Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Allah mengingatkanku lewat semut

Allah mengingatkanku lewat semut

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

semutdakwatuna.com Menjelang tidur malam itu, aku membaca buku sambil latihan menjawab pertanyaan yang ada. Kala asyik-asyiknya membaca, ada sesuatu yang menggangguku. Semut hitam kecil. Awalnya ku anggap biasa saja, mungkin memang kebetulan dia sedang ada disana dan permisi numpang lewat. Tapi ternyata dugaan ku salah, tak hanya satu semut, namun banyak semut yang mengganggu. Setelah dicek… Astaghfirullah ternyata banyak semut yang berseliweran di atas kasurku.

Seketika ku termenung, ini sudah yang ke sekian kalinya semut menggangguku. Dan selalu terjadi ketika aku telah melakukan kesalahan atau dosa-dosa yang mungkin saat itu ku anggap sepele. Kali ini aku benar-benar dibuat bingung. Ya Allah… apa lagi ini? Dosa apa yang telah ku lakukan sehingga kembali Engkau kirimkan pasukan semut untuk mengingatkanku. Alhasil malam itu juga aku pindah tidur di lantai beralaskan kasur santai yang ku miliki.

Sambil merenung, ku pun banyak-banyak beristighfar. Mengevaluasi diri. Aku menyadari bahwa diri ini tak luput dari dosa dan kemaksiatan yang dilakukan secara sadar dan tak sadar. Lupa evaluasi diri, terlena dengan situasi. Lupa bahwa diri harus selalu waspada pada setiap dosa yang tak tampak.

Ya… kadang sebagai seorang hamba, kita sering terlupa dan tak sadar telah melakukan dosa. Dan Allah pun punya cara tersendiri untuk memberi pelajaran dan peringatan kepada hamba-Nya, mesti hanya lewat semut.

Makna yang ditanggap hamba dari kehadiran semut tersebut bisa baik atau buruk. Meskipun begitu, baik atau buruknya kejadian yang menimpa seorang hamba, tetap juga semua itu adalah buah dari perbuatan yang dilakukannya. Hanya orang-orang yang berpikirlah yang dapat memetik hikmah dari setiap kejadian dalam hidupnya. Mengambil hikmah dengan senantiasa mengevauasi diri dan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah.

Ya Allah perbaikilah agamaku sebagai penjaga urusanku, perbaikilah duniaku untukku karena ada kehidupanku di sana, perbaikilah akhiratku untukku karena di sanalah tempat kembaliku, Ya Allah jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematian adalah istirahatku dari segala keburukan…”

Aamiin ya Rabbal alamiin…

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 7,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mira Afniwar, S.TP
Mira Afniwar, kelahiran 27 September 1984 adalah anak kedua dari bapak Azwar (alm) dan Ibu Firmawati. Merupakan alumni dari Teknologi Pertanian Unand angkatan 2002, yang saat itu masih di bawah naungan Fakultas Pertanian Unand. Aktifitas sekarang adalah menjadi pengelola dan tenaga pengajar di TabelQu ( Taman Belajar Qualitan), bimbel rumahan yang memakai konsep belajar sambil bermain. Jadi jangan heran ketika berkunjung ke TabelQu akan menemukan anak yang belajar dan anak yang bermain. Konsep belajar yang membuat anak-anak belajar tanpa beban namun tetap terpacu untuk berprestasi. Selain mengajar, penulis juga punya usaha jahitan di rumah.

Lihat Juga

Kabut asap pekat masih terus menyelimuti kota-kota di Kalimantan Timur. (citraindonesia.com)

Kembali ke Jalan yang Benar