Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Adzan Hujan

Adzan Hujan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Angin senantiasa bercanda

Berlari kian kemari meski senja gemulainya bak permaisuri

Dengan selendang sutera…

Usilnya hingga menggelitik manusia

Tatkala memeluh resah…

 

Tibalah iqamat angin hingga mengumpulkan debu

Yang amat malu

Merapikan shaf awan

Sampai tertawan iman

Hingga terbentanglah adzan…

 

Adzan hujan…

Bersama titipan rindu semesta Alam

Sebuah pelukan

Untuk sang penjaga keimanan

 

Ragapun memaksa

Menengadahkan wajah

Yang diselipkan lelah

Menikmati hangatnya hujan

Dalam kebasahan iman…

Yang tersirami kasih sayang ilahi

Kini…

 

Hujan kau adalah pelukan

Yang menghujamkan keberkahan bagi bumi

Mematahkan kalimat manusia

Antara langit dan bumi yang tak bisa bertemu

Karenamu kerinduan bumi akan langit bertemu

Dalam waktu yang penuh doa dan sabda air-Mu…

 

Segala puji bagimu Allah

Memeluk dengan kerinduan dan kasih sayang

Hingga setiap butiran hujan

Meresapi tanah hati yang hampir mati…

Karena menahan rindu yang terpatri

Sampai nama-MU ditemui

Pada singgasana keharuan ruh yang tak berarti

Selain izinMu yang menghampiri.

 

Hujan adalah panggilan

Panggilan untuk orang yang beriman

Hingga semesta pun tak berarti karena kau menawan

Menawan hati kami dengan adzan hujan….

 

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (Ar-Rum (40): 48)

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi dan Pengajar.
  • dwi joko

    hujan batu di negeri sendiri lebih afdol, ndak tahu klo di negeri orang……. #mupeng

Lihat Juga

Ini Penyebab Curah Hujan di Pulau Jawa Terus Meningkat