampak Positif Terhadap Kesehatan

            Perlu diketahui bahwa shalat tahajjud tidak bisa berdampak positif terhadap kesehatan. Jika ketika melakukan ketaatan selalu dibumbui dengan niat yang salah. Aspek medis dalam konteks ini, sebenarnya hanyalah implikasi dari aspek spritual-transendental seseorang. Apabila aspek transendentalnya berjalan lurus dan dengan niat tulus dan ikhlas dan mengharap ridha-Nya, sehingga mampu mendekatkan diri kepada Allah Swt., maka berdampak pula terhadap medis yang menyembuhkan. Namun, jika yang menjadi tujuan utama adalah aspek lain, maka dapat melahirkan hasil yang kurang maksimal.

Agar Bangun Pada Sepertiga Malam

Di dalam buku ini juga diberikan trik-trik khusus agar bisa bangun malam diantaranya tidur lebih awal, wudhu dan minum air, niat yang sungguh-sungguh, membaca ayat al Qur’an, berdoa sebelum tidur dan tidur dengan posisi badan menghadap kekanan (hal. 178-181).

Buku ini sangat cocok dibaca bagi orang yang memiliki masalah kesehatan, baik itu kesehatan jasmani maupun rohani. Karena dengan shalat tahajjud-lah tubuh kita menjadi sehat. Sebagaimana yang telah dibuktikan oleh para ilmuan yang melakukan penelitian.

Selamat membaca….

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,56 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di SD IT Tarbiatul Aulad, tinggal di Barabai, Kalimantan.

Lihat Juga

Menristekdikti saat mengunjungi laboratorium Dr Warsito (Foto: M Reza Sulaiman/detikcom)

Menristek Minta Kemenkes Lakukan Pendampingan, Bukan Menutup Klinik Dr Warsito

Organization