Home / Berita / Nasional / Said Aqil Siradj: BLSM Sekadar Obat Masuk Angin

Said Aqil Siradj: BLSM Sekadar Obat Masuk Angin

Ketua Umum PBNU, Said Agil Siroj. (inet)
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj. (inet)

dakwatuna.com – Bandung. Ketua PB Nahdlatul Ulama (NU), Said Agil Siradj tak mempermasalahkan rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan Juni mendatang.

Hanya saja dia meminta kompensasi yang diberikan benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Secara khusus, Said Agil menyoroti pemberian bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

“BLSM itu belum menyelesaikan masalah. Hanya obat minyak angin, seperti remason,” tandasnya usai penandatangan kerjasama PB NU dengan PT Pos Indonesia (Persero) di Bandung, Rabu (29/5) kemarin.

Menurut dia, persoalan yang harus menjadi atensi pemerintah terkait kebijakan tak populer itu adalah dinamika harga barang kebutuhan pokok di lapangan. Jangan sampai harga-harga naik tak terkendali.  Ditegaskannya, kenaikan harga BBM harus sebanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Harus ada subsidi silang, dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil. Kita setuju harga BBM naik tapi ada harga lain (yang dirasakan), seperti harga kebutuhan pokok dimurahkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, proses penyaluran kompensasi juga harus lebih baik. Di antaranya jaminan pemberian kompensasi itu memang sesuai peruntukannya. “Kompensasi nya harus tepat sasaran, BLSM, subsidi pendidikan, pupuk, dan banyak yang lain,” tandas Said Agil.

PB NU sendiri memahami langkah pemerintah menaikkan harga BBM. Salah satunya opsi itu untuk mencegah kebangkrutan negara. Tak bisa pula, anggaran yang ada digunakan terus menerus hanya untuk membayar subsidi bahan bakar yang berpotensi semakin besar karena pengaruh harga minyak dunia. (sd/smc)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pertamina Tak Transparan, Jokowi Curangi Rakyat