Home / Berita / Nasional / Politikus PKS: Tunggu Fatin Dewasa, Kami Ajak jadi Kader

Politikus PKS: Tunggu Fatin Dewasa, Kami Ajak jadi Kader

Fatin Shidqia Lubis
Fatin Shidqia Lubis

dakwatuna.com – Jakarta. Pesona Fatin Shidqia Lubis memang luar biasa. Pasca menjuarai X Factor Indonesia, dukungan dan ucapan selamat mengalir dari banyak pihak. Salah satu dukungan datang dari Partai Islam.

Bahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang menjadikan pemenang ajang bernyanyi X Factor Indonesia, Fatin Shidqia Lubis sebagai simpatisan partai.

Namun demikian PKS tidak akan mengajak Fatin menjadi simpatisan untuk saat ini. “Kami belum berpikir melirik Fatin. Fatin kan masih remaja, biarlah dia menjadi dewasa dulu baru kita ajak jadi simpatisan kita,” ujar Ketua DPP PKS Nasir Djamil kepada JPNN, Sabtu (25/5).

Nasir mengatakan, kader PKS di daerah memberikan dukungan kepada perempuan kelahiran 30 Juli 1996 tersebut. “Dukungan untuk Fatin dari kader PKS karena ingin penyanyi berjilbab juga bisa berprestasi,” kata dia.

Bahkan anggota Komisi III DPR itu menyebut Fatin sebagai salah satu aset bangsa Indonesia dan umat Islam di bidang seni suara.

Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Humas DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya belum berpikir untuk mengajak Fatin menjadi simpatisan partai. “Kami dukung Fatin milik semua. PKS sudah gembira fenomena jilbaber tetap bisa berprestasi,” kata Mardani.

Menurut dia, meski tidak menjadi seorang simpatisan, Fatin bisa mengisi acara partai yang kini dipimpin Anis Matta tersebut. “Boleh saja. Asal profesional,” ujar Mardani. (gil/jpnn)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,07 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • YoPs

    hadeeehh.. PKS mbersihin namanya dulu deh sebelum nyeret2 nama orang lain. dalam bentuk pujian sekalipun.
    sudah banyak protes yang muncul dari pihak2 yang merasa pesaing Fatin, ND jauh lebih berhak menjadi pemenang berdasarkan kualitas suara & profesionalitas bernyanyi. dan mereka beranggapan bahwa Fatin menang hanya karena jilbab nya didukung oleh penduduk agama mayoritas Indonesia.
    Jangan malah bikin makin keruh suasana dengan membenarkan bahwa Fatin dipilih (oleh banyak kader PKS) karena jilbabnya, & bukan karena suaranya, sedangkan X-Factor adalah perlombaan menyanyi.

    • wessss…sabarrr pakkkk…..hanya yang telinganta bermasalah yang bilang suara fatin ga bagus….ND bagus tapi biasa kalo fatin bukan cuman bagus tapi berkarakter…unik…jilbab itu nilai plusnya….kan jelas siapa yang konsiten dijalan allah akan allah ridho dia….dan disini fatin konsisten tidak terbuai dunia hiburan yang penuh dengan buka2n….maaf..its my opinionn….

      • YoPs

        yakin kader PKS (yang sebagian besar beragama Islam) yang mengsms lebih banyak karena “suara fatin bukan cuman bagus tapi berkarakter…unik” atau karena “siapa yang konsiten dijalan allah akan allah ridho dia….dan disini fatin konsisten tidak terbuai dunia hiburan yang penuh dengan buka2n”

        Eh, saya di posisi netral ya.. bukan membela/penggemar ND atau Fatin… nonton X factor aja jarang. tapi pendapat diatas banyak muncul di halaman FB saya.

    • X Factor bukan kontes menyanyi tapi kontes pencarian dukungan lewat SMS

  • Dudung Sam

    Jadi Istri muda apa kader?

  • Iya tunggu dewasa dulu, kalau sudah dewasa dan bodynya seksi seperti Vitalia Sesha baru dijadikan kader oleh PKS. Kalau masih anak-anak itu sih seleranya Syekh Puji.

    • Perkataan yang kotor biasanya mencerminkan orangnya…Maaf
      Mudah2n masih ada kata2 yang tidak menjatuhkanya dalam dosa berprasangka buruk kpd oranglain…wawlahualam..

      • Iya perkataan kotor mencerminkan orangnya, contohlah orang2 di Kementrian Agama, dikit2 ngomong subhanallah, alhamdulillah, astagfirullah, dan lah lah yang lain, alhasil Kementrian Agama menjadi kementrian paling korup di Indonesia.

        Jangan lupa mencontoh Fathanah yang menelepon dengan LH saja pakai Bahasa Arab, katanya rajin sholat dan hapal Al Quran juga, ternyata selingkuhannya ada dimana2..

        Maaf, saya jika saya tidak bisa menjadi orang munafik seperti harapan anda.. :)

        • faisal

          terus mengapa anda mengkait2kan masalah personal ke PKS sebagai institusi. itu sama aja anda menyamakan seorang pencuri yang beragama kristen terus anda katakan kristen itu agama pencuri begitu? anda ini kalo tidak taubat saya khawatir neraka menjadi tempat anda selama lamanya.

        • Ya Silahkan menghakimi tanpa bukti….sampai puas….karna hanya inilah yang bisa dilakukan oleh orang2 picik…..

          • Yaya, Kemenag korupsi pengadaan Al Quran katakan belum terbukti, Fathanah bagi2 duit n mobil sama artis dan kepergok bugil sama mahasiswi katakan belum terbukti selingkuh.

