Home / Berita / Nasional / Jelang Ramadhan dan Lindungi Petani Lokal, Pemerintah Batasi Impor Bawang Merah

Jelang Ramadhan dan Lindungi Petani Lokal, Pemerintah Batasi Impor Bawang Merah

bawang merahdakwatuna.com – Medan.  Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, akan membatasi impor untuk komoditi bawang merah pada Juli-Agustus 2013 mendatang. Pembatasan impor ini ditujukan untuk melindungi harga jual bawang merah petani lokal, saat masuknya panen raya.

Apalagi ada kemungkinan pasar domestik akan diserang oleh pasokan Bawang Impor, akibat tingginya permintaan di waktu tersebut, karena bersamaan dengan masuknya momentum hari besar keagamaan nasional.

“Perkiraan kita, pada periode itu akan terjadi panen raya di sentra-sentra pertanian bawang. Seperti di Brebes Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Maka itu kita tidak ingin petani kembali dirugikan akibat pasokan Impor. Apalagi perkiraan kita akan ada kenaikan harga karena mendekati Ramadhan dan Lebaran.” ujar Kasubdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Domestik Kementerian Pertanian RI, Yogarini Pramati, Senin (27/5/2013).

“Keran impor hanya akan dibuka, jika memang sangat mendesak, dan kebutuhan di luar kapasitas produksi petani. Itu pun tanpa kuota, dan hanya melalui dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Belawan Medan, dan Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makasar,” tambahnya.

Dibatasinya pintu masuk impor pada dua pelabuhan itu menurut Yogarini, disesuaikan dengan pola distribusi bawang yang ada saat ini. Dimana selama ini distribusi komoditi bawang dilakukan melalui sentra pertanian di Pulau Jawa, untuk hampir seluruh Indonesia.

“Kita memang tidak ingin bawang impor masuk ke Jawa. Karena di sini sentra pertanian Bawang Merah terbesar. Kalau di Sumatera Utara memang ada juga, tapi tidak terlalu luas, dan tidak akan berdampak sistemik terhadap harga, jika pasokan impor masuk. Maka itu kita pilih pelabuhan Belawan dan Soekarno-Hatta. Tapi itu pun kan tetap kondisional.” tuturnya.

“Yang penting kita ingin petani bawang kita diuntungkan, agar mereka terdorong untuk meningkatkan produksi. Kalau produksi mereka banyak, tentunya kita tidak akan kembali didera dilema impor seperti kemarin,” katanya.

Pemerintah sendiri menurut Yogarini, berkeyakinan jika pasokan lokal hasil panen raya, akan mampu menutupi kebutuhan saat Ramadhan dan lebaran mendatang. Hanya saja perlu upaya dari sejumlah pihak, untuk menjauhkan sistem distribusi bawang merah, dari aktivitas spekulasi, yang sering kali dilakukan sejumlah pihak, saat masuknya momen penting yang ditandai dengan meningkatnya permintaan.

“Saya pikir produksi kita bisa mencapai rata-rata 800 ribu ton per tahun. Kalau konsumsi sesuai dengan ekspektasi kita, kita masih bisa surplus 100 ribu ton. Maka itu tata niaga nya harus dijaga dengan baik. Kita semua harus saling proaktif untuk mengantisipasi munculnya spekulan. Khususnya pemerintah daerah,” tutupnya. (ws/okz)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Muhasabah Ramadhan