Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Tertutup Awan Kemungkaran

Tertutup Awan Kemungkaran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

awan kemungkarandakwatuna.com 

Hiruk pikuk itu semakin terasa

Suasana semakin memanas

Ada yang disudutkan, ada pula yang memang jelas ter sudut

Tapi mengapa hanya sepihak saja yang terus di gempur?

 

Apakah memang sudah tidak ada keadilan lagi di negeri ini?

Ataukah memang keadilan sudah tertutup bagi mereka yang berusaha jujur?

Atau mungkin, semua pihak benci dengan keadilan dan kejujuran?

Hingga kejujuran itu harus dibumihanguskan!

 

Ketika satu lembaga dijadikan dewa,

Semua yang dilakukan haruslah dinilai benar dan mutlak benar

Tak boleh disalahkan apalagi disudutkan.

 

Ketika  kejujuran itu dinodai,

Maka semua harus memandang kejujuran itu salah

Bergotong royong agar kejujuran menjadi hitam.

Inilah potret negeriku kawan…

 

Keadilan telah tertutup awan kemungkaran

Kejujuran telah terhempas angin penistaan

Yang putih di hitamkan, yang hitam diputihkan

Tonggak negeriku kini terpatri pada kebohongan massal…

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Insani Maharani Rinjani
Seorang yang mencoba untuk selalu mengambil hikmah dari setiap perjalanan waktu. Dan membaca adalah kunci terbaik menatap kehidupan.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Berteduh di Awan Metropolitan