            Orang bodoh sering menuduh orang lain picik.

          • Ya saya memang bodoh…bodoh untuk Menghakimi, mengHujat oranglain…Menjatuhkan orang lain saya Memang BODOH akan hal2 seperti itu.. karna lebih baik saya mengoreksi/mengevaluasi diri sendir…karna kalo sya menghujat terlebih mengHakimi orang lain atau atas nama lembaga2 tertentu sya khawatir saya lebih buruk dari yang saya tuduhkan…karna yang berhak menghakimi hanya Allah..Tuk Pak Candra saya Tahu anda orang yang paling BEnar mungkin Yang sudah Banyak Amal atau Pahala Kebaikannya…Saya sampai iri betapa mulianya bapak…sampai bisa menghakimi layaknya seorang hakim yang cacat akan kesalahan…Tapi kalo boleh saya saran….Jaga Amal dan Pahala yg sudah dikumpulkan saya khawatir kalo sering mnnghujat atau menghakimi…sedikit demi sedikit amal dan pahalany itu akan hilang…kan sayang…karna bukanya kalo kita menghina org atau menghkimi…dosa org yg kita hina itu akan pindah ke kita…ihh saya mah rugiii….apalagi yang kita hakimi itu belum tentu salah di mata Allah…kan urusannya berabe…Benar atau salah kan kita ga tau jadi lebih baik menghindari dari pada ketelen omongan sendiri….itu sih menurut saya tapi kalo anda masih belum puas dan cadangan amalnya cukup banyak dan mau bagi2 …yahh silahkan…dilanjutkan aksinya….~_~…ohh ya satu lagi saya tidak bilang anda picik….kan saya bilangnya “orang2” umum tidak menunjuk ke personal….anda merasa ya? maaf lah kalo begitu..

          • Quote:
            ohh ya satu lagi saya tidak bilang anda picik….kan saya bilangnya “orang2” umum tidak menunjuk ke personal….anda merasa ya? maaf lah kalo begitu.

            Oops sama, saya juga tidak bilang anda bodoh, saya hanya bilang bahwa orang bodoh biasanya sering menuduh orang lain picik. Memangnya anda merasa ya?? Hahahaaa…

            Sebelum melurusakan tulisan sendiri, ada baiknya membaca tulisan orang lain dengan benar, klo baca aja ga beres, ya susah, :D

            Oh ya, tampaknya anda terlalu emosi sampai menulis komentar 2 kali dan dengan tulisan yang tidak rapi.

            Soal pahala, saya tidak mengejar pahala, yang saya tahu saya berusaha untuk berbuat baik, tidak dengan korupsi, tidak juga dengan nyawer uang pada banyak artis wanita dan mahasiswi, dan saya cuma mengomentari fenomena yang sedang terjadi, dan saya tidak mau menjadi orang apatis yang sudah jelas2 melihat fenomena tapi tidak berani menilai.

          • emosi??…tidak saya tidak emosi…cukup dengan senyum…

          • Ya sudah kalau tidak emosi, saran saya lain kali tolong menulisnya lebih rapi. Susah saya membaca tulisan yang dibuat dalam satu paragraf utuh sekalipun ada banyak poin di dalamnya dan tidak jelas mana kalimat yang baru karena huruf kapital dan tanda bacanya tidak teratur.

            Oh ya, dan saya juga senang membuat anda bisa tersenyum, :)

          • ya tergantung yg memaba kali ya…pikiran dan hati memang tidak rapi…oya sama2…

    • faisal

      bahasa pendengki dan pemfitnah, jika tidak bertaubat, anda tidak akan bisa tertawa saat anda merasakan panasnya Neraka dengan makanan busuk serta air mendidih sebagai hidangannnya

  • Ya saya memang bodoh…bodoh untuk Menghakimi, mengHujat oranglain…Menjatuhkan orang lain saya Memang BODOH akan hal2 seperti itu.. karna lebih baik saya mengoreksi/mengevaluasi diri sendir…karna kalo sya menghujat terlebih mengHakimi orang lain atau atas nama lembaga2 tertentu sya khawatir saya lebih buruk dari yang saya tuduhkan…karna yang berhak menghakimi hanya Allah..Tuk Pak Candra saya Tahu anda orang yang paling BEnar mungkin Yang sudah Banyak Amal atau Pahala Kebaikannya…Saya sampai iri betapa mulianya bapak…sampai bisa menghakimi layaknya seorang hakim yang cacat akan kesalahan…Tapi kalo boleh saya saran….Jaga Amal dan Pahala yg sudah dikumpulkan saya khawatir kalo sering mnnghujat atau menghakimi…sedikit demi sedikit amal dan pahalany itu akan hilang…kan sayang…karna bukanya kalo kita menghina org atau menghkimi…dosa org yg kita hina itu akan pindah ke kita…ihh saya mah rugiii….apalagi yang kita hakimi itu belum tentu salah di mata Allah…kan urusannya berabe…Benar atau salah kan kita ga tau jadi lebih baik menghindari dari pada ketelen omongan sendiri….itu sih menurut saya tapi kalo anda masih belum puas dan cadangan amalnya cukup banyak dan mau bagi2 …yahh silahkan…dilanjutkan aksinya….~_~…

  • Faris Ridwan

    PKS mantap… maju terus partai Islam.. masa depan ada di tangan Islam…

Lihat Juga

(kiri ke kanan): Anies Baswedan, Prabowo Subianto, M Sohibul Iman, Sandiaga S. Uno. (detik)

Anies-Sandi Dinilai Memiliki Integritas yang Sangat Baik

Organization