Home / Narasi Islam / Resensi Buku / 20 Sifat Allah

20 Sifat Allah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

20Judul buku: 20 Sifat Allah

Penulis: Nur Khoiro Umatin

Penerbit: Cempaka Putih

Tahun terbit: 2009

Tebal: 72 hlm

dakwatuna.com Sebagai seorang muslim, satu hal paling dasar yang harus kita imani adalah Allah subhanahu wata’ala seperti disebutkan dalam rukun iman. Maka bagian utama yang harus kita imani adalah Sang Pencipta kita yaitu Allah SWT. Kalau kita ditanya, “Siapakah Allah?” maka beragam jawaban dapat kita sampaikan. Allah adalah pencipta. Allah adalah Tuhan yang wajib kita sembah. Allah adalah Tuhan yang tidak ada selain Dia. Banyak jawaban yang dapat kita berikan. Akan tetapi, apabila pertanyaannya, “Bagaimanakah Allah?” Maka jawaban tidak akan mudah kita lontarkan.

Dalam sebuah ayat, Nabi Musa pernah menyampaikan keinginanya untuk mengenal Allah. Dia ingin melihat Allah dengan mata kepalanya. Bukan karena tidak percaya kepada Allah melainkan untuk memperkuat keyakinan kepada-Nya. Akan tetapi, Allah menjawab, “Perhatikanlah gunung itu. Kalau gunung itu tetap berdiri tegak ditempatnya, Kamu akan dapat melihat-Ku.” Sesaat kemudian Allah memperlihatkan diri-Nya kepada gunung itu dan gunung itu pun hancur. Gunung itu tidak kuat melihat zat Allah. Akhirnya, Nabi Musa sadar bahwa ia tidak akan mampu melihat zat Allah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Tafakkaruu fil Khalqi walaa tafakkaruu fil khaliqii”. Pikirkanlah tentang makhluk dan jaganlah kamu berfikir tentang Sang Pencipta.

Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar di segala tempat dan segala bidang kehidupan kita. Pada semua hal itulah, Allah mengajak kita untuk berfikir dan merenungkan bahwa Allah memiliki sifat-sifat tertentu yang dengan sifat-sifat itu Allah memelihara kita, memelihara bumi dan seisinya, dan memelihara langit beserta isinya. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan penggantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (Ali-Imran [3]: 190). “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sa-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”. (Ali-Imran [3]: 191).

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 3,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Alumni Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa angkatan IV. sekarang menjadi volunteer sebagai Sekretaris KLIPNUS (Klinik Pendidikan Nusantara) menangani Training untuk Guru dan Siswa. serta KLIPNUS memiliki rumah baca yang disebut Kolong Ilmu. beberapa kegiatan kami diantaranya Indonesia Ceria dan Training for Teacher. Semoga Kami senantiasa bermanfaat. Klipnus : Build Better Indonesian Education

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah

Organization