Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Kisah Dahsyat Guru Berprestasi Selangit

Kisah Dahsyat Guru Berprestasi Selangit

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku “Kisah Dahsyat  Guru Berprestasi Selangit”.
Cover buku “Kisah Dahsyat Guru Berprestasi Selangit”.

Judul: Kisah Dahsyat  Guru Berprestasi Selangit

Penulis: Marjohan, M.Pd

Penerbit: Diva press (Anggota IKAPI)

Cetakan: Pertama, April 2013

Tebal: 187 halaman

ISBN: 978-602-255-117-1

 

Menjadi Guru Berprestasi Selangit

dakwatuna.com Peran guru dalam pendidikan suatu bangsa sangat penting sekali. Tanpa guru kita tidak bisa mendapatkan melakukan apa-apa baik itu perkara dunia maupun akhirat dan pada akhirnya manusia diliputi oleh kebodohan. Setiap kebodohan akan menghasilkan kehancuran.

Terkait pentingnya peran guru dalam kehidupan bangsa yaitu suatu ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dihancurkan oleh sekutu dengan bom atom yang diperintah oleh Presiden Amerika Harry S. Truman yaitu pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Pada pristiwa tersebut banyak korban yang berjatuhan yaitu di Kota Hiroshima sebanyak 140.000 jiwa dan di kota Nagasaki sebanyak 80.000 jiwa. Namun dalam hal ini pemerintah Jepang lebih memperhatikan tentang berapa banyak jumlah guru yang meninggal pada waktu itu daripada yang lainnya. Karena menurutnya guru adalah modal penggerak  kemajuan suatu bangsa.

Adapun di Indonesia peranan guru juga sangat diperhatikan. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya tunjangan-tunjangan yang disediakan pemerintah baik itu tunjangan fungsional maupun sertfikasi. Hal itu berguna untuk kesejahteraan para guru dan untuk memotivasi mereka  agar lebih profesional menjadi seorang guru.

Untuk mengetahui sejauh mana keprofesionalan dan untuk menjaring guru yang terbaik  pemerintah juga mengadakan seleksi guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional. Menang dalam seleksi guru berprestasi tingkat nasional akan memberi rasa puas, kebahagiaan, dan percaya diri yang sangat tinggi. Hal inilah yang dialami oleh Marjohan, M.pd guru SMA berprestasi tingkat nasional di kantor Kemendikbud September 2012.

Dalam hal ini Marjohan, M.pd ingin berbagi kepada kita bagaimana cara memperoleh prestasi tingkat nasional yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul  Kisah Dahsyat Guru Berprestasi Selangit. Buku ini berisi tentang pengalaman hidup, pemikiran penulis, dan beberapa testimoni dari penulis kepada media masa. (hal. 9-182)

Sebelum menjadi guru berprestasi tingkat nasional tentunya Dia juga mengikuti seleksi guru berprestasi mulai dari tingkat  Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi di Sumatera Barat. Hasilnya dialah  yang ditetapkan jadi yang terbaik. (hal. 35-36)

Ada beberapa hal yang menjadikan Dia menjadi guru yang berprestasi yaitu selain sebagai guru Dia juga menjadi seorang penulis,  menguasai bahasa Inggris, Prancis, Arab dan Spanyol, dan dia juga aktif di bidang sosial dan kemanusiaan.  Menurutnya seorang guru harus memiliki kepintaran berganda. Guru yang menguasai bidang studi, seni berkomonikasi, bahasa asing dan terampil dalam menulis. (hlm. 37-42).

Ada tiga bentuk penilaian dalam seleksi guru berprestasi mulai tingkat kecamatan hingga tingkat nasional, yaitu tes tertulis (tentang kepribadian, wawasan dan empat kompentensi guru),  persentasi karya ilmiah, serta penilaian portofolio. Kelebihan persentasi karya ilmiah Marjohan pada waktu itu adalah ditulis dalam bahasa Inggris dicampur bahasa Prancis. Selain itu juga faktor kebaikan lingkungan,  do’a dan restu famili, teman dan anak didik dan rahmat Tuhan adalah menjadi kunci utama dalam kesuksesan. (hal. 96)

Di dalam buku ini juga ditulis tentang pemikirannya bahwa pentingnya memotivasi diri sendiri agar menjadi lebih baik. Karena motivasi adalah awal segala-galanya. Dan apabila seseorang itu lemah motivasi maka menjadi pertanda buruk serta berdampak negatif terhadap kemajuan diri dimasa depan.  Motivasi itu didapat dari membaca dari biografi-biografi orang hebat diantaranya dalam hal pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara dan dalam hal menulis dia termotivasi untuk menuliskan ide-ide guna mencerahkan hati dan pikiran orang-orang sekitar kita. Selain itu menurutnya bahwa prestasi besar membutuhkan karakter yang hebat seperti memiliki tekat baja, visi dalam berkarya, berkarakter tekun dan tabah, selalau berpikir positif. (hal. 147-158)

Buku ini sangat cocok bagi para pendidik atau guru yang ingin mengetahui bagaimana cara menjadi guru yang berprestasi sampai tingkat nasional dan untuk mengetahui bagaimana cara menjadi guru teladan sehingga disukai oleh peserta didik tanpa dengan kekerasan atau paksaan.

Selamat membaca….

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di SD IT Tarbiatul Aulad, tinggal di Barabai, Kalimantan.
  • dwi joko

    katane Guru itu di gugu lan ditiru. beberapa hari yg lalu magetan heboh dg demo sertifikasi guru. mereka nglurug ke Dewan dengan rombongan mobil-mobil cicilan….. hadeh. ndunyo-ndunyo. buku seperti ini harus menjadi buku pegangan wajib untuk seluruh guru di Indonesia. pemerintah harus mewajibkannya. mosok iso nyicil mobil, tapi tuku buku ae ra iso. musykil……………………..

  • wah, saya kontestan gurpres mewakili Kota Tanjungbalai di tingkat propinsi SUMUT, doain juga bisa menuju Nasional untuk guru SMK… amiin..

Lihat Juga

Ilustrasi. (Asma Ditha)

Praduga Tak Bersalah Guru Gugus Depan (GGD) Maluku

Organization