Home / Berita / Opini / Menebak Alasan PKS Tidak Menghadiri ILC TVOne

Menebak Alasan PKS Tidak Menghadiri ILC TVOne

Oleh Apri Nardi*

ILC di TVOne tentang Prahara PKS
ILC di TVOne tentang Prahara PKS

dakwatuna.com – Selasa malam (21/5/2013), saya menduga jika tema ILC tidak akan jauh dari rekening gendut LS atau tertangkapnya oknum pegawai pajak oleh KPK. Namun prasangka itu salah, judulnya pun ngeri-ngeri sedap “prahara PKS sampai mana?” Sejenak berfikir kembali kenapa tema ini, ah mungkin karena jum’at kemarin sidang LHI dan AF. Terus kenapa temanya “prahara PKS”?

Berarti ILC malam ini akan seru, PKS akan dihajar habis, ibarat anak kecil, PKS akan dimainkan oleh teman-teman yang datang di forum. Mulai kamera menshoot peserta, Johan Budi, Abdullah Hehamahua, S. Batugana, ICW full team, dan beberapa profesor dan ahli yang nampak tak asing di ILC.

Meja PKS kosong, ke mana mereka? Ada apa? Trus mau seperti apa jalannya ILC tanpa kehadiran PKS. Karni Ilyas menjelaskan PKS tidak datang karena ada himbauan untuk tidak datang dari ketua umum (Presiden-red), yang lain hanya menduga-duga.

Pagi ini coba tak googling adakah penjelasan dari PKS kenapa tidak datang ILC, ternyata nihil. Maka, saya mencoba menafsirkan sendiri kira-kira alasan apa yang membuat PKS tidak datang ke acara ILC.

Sebelumnya saya mohon maaf, tulisan saya subyektif, hanya suara pemirsa.

Pertama, harus dipahami tidak menghadiri ILC itu tidak berdosa, tidak bersalah di mata hukum dan juga tidak salah di mata masyarakat.

ILC hanya forum, isinya hanya diskusi, live dan publik dapat melihat dan menilai tapi tidak berkekuatan hukum.

Kedua, apa yang dibahas di ILC itu membuat pemirsanya menjadi cerdas atau malah membuat pemirsanya menjadi bingung terhadap permasalahan yang dibahas. Maka jangan heran, jika rating sinetron lebih tinggi dari rating diskusi.

Tentang alasan kenapa PKS tidak datang, menurut saya kuncinya ada pada pernyataan Johan Budi “kita buktikan saja di pengadilan.”

Jika masalah yang dihadapi di ILC adalah LHI, maka persidangan sudah dimulai dan fakta sudah mulai terungkap. Dalam persidangan, terungkap LHI tidak menerima dana, PKS tidak menerima dana dan AF bekerja atas nama sendiri bukan atas nama PKS, PKS hanya dicatut namanya.

Fakta persidangan yang kemarin terungkap itu adalah sesuatu yang selama ini berserakan, diterjemahkan sendiri dan diwacanakan banyak pihak itu telah mengkristal di persidangan, LHI tidak terbukti.

Jika PKS datang dan menanggapi masalah yang kemarin disidangkan, malah dikhawatirkan masalah yang sudah mengkristal menjadi berantakan, menjadi cair kembali dan menjadi wacana.

Ingat, hasil persidangan berakhir dengan sesuatu yang pasti, berkekuatan hukum sedangkan ILC hanya wacana. Ibarat hidup bertentangga, jauhilah tetangga yang suka bergosip karena tidak menimbulkan manfaat. Sesekali PKS diharuskan tampil di media untuk bicara, selebihnya akan membuat gaduh.

Usaha PKS untuk LHI sudah sampai di pengadilan, mari kita kawal persidangan. Hindari banyak bicara di forum yang tidak bermanfaat.

Kemarin-kemarin, PKS melalui Fahri Hamzah, Al-Muzzamil dan Mardani sudah terlalu banyak bicara, sekarang mereka diam dan yang banyak bicara adalah hasil persidangan. Kita semua mengawal.

Kasus LHI diharapkan oleh si pembuat kasus dan supporternya membuat PKS sibuk dengan kasus dan membuat masyarakat mewacanakan keburukan PKS. Stasiun TV, media OL, dan beberapa forum diskusi ingin PKS menjadi sibuk, termasuk ILC.

PKS tetap sibuk dengan agendanya untuk menuju 3 besar dan memenangi pemilukada, LHI biarlah KPK dan pengacara saja yang sibuk.

