Home / Berita / Nasional / Memprihatinkan, Generasi Muda Lebih suka Nonton Sinetron dari pada Mengaji

Memprihatinkan, Generasi Muda Lebih suka Nonton Sinetron dari pada Mengaji

mengajidakwatuna.com – Jakarta.  Ulama yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Huzaemah Y. Tanggo prihatin melihat anak muda saat ini yang jauh dari kebiasaan membaca Al-quran.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan ada perubahan drastis kebiasaan beragama masyarakat khususnya di masyarakat perkotaan. Dulu anak muda selalu dibiasakan untuk mengaji setelah habis Maghrib oleh para orang tua mereka, tapi saat ini kebiasaan tersebut memudar.

Bahkan, beberapa keluarga muslim ada yang tidak lagi membudayakan kebiasaan mengaji. Huzaemah menyatakan kondisi seperti ini sungguh memprihatinkan.

“Dulu anak-anak rajin mengaji habis Maghrib. Sekarang belum shalat Maghrib sudah dicokok dengan tayangan sinetron di televisi. Inilah contoh kemundurannya,” kata Huzaemah dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama Al-quran di Serang Banten.

Ia menekankan kepada orang tua muslim agar mengembalikan kebiasaan ibadah yang sudah ditanamkan sejak mereka kecil tersebut bagi putra-putri mereka. Karena penekanan dari keluarga ini tidak kalah penting, bagaimana mengajarkan Al-quran sebagai pedoman hidup anak di kala mereka dewasa.

Keprihatinan juga datang dari Pakar Tafsir Al-quran Indonesia, Quraish Shihab. Ia mengatakan enggan nya generasi muda Islam membaca dan mempelajari Al-quran memang sangat memprihatinkan.

Quraish khawatir kedangkalan pemahaman Al-quran oleh generasi muda Islam ini apabila terus berkelanjutan dapat berdampak buruk bagi kualitas anak bangsa.

“Karena itu dibutuhkan pendekatan berbeda yang dilakukan oleh para guru, ustadz dan ulama kepada generasi muda agar tetap memiliki minat untuk membaca dan mempelajari Al-quran,” kata mantan Menteri Agama (Menag) era presiden Soeharto ini.

Quraish mengimbau ulama-ulama harus pandai-pandai menunjukkan betapa Al-quran bisa menjadi petunjuk riil bagi solusi permasalahan hidup para generasi muda.

“Harus dijabarkan secara merinci bagaimana teks Al-quran itu dapat menjawab realitas yang ada,” ujarnya. (aa/clr/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

(Klik untuk memperbesar)

40 Hari Menghafal Al-Quran 30 Juz