00:07 - Sabtu, 01 November 2014
Gunawan Alfarizi

Belajar Menyadari Kesalahan Diri Sendiri

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Gunawan Alfarizi - 31/05/13 | 09:30 | 22 Rajab 1434 H

kesalahandakwatuna.com - Segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada satupun yang bisa luput dari pengawasan Allah SWT, begitu juga dengan diri kita, Allah lah yang senantiasa menatap dan melihat apa yang kita lakukan didunia ini, dan Allah pun telah mengutus dua sosok malaikat yang kehadirannya tidak kita ketahui yang selalu setia mengabdikan dirinya untuk menjalan setiap perintah Allah SWT untuk mencatat segala amal baik dan buruk yang kita kerjakan. Maka disadari atau tidak kita ini adalah insan yang tidak akan pernah bisa luput dari kesalahan sekecil apapun, baik itu kesalahan yang sengaja kita lakukan ataupun kesalahan yang tidak kita sadari kehadirannya didalam kehidupan kita. Kesalahan yang kita pun lakukan bervariasi baik itu kesalahan kita terhadap diri sendiri, teman, saudara, orang tua, bahkan kesalahan kita kepada Allah SWT. Islam mengajarkan dengan begitu indahnya manakala kita melakukan suatu kesalahan dan kita menyadari akan kesalahan yang kita lakukan teserbut, maka sudah seharusnya kita mengintrospeksi dan menghisab diri kita sendiri dan bertaubat agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Menyadari kesalahan yang kita perbuat tentu bukanlah hal yang mudah dilakukan manakala kita tidak menyeratakan elemen hati yang bersih dari segala prasangka dan keburukan yang ada dan akhirnya ketika kita tahu bahwa kesalahan yang kita lakukan sudah teramat fatal dan kronis barulah muncul penyesalan yang teramat sangat. Memang begitulah penyesalan, selalu hadir belakangan. Tetapi ada juga mereka yang ketika melakukan suatu kesalahan kemudian dengan berani mau mengakui kesalahan yang dilakukan dengan tulus ,dan berjanji menjadi insan yang lebih baik lagi dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak Adam pasti ada salahnya dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Lantas apa yang bisa menyebabkan seseorang berani untuk menyadari kesalahan dirinya sendiri:

1. Ketika seseorang mendapatkan cobaan dan ujian.

Cobaan dan Ujian yang datang menghadang adalah cara Allah SWT dalam menyadarkan agar hamba-Nya bisa kembali kejalan yang benar. Biasanya seseorang akan benar benar kembali mengingat Allah dan menyadari kesalahan yang dilakukan manakala ia sedang benar benar berada diunjung tanduk, dimana tidak ada lagi orang yang mampu menolongnya melaikan hanya Allah SWT yang punya kuasa untuk menolongnya dengan cara yang tidak disangka sangka. Maka sudah sepatutnya diri kita menjadikan cobaan dan ujian yang Allah berikan sebagai sarana sekaligus undangan khusus agar kita senantiasa berada dalam jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah: 214)”.

2. Ketika seseorang mendapatkan hidayah

Hidayah bisa datang dari mana saja layaknya  cobaan dan ujian yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya. Karena sungguh Allah lah Yang Maha Kuasa memberikan hidayah kepada setiap hambaNya yang telah Ia pilih. Hidayah bukanlah sesuatu yang sekedar dinanti, tetapi ia akan benar benar bisa kita dapatkan manakala kita memiliki kesadaran diri untuk mencarinya, yaitu ketika kita sedang membaca Al-Qur’an ataupun melihat kejadian kejadian yang membuat kita mampu untuk menyadari kesalahan yang kita lakukan. Karena sungguh Allah lah Yang Maha membolak balikan hati kita.

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al-Qashash: 56).

3. Ketika ada orang yang setia memberikan nasehat.

Kehadiran orang orang shaleh didalam kehidupan kita merupakan bagian yang penting, setidaknya dengan kita sering berkumpul dengan orang orang shaleh akan membuat kita semakin giat untuk melakukan amal shaleh pula. Nasehat-nasehat yang indah dan menyejukkan hati yang berasal dari al-quran dan hadist yang disampaikan dengan cara yang indah akan lebih mudah untuk kita serap dan masuk kedalam hati kita dan membuka hati kita untuk sadar akan setiap perbuatan yang kita lakukan selama ini.

Maka mulai saat ini, janganlah malu untuk menyadari akan kesalahan yang kita perbuat, memohon maaf kepada sesiapa saja yang pernah tersakiti oleh diri kita, dan juga memohon ampunan agar senantiasa diberikan pintu Taubat oleh Allah SWT. Jangan sampai kita masuk kedalam lubang kesalahan yang sama, cukup sudah kesalahan yang telah pernah hinggap diepisode kehidupan kita menjadi sebuah pelajaran yang berharga dimasa yang kini kita jalani. Teruslah mengajak diri dan hati untuk selalu menghisab setiap perbuatan yang dilakukan, karena bisa jadi banyak kesalahan yang tidak kita sadari yang berdampak buruk pada diri kita.

Wallahualam Bissawab

Gunawan Alfarizi

Tentang Gunawan Alfarizi

Gunawan alfarizi, saat ini berprofesi sebagai mahasiswa ekstensi s1 teknik telekomunikasi Institut Sains Dan Teknologi Nasional 2011 dan juga bekerja sebagai engineer on site disalah satu perusahaan BUMN dibidang telekomunikasi,… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Aisyah

Topik:

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 3,50 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
65 queries in 2,050 seconds.