Home / Berita / Nasional / Tahfizh dan sedekah

Tahfizh dan sedekah

Oleh Ustadz Yusuf Mansur

yusuf mansurdakwatuna.com – Masjid Istiqlal, 2 Juni 2013, berlangsung kegiatan dakwah, dengan tajuk Indonesia Bertadabbur Qur’an. Kerja sama antara Lembaga Tadabbur Qur’an Internasional, dengan Ustadz Zaitun dari Wahdah Islamiyah, Ustaz Bachtiar Nasir dari ar-Rahman Qur’anic Learning Center (QLC), dan PPPA Daarul Qur’an.

Alhamdulillah, tidak tanggung-tanggung ulama senior dari Arab Saudi, Syeikh Naseer al Omar, yang juga merupakan Sekjen Ulama Internasional, turut menghadiri perhelatan yang diikuti sedikitnya 25 ribu jamaah ini. Syeikh Naseer al Omar juga merupakan Ketua Umum Lembaga Tadabbur Internasional.

Alhamdulillah, saya jelaskan, atas izin Allah, di Masjid Istiqlal, saat saya mendapatkan kesempatan menjelaskan hubungan antara membaca, menghafal, mentadabburi (merenungkan, memikirkan, menjiwai, meresapi, merasakan), dan beramal dengan Qur’an.

Saya mengambil contoh dengan bidang yang insya Allah sangat dekat dengan bidang saya, yakni tahfizh dan sedekah.

Saya sodorkan, ketika kita menghafal, misalnya, ayat tentang sedekah, atau sekadar membacanya, apakah benar-benar sekadar membaca dan menghafalnya?

Atau memikirkannya, larut dalam ayat-ayat sedekah, merenungkan, dan kemudian terdorong mengamalkannya? Jika iya, maka terjadilah pembelajaran, pemahaman, plus pengamalan yang integral.

Nggak cuma membaca, nggak hanya menghafal, nggak cuma mempelajari. Tapi juga mengamalkan. Inilah sesungguhnya puncak dari mempelajari Alquran, dan mengamalkan.

Adalah Pak Eman, yang saya panggil dengan izin Allah ke panggung. Beliau saya bacakan ayat tentang sedekah: man jaa-a bil hasanati falahuu ‘asyru amtsaalihaa. Siapa yang bersedekah akan dibalas 10 kali lipat.

Sebagaimana biasa, saya memberikan tantangan kepada beliau, ada berapa duit di kantong? Ayo coba keluarkan. Alhamdulillah, di dompetnya ada Rp 884 ribu.

Saya pisahkan, Rp 84 ribu dan Rp 800 ribu. Lalu saya tanya, pilih sedekah yang mana? Kalo Rp 800 ribu, maka akan menjadi Rp 8 juta. Kalo Rp 84 ribu, maka menjadi Rp 840 ribu. Alhamdulillah Pak Eman memilih Rp 800 ribu.

Di luar dugaan, Syeikh Naseer al Omar memanggil saya. Saya turun dari panggung. Beliau bilang, dalam Bahasa Arab, “Saya mau kasih hadiah buat orang ini, 3.000 riyal Saudi.” Lalu ucapan ini diralatnya. Beliau ubah menjadi 1.000 dolar AS. Subhanallah...

Betapa kalau membaca dan memahami ayat Al-quran, lalu mengamalkannya, akan terjadi sesuatu yang luar biasa…

Insya Allah, dengan izin Allah, Lembaga Tadabbur Qur’an Internasional, akan hadir di banyak kota di Indonesia. Akan dibuka cabang-cabangnya. Melengkapi gerakan dakwah tahfizh Qur’an. Allahu Akbar. Allah yang menyempurnakan.  (dz/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pasar Merespons Positif Aksi Damai Bela Al-Quran 4 November