Home / Berita / Silaturahim / Tahun 2013, Tahun “FAM Goes To School”

Tahun 2013, Tahun “FAM Goes To School”

Retno, Guru Pembimbing Majalah “Gesit” SMA Negeri 1 Pare dan Anis, Guru PAUD Badas, Pare, berkunjung ke kantor FAM Indonesia Jl. Mayor Bismo No. 28, Pare, Jumat (24/5). (Foto: Ist.)
Retno, Guru Pembimbing Majalah “Gesit” SMA Negeri 1 Pare dan Anis, Guru PAUD Badas, Pare, berkunjung ke kantor FAM Indonesia Jl. Mayor Bismo No. 28, Pare, Jumat (24/5). (Foto: Ist.)

dakwatuna.com – Pare, Kediri (24/5) – “FAM Goes To School” akan menjadi fokus kegiatan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ke depan, dimulai di tahun ini (2013). Targetnya adalah SMP dan SMA di seluruh Tanah Air, dimulai dari Pare, Kediri, Jawa Timur. Dari kegiatan “FAM Goes To School” diharapkan akan lahir penulis-penulis muda berbakat.

Hal itu dikatakan Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela ketika menerima kunjungan dua orang guru dari Pare, yaitu Retno, Guru Pembimbing Majalah “Gesit” SMA Negeri 1 Pare dan Anis, Guru PAUD Badas, Pare, Jumat (24/5) di kantor FAM Indonesia, Jl. Mayor Bismo No. 28, Pare. Kedatangan mereka dalam rangka mengenal lebih dekat aktivitas FAM Indonesia.

Menurut Aliya Nurlela, selama setahun belakangan FAM Indonesia sudah masuk ke sekolah-sekolah dalam berbagai kegiatannya, di antaranya pelatihan jurnalistik, workshop menulis kreatif, seminar hingga memprakarsai penerbitan majalah sekolah.

“Untuk tahun 2013 ini, ‘FAM Goes To School’ akan semakin nyata kami lakukan karena Tim FAM sudah mulai turun ke sekolah-sekolah,” ujar Aliya Nurlela yang juga penulis buku cerpen “Flamboyan Senja” dan buku seri pengobatan alternatif “100% Insya Allah Sembuh”.

Pada kesempatan itu Retno dan Anis sangat antusias Pare akan menjadi kota yang marak dengan kegiatan-kegiatan kepenulisan. Kantor FAM Indonesia yang berpusat di Pare membuka peluang untuk kegiatan-kegiatan kepenulisan yang lebih luas, khususnya untuk pelajar SMP dan SMA.

“Kunjungan kami ke kantor FAM ini adalah untuk mengenal FAM Indonesia lebih dekat serta membuka peluang kegiatan menulis di wilayah Pare bekerjasama dengan wadah kepenulisan nasional ini. Kami telah mengasuh majalah sekolah dan membina sanggar menulis siswa,” ujar Retno dan Anis.

Ditambahkan Aliya Nurlela, FAM Indonesia juga sedang mengembangkan Taman Bacaan Masyarakat di kantor FAM. “FAM Ilmi” yang merupakan Perpustakaan FAM Indonesia di kantor FAM selama ini telah dimanfaat pelajar SMP dan SMA walau jumlah koleksi buku belum terlalu banyak.

“FAM Ilmi baru punya koleksi sekitar 400an judul buku bacaan. Setiap Sabtu dan Minggu sejumlah pelajar yang tinggal di sekitar kantor FAM datang ke mari membaca buku,” kata Aliya Nurlela.

Sementara itu, di Sumatera Barat, FAM Indonesia telah memprakarsai penerbitan majalah “Pita Biru” yang merupakan majalah siswa SMP Negeri 2 Padangpanjang. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah terbaik di Padangpanjang. Majalah “Pita Biru” terbitan persemester dan telah terbit edisi ke-2 yang mendapat sambutan dari berbagai kalangan pendidikan di Kota Padangpanjang.

“Kami harapkan akan lebih banyak lagi majalah sekolah yang terbit sehingga siswa di sekolah mempunya wadah untuk menyalurkan karya mereka,” ujar Aliya Nurlela.

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (Dedi Hadiarto)

Mengantar ke Sekolah dan PLS untuk Apa?