03:29 - Kamis, 24 April 2014

Innalillahi! Korban Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia Capai 4 Juta Orang

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 02/06/13 | 09:49 | 23 Rajab 1434 H

narkobadakwatuna.com – Jakarta.  Salah satu ancaman terhadap NKRI bukan hanya datang dari pihak-pihak yang secara langsung dan terlihat merongrong stabilitas negara ini. Namun ada satu ancaman yang secara kasat mata tidak mendapat porsi yang sesuai, masih dianggap permasalahan biasa, yaitu Narkoba.

Padahal, kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), warga negara Indonesia yang telah menjadi korban penyalahgunaan barang haram ini angka nya telah mencapai lebih dari 4 juta jiwa. Bayangkan, angka 4 juta jiwa bukan angka yang kecil.

“Indonesia saat ini sedang prihatin karena menghadapi permasalahan 4 juta korban penyalahgunaan narkoba yang saat ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Kepala BNN Irjen Pol Anang Iskandar dalam keterangan persnya, Sabtu (1/6/2013).

Anang mengatakan, dari 4 juta korban penyalahgunaan narkoba, hanya sedikit yang mendapat pelayanan terapi dan rehabilitasi. Jumlahnya hanya sekitar 18.000 orang atau 0,47% .

Menurutnya, narkoba telah berkembang ke seluruh penjuru Tanah Air bahkan sampai ke desa-desa. Diskotik dan tempat hiburan malam sudah menjadi tempat lazim peredaran narkoba. Bahkan ada desa atau kampung yang menjadi tempat berkumpulnya penjual narkoba, termasuk lapas menjadi tempat mengkonsumsi narkoba.

“Korbannya tidak hanya mereka yang broken home, tetapi sudah menjalar pada keluarga harmonis dan menyasar semua tingkatan usia dan profesi yang ada di negeri,” jelas Anang.

Karena itu menurut Anang, dari keprihatinan tersebut harus disadari bahwa sepenuhnya perang melawan narkoba harus dilakukan secara bersama sama. Perlu didorong terbangunnya budaya merehabilitasi penyalah guna narkoba secara sukarela, menanamkan keyakinan prevention better than cure, dan menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menjadi pelaku dalam gerakan masyarakat merehabilitasi korban penyalah guna narkoba.

“Tanpa kepedulian kita semua terhadap permasalahan narkoba yang ada saat ini, maka Indonesia dihadapkan pada kehancuran masa depan bangsa. Sekali lagi, Kita tidak bisa perang melawan narkoba sendirian,” pungkas Anang.

Secara khusus peran ulama menjadi sangat penting untuk memberikan peringatan kepada seluruh umat tentang bahaya narkoba yang sudah sedemikian merajalela. Dakwah tentang bahaya narkoba harus segera disampaikan, dan kerjasama dari semua pihak menjadi sangat penting untuk segera dijalin.  (rm/dtk)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
89 queries in 1,083 seconds.