Bagi kompetitor, kasus LHI ini (diharapkan) menimbulkan efek jangka panjang yaitu turunnya suara PKS di 2014, jangka pendeknya adalah kompetitor menang di pilkada.

Secara internal, pimpinan dan kader PKS mengharapkan kasus LHI membuat PKS semakin giat bekerja, menebar cinta, menjaga harmoni dalam bermasyarakat.

Bagi kader, kasus LHI diharapkan mampu mendekatkan yang jauh, merekatkan yang dekat dan semakin menambah rasa saling percaya dalam berjamaah (berpartai-red).

Selanjutnya, mari kita ikuti dan kita kawal persidangan LHI! (/USB/dakwatuna)

*Pengajar di SDIT Al-Kautsar Bekasi

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (40 votes, average: 9,38 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Entah lewat alasan konyol apa lagi kesalahan PKS di(paksa) cari2.

    • Hendro D

      Lewat Darin Mumtazah

      • wong thorjo

        jika memang benar istrinya, kayaknya gak masalah khan ? aahhh… benar tidaknya saya gak akan masalahnya karena bukan maqam saya untuk mengomentari. biarlah itu ranahnya dewan syariah….
        tapi bagaimanapun rindu rasanya mendapatkan bayan dari dewan syariah sebagaimana dulu sering dapat atas suatu isue…
        tetap tsiqoh (tsiqoh ama qiyadah yaa jangan ama media massa..)… tetap optimis…. tetap bekerja… tetap tebar senyum, sapa dan salam…. insya allah gak akan goyah.

  • sudah lah akhi jangan ikut partai tidak baik

    • jangan berpartai. ntar giliran ada PP atau UU yg merugikan umat Islam, baru marah2. padahal memilih partai islam saja nggak.

    • partai adalah media atau ladang tuk dakwah karna disana banyak yang harus dibenahi…so kenapa mesti takut jika semuanya karna allah ta’ala…Lanjutkan akhh…
      .

    • farah

      kalo ga milih partai islam, berarti membiarkan partai yg bukan Islam menang dong? sama kan…

    • ibune taqi

      partai tidak baik ya, tapi kok bisa swasembada beras indonesia setelah bertahun2 impor beras mulu, sim salabim bisa swasembada, gitu ya mas said. dulu juga mentri kehutanan stor duit reboisasi ke kas negara sampai berapa m ya, sebelum-sebelumnya cari tau aja sendiri. siapa ya mentrinya itu darimana ya? aduhai rakyat indonesia ingin sejahtera di daerah subur makmur, tapi….. ada yg belum/tidak bisa kelola. sim salabim sejahteralah indonesia, bekerjalah dan bekerjalah dan bekerjalah di segala bidang.

    • Ayo Bro Said Zachy mau ngomong apa sekarang?

      Bro ibune taqi, Mba farah, Bro OnHa Dhaianu Malawat, dan Bro Xuaib Xultan bener khaaannn????

      PKS adalah cerminan kebangkitan Islam di Indonesia, dukung terus karena mereka pasti banyak yang tidak SUKA…

  • PKS ideologinya udah betul, cuma ternyata pimpinannya masih tergoda sama Harta, Tahta dan Wanita

  • Mendengarkan hasil percakapan antara LHI dan AF yang diputar di persidangan membuat dada kita sesak….udah dapat ditebak…BERANTAKANLAH PKS JIKA MASIH MEMBELA DENGAN RETORIKA, SERAHKAN SAJA DIPENGADILAN. pengurus aktif PKS jangan lagi membela tanpa mengetahui isi hati Ustazd LHI yang sebenarnya. Berjuanglah membersihkan partai dari orang2 yang tidak jujur, serakah dan senang memakan uang HARAM, seperti yang diperingatin oleh Uda Tifatul. Saya masih cinta PKS, tetapi buktikan sebagai pimpinan umat yang hidup dengan wara dan tawadu…Jangan sekedar ingin mendapatkan Takhta melalui harta demi HARTA dan WANITA, rusak citra ISLAM dibuatnya. Yuk kita bangkit bersama PKS yang bersih, JUJUR, ADIL dan SEJAHTERA bagi seluruh rakyat Indonesia (BUKAN SEJAHTERA buat Oknumnya saja).

Lihat Juga

(kiri ke kanan): Anies Baswedan, Prabowo Subianto, M Sohibul Iman, Sandiaga S. Uno. (detik)

Anies-Sandi Dinilai Memiliki Integritas yang Sangat Baik