Home / Berita / Nasional / DPR Apresiasi Penghargaan dari FAO

DPR Apresiasi Penghargaan dari FAO

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa. (fraksipks.or.id)
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa. (fraksipks.or.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota Komisi IV DPR RI Habib Nabiel Almusawa mengapresiasi penghargaan yang akan diberikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agricultural Organizations / FAO) kepada Indonesia atas keberhasilan mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) dalam upaya mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

Penghargaan ini nantinya dapat menjadi motivasi pemerintah dan juga masyarakat, khususnya bagi kemajuan pertanian nasional kita, untuk semakin membuktikan kepercayaan dunia itu. Bahwa kita sebagai sebuah bangsa dapat mandiri dan berdaulat pangan dengan melakukan swasembada pangan berbasis lokal. “Bukan penghargaannya yang penting tapi substansi di balik itu bahwa kita sudah berada pada arah pembangunan pertanian yang benar,” ujar Habib di Jakarta, Rabu (29/5).

Keberhasilan Indonesia melawan kemiskinan dan kelaparan salah satu faktor nya adalah keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi pangan lewat program ketahanan dan kedaulatan pangan. Selain itu, Indonesia juga dianggap berhasil mengkombinasikan program peningkatan produksi makanan dan pemberian proteksi sosial kepada yang mereka membutuhkan sekaligus.

Salah satu program Kementerian Pertanian yang dinilai membantu mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan adalah Program Desa Mandiri Pangan (demapan) untuk mengurangi rawan pangan dan gizi melalui pendayagunaan sumber daya, kelembagaan dan kearifan lokal pedesaan.

Selain itu, menurut jebolan magister IPB ini, program diversifikasi pangan berbasis lokal harus terus disosialisasikan dan digalakkan di masyarakat, karena setiap daerah memiliki potensi pangan lokal yang berbeda-beda.

Contoh di wilayah timur yang secara geografis didominasi oleh hutan hujan tropis, variasi bahan pangan pokok makin beragam, sebab kebanyakan bahan pokok diambil dari hutan tanpa adanya proses pengelolaan bahan pangan tersebut dari awal, dengan kata lain masyarakat Indonesia di wilayah timur banyak yang menggantungkan bahan pangan pokoknya dari hasil hutan, seperti sagu, umbi, dan sorgum.

“Tapi  sekarang sebagian besar masyarakatnya sudah beralih mengkonsumsi beras”. Ujar Habib Nabiel.

Hal ini membutuhkan kerja keras dan komitmen dari semua pihak untuk mengedukasi masyarakat agar ikut andil dalam program pemerintah demi mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Pungkasnya. (dht/sbb/dakwatuna.com)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

MITI Klaster Mahasiswa Sosialisasikan Kawasan Rumah Pangan Lestari