02:10 - Selasa, 02 September 2014

Kenaikkan BBM Akibat Kesalahan Pemerintah Mengelola Keuangan Negara

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 31/05/13 | 18:48 | 22 Rajab 1434 H

Pks bersama Rakyat Tolak harga bbm bersubsidi naik !dakwatuna.com – Jakarta. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam  menyatakan bahwa dalam postur RAPBNP 2013 total belanja Negara mengalami peningkatan sebesar 46 Triliun diakibatkan karena kesalahan pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

“Kesalahannya karena pemerintah tidak mampu mengalokasikan secara berkelanjutan  kekurangan bayar subsidi BBM. Kekurangan bayar tahun 2010 sampai tahun 2012 dibebankan dalam tahun anggaran 2013. Ini merupakan bentuk ketidakadilan pengelolaan anggaran., “kata Ecky di DPR, Jum’at (31/5)

Ecky menyatakan, jumlah yang harus ditanggung akibat kurang bayar subsidi pada RAPBNP 2013 sebesar 36.9 Triliun yang terdiri untuk kurang bayar subsidi BBM sebesar 16.1 triliun, kurang bayar subsidi listrik 19.1 triliun dan kurang bayar subsidi pupuk sebesar 1.7 triliun.

“Pemerintah di tahun-tahun sebelumnya tidak match antara penerimaan tidak berbanding dengan pengeluaran Negara. Sehingga melakukan ketidakadilan terhadap pengelolaan keuangan negara dengan membebankan belanja tahun-tahun sebelumnya pada RAPBNP 2013. Ini merupakan kesalahan pemerintah dalam pengelolaan keuangan Negara,’ ujar Ecky.

Karena itu, Ecky mendesak pemerintah mengambil tanggung jawab pengelolaan subsidi migas. Menurut Ecky, Pemerintah harus lebih kreatif dalam memberikan alternatif-alternatif lain untuk tidak menaikkan harga BBM. Agar pemerintah tidak melakukan pengulangan kesalahan yang disengaja.

“Salah satu alternatif adalah dengan asumsi penerimaan menurun tetapi belanja konstan sesungguhnya kenaikan BBM dapat dihindari. Asumsi 30 trilyun yang digunakan sebagai pengurang subsidi dapat ditutup melalui SAL. Namun tetap harus diseimbangkan agar deficit tetap terjaga di bawah 3 persen. Kalaupun itu harus ter koreksi maka belanja KL harus menurun sebanyak 30 trilyun,” tutup Ecky. (sbb/hfpks/dakwatuna.com)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (1 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
89 queries in 1,402 seconds.