19:25 - Kamis, 23 Oktober 2014

Fatin, Sang Idola Yang Religius, Rajin Mengaji dan Berbakti Pada Orang Tua

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 29/05/13 | 08:09 | 20 Rajab 1434 H

fatin shidqia lubisdakwatuna.com – Setelah menjuarai X Factor pertama Indonesia, nama Fatin Sidqia Lubis mendadak terkenal dan menjadi perbincangan dimana-mana. Fatin memang di takdirkan untuk terkenal lewat kemampuannya mengolah suara dan penampilannya, sebagai mana nama pemberian orang tuanya ‘Fatin’ yang berarti  “orang yang memikat orang lain dengan perkataan atau perbuatannya’.

Namun ternyata daya tarik Fatin bukan hanya karena suara khasnya, namun penampilan Fatin yang mengenakan Jilbab tak pelak mengisi tempat tersendiri di hati penggemarnya.  Tak banyak memang remaja yang tampil di ajang tarik suara dengan penampilan seperti Fatin, tetap istiqamah mengenakan busana muslimnya. Biasanya kita akan disuguhkan dengan tontonan yang penuh dengan buka-bukaan aurat sebagai daya tarik lain, bahkan tidak sedikit peserta yang memiliki olah suara yang pas pasan berani tampil dengan mengandalkan penampilan yang ‘maaf’ sedikit buka-bukaan.

Pujian pun datang dari banyak pihak. Ketua MUI bidang seni dan budaya, KH. A. Cholil Ridwan berkirim surat memuji dan memberikan nasihat agar Fatin tetap istiqamah berjilbab.

“Sudah tahan gangguan, godaan dan cobaan, insya Allah,” kata Fatin menanggapi pujian dan nasihat sang ulama.

Pujian juga datang dari wartawan Prancis yang kebetulan datang ke Indonesia untuk meliput salah satu Juri X Factor, Anggun C Sasmi.  Dua wartawan Prancis yang datang ke Indonesia mengatakan kagum dengan Fatin yang memiliki suara khas dan menutup auratnya dengan berkerudung.

Padahal, Fatin mengenakan jilbab bukan semenjak kanak-kanak tapi baru ketika dia mulai memasuki Sekolah Menengah Atas.  Sebagai mana dituturkan sang ayah Bahari Lubis. Bahari punya cara tersendiri, yaitu memberikan sebuah buku tentang agama. “Saya gak pernah memaksa, waktu itu saya cuma kasih buku biar dia paham bahwa agama itu bukan hanya kewajiban saja, tapi juga kebutuhan,” ujar Bahari.

Dari membaca buku itu dan setelah diberikan pemahaman, sejak itulah Fatin memutuskan untuk berhijab. “Waktu awal-awal masuk SMA dia memutuskan pakai jilbab, walaupun sempat di awal-awal mengenakan jilbab, dia sempat melepas jilbabnya” jelas Bahari.

Sejauh ini kata Bahari, meski Fatin sudah jadi idola, dia tak lantas akan melepas jilbabnya. “Sampai sekarang dia malah gak mau lepas kerudung,” pangkas nya.

Salah satu rutinitas Fatin yang jarang sekali dilakukan remaja seusianya dan sampai saat ini masih dijalankan dengan istiqamah adalah mengaji. Dikisahkan Bahari bahwa Fatin hampir setiap hari mengaji usai shalat Maghrib berjamaah dan makan malam bersama keluarga.

“Setelah itu Fatin mengaji dan Isya dia sudah pulang, begitu setiap hari,” ujar Bahari

Di saat anak-anak seusianya lebih senang bermain, Fatin justru tetap rajin datang mengaji. Padahal kata Bahari, dirinya tidak pernah memaksa Fatin untuk selalu mengaji.

“Di pengajian itu memang jarang ada anak seusia Fatin mengaji, anak SMP saja yang ngaji di situ sudah jarang, paling anak-anak SD. Tapi Fatin masih mau mengaji,” pungkas.

Kehidupan religius yang diterapkan keluarga Fatin, ternyata membentuk Fatin menjadi seorang anak yang berbakti pada orang tuanya. Dengan bergelimangnya hadiah yang didapat setelah menjuarai X Factor Indonesia, tidak serta merta membuat Fatin lupa diri dan berfoya-foya. Justru uang tersebut bukan dipergunakan untuk kesenangan pribadi sebagai mana layaknya anak-anak seusianya, tetapi diberikan kepada kedua orang tuanya untuk biaya naik haji.

“Duitnya sih buat berhaji mama dan papa, meski masih beberapa tahun lagi,” ujar Fatin usai dipilih penonton sebagai pemenang X Factor Indonesia di Hall D, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5) dini hari. Fatin, tetaplah berkarya dan Istiqamah, semoga dikemudian hari bisa berdakwah lewat olah suara. (chi/am/jpnn)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (10 orang menilai, rata-rata: 9,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
64 queries in 1,475 seconds.