Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah Pembebasan Tujuh Tentara, Mesir Buka Kembali Perbatasan Rafah

Setelah Pembebasan Tujuh Tentara, Mesir Buka Kembali Perbatasan Rafah

rafah gazadakwatuna.com – Gaza City.  Kementerian Dalam Negeri Palestina menyatakan, otoritas Mesir membuka kembali pintu perbatasan Gaza-Rafah setelah pembebasan tujuh prajurit Mesir yang diculik kelompok militan di semenanjung Sinai, Rabu pagi (22/5).

Kementerian menegaskan, aktivitas perbatasan sudah mulai berjalan pada dua jalur dan menyerukan warga yang terdaftar pada Jumat dan Sabtu kemarin untuk dapat melakukan perjalanan serta segera pergi menyeberang, demikian di laporkan oleh AlRay, sebuah kantor Berita yang berbasis di Gaza .

Sebelumnya, petugas keamanan Mesir menutup perbatasan Rafah pada Jumat (17/5) setelah sejumlah kelompok bersenjata menyerang dua minibus di wilayah Sinai Wadi al-Akhdar dan menculik tujuh petugas keamanan Mesir.

Lebih dari 2.400 warga Palestina terlantar di kedua sisi perbatasan akibat penutupan perbatasan Rafah-Gaza selama lima hari berturut-turut sejak penculikan berlangsung.

Koresponden Mi’raj News Agency (MINA), Edy Wahyudi di Gaza mengungkapkan, penutupan perbatasan Rafah selama lima hari berturut-turut mulai memunculkan dampak yang menambah penderitaan warga Palestina di Gaza.

“Memasuki hari kelima perbatasan Mesir dan Gaza di Rafah ditutup total mulai memunculkan dampak yang menambah penderitaan masyarakat Gaza,” kata Edy melalui pesan singkat, Rabu malam (22/5).

Seorang anggota angkatan bersenjata, empat petugas keamanan pelabuhan dan dua petugas keamanan negara dibebaskan Rabu pagi setelah ditahan oleh penculik selama hampir satu pekan di Sinai.

Israel masih menutup semua penyeberangan perbatasan ke Jalur Gaza selama lebih dari lima tahun. Penutupan ilegal yang dilakukan Israel di Jalur Gaza terus diperketat sejak Juni 2007. Blokade Israel tersebut berdampak buruk pada situasi kemanusiaan dan ekonomi di Jalur Gaza.

Pusat HAM Palestina (PCHR) melaporkan, terjadi peningkatan yang signifikan di perbatasan Rafah pada awal tahun ini. Meskipun demikian, ratusan warga Palestina tidak dapat bepergian atau penundaan berkepanjangan, karena pembatasan yang diberlakukan pada pemuda berusia 18-40 tahun yang tidak termasuk dalam fasilitasi yang dinyatakan oleh pemerintah Mesir di perbatasan Rafah pada akhir Mei tahun lalu.

Menurut informasi dari komisi perbatasan dan penyeberangan Palestina, 20.243 warga diizinkan untuk bepergian ke luar Jalur Gaza, 18.465 memasuki Jalur Gaza, dan 1.317 orang lainnya dicegah bepergian oleh Otoritas Mesir.  (rs/ba/mina)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri