Home / Berita / Daerah / Kader KAMMI Kepri Tetaskan Telur Penyu Hijau

Kader KAMMI Kepri Tetaskan Telur Penyu Hijau

PD KAMMI Kepri, Erpa Mardiana
PD KAMMI Kepri, Erpa Mardiana

dakwatuna.com – Tanjungpinang – Kepulauan Riau yang 96 persen wilayahnya merupakan lautan menyimpan banyak potensi maritim. Sangat sedikit dari masyarakat terutama mahasiswa yang merupakan kaum intelektual menyadari potensi besar ini. Erpa Mardiana, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kepri berhasil mengukir prestasi dalam penelitiannya terkait tingkat keberhasilan penetasan telur penyu hijau (Chelonia Mydas) Kepulauan Tambelan di Lagoi Kepulauan Riau.

“Ini merupakan penelitian skripsi saya, dengan tujuan ingin mengetahui apakah telur penyu hijau dari Tambelan mampu ditetaskan di luar habitat aslinya, yaitu di Lagoi.” Ungkap mahasiswa jurusan ilmu kelautan dan perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang ini.

Erpa juga menyampaikan bahwa sesuai UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati (KSDAH), penyu hijau merupakan salah satu hewan yang dilindungi pemerintah. Selain itu, penyu hijau yang diprediksikan akan punah apabila tidak segera dilestarikan menyulutnya untuk mensukseskan penelitian ini.

“Ekspor penyu ke berbagai negara, sedikit banyak telah merusak pelestarian penyu di daerah pada khusunya. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kelestarian penyu di setiap daerah di Indonesia.” tegas Erpa.

Harapannya, penelitian ini mampu membuka jalan bagi pemerintah daerah Bintan untuk mulai menjalankan program konservasi penyu di luar habitat asli yang telah dirancang.

Terpisah, Ketua Umum PD KAMMI Kepulauan Riau, Raja Dachroni sangat mengapresiasi hasil dari penelitian ini, yang memang mampu menarik perhatian public karena kelangkaannya.

“Sekarang sudah saatnya aktivis itu berkarya, dan kali ini saudara Erpa Mardiana sudah mampu membuktikannya. Kita sangat bangga atas keberhasilannya menetaskan telur penyu dari pantai yang berbeda karena setahu saya penelitian ini relative langka untuk mahasiswa S1.” Tutup Dachroni yang ditemui disela-sela aktivitas mengajarnya di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang. (Puri Suryani/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com