Home / Berita / Internasional / Asia / Mahathir Mohamad: Mesir Dapat Capai Kebangkitan Ekonomi

Mahathir Mohamad: Mesir Dapat Capai Kebangkitan Ekonomi

Mahathir Mohamad (inet)
Mahathir Mohamad (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Mesir dapat mencapai kebangkitan ekonomi dalam waktu cepat karena memiliki sumber daya alam luas dan sumber daya manusia, berbeda dengan Malaysia pada saat mulai pembangunan.

Mahathir Mohamad mengatakan hal itu pada Konferensi Pengalaman Pencerahan di Dunia: Studi Kasus Malaysia, di Kairo, Mesir, Ahad kemarin (19/5) seperti diberitakan Middle East Monitor (MEMO).

Mahathir datang ke Mesir atas undangan Partai Kebebasan dan Keadilan setempat untuk berbagi pengalaman cara Malaysia membangun hingga mencapai kemajuan.

“Malaysia merupakan negara kecil dengan ragam populasi dari warga Muslim, China, Budha dan Hindu, namun mampu berkembang karena seluruh komponen berpartisipasi dalam membangun negaranya,” ujar Mahathir.

Menurut Mahathir, keberhasilan negaranya mengangkat perekonomian karena didukung juga oleh partisipasi partai-partai politik.

Masalah pokok yang menjadi prioritas kemajuan suatu bangsa adalah mengatasi pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri, dan pelatihan usaha kecil, paparnya.

“Dengan meningkatnya tingkat perkembangan industri, Malaysia berhasil menciptakan lapangan kerja bagi generasi mudanya. Malaysia juga mengekspor 80% bahan baku dan menempatkan hanya 20% pada manufaktur,” jelasnya.

Menurut Mahathir, Malaysia mendorong investasi asing untuk pengembangan industri padat karya terutama elektronik. Pada bidang lainnya, Malaysia mereformasi sistem pendidikan berbasis pada pengembangan keterampilan tenaga kerja teknologi informasi untuk kepentingan ekspor.

Malaysia tidak cukup banyak memiliki keahlian dalam bidang manajemen yang dibutuhkan, untuk itu negaranya berani mengundang investor asing untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik dengan tetap dalam pengawasan pemerintah, ujarnya.

“Penduduk Mesir adalah tiga kali warga Malaysia, sehingga masalahnya juga tiga kali lebih besar daripada Malaysia. Namun Mesir lebih diuntungkan dengan komposisi warganya yang kurang lebih sama, tidak terlalu beragam, keturunan Arab sekitar 90% dari seluruh penduduk, sangat memungkinkan untuk bangkit dalam perekonomiannya,” kata pendukung gerakan dinar dirham di Malaysia tersebut. (usb/MINA)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Penyebutan Kata “Mesir” di Dalam Al-Quran