Home / Berita / Nasional / Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri: Satu Rupiah pun tak Bisa Diutak-atik

Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri: Satu Rupiah pun tak Bisa Diutak-atik

Mensos, Salim Segaf Al-Jufri (doc. dakwatuna)
Mensos, Salim Segaf Al-Jufri (doc. dakwatuna)

dakwatuna.com Soal korupsi impor daging sapi terus bergulir. Perkembangannya seakan-akan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dihadapkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)? Pengadilan belum digelar, tiba-tiba semua orang sudah menuduh PKS. Bahkan semua yang berhubungan dengan PKS terus dikejar, tak terkecuali Kementerian yang dipimpin oleh kader PKS. Untuk menjawab hal ini, wartawan dakwatuna, Selasa 21/5,  mewawancarai langsung Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, di kantornya, Salemba Raya No 28 Jakarta Pusat.

“Jadi PKS tidak berubah,” kata Dr. Salim Segaf, Baginya PKS, insya Allah tetap bersih peduli dan professional. Partainya selalu memberi apresiasi, atas seluruh kerja yang dilakukan oleh KPK. Insya Allah dengan adanya KPK korupsi menurun.

Dengan adanya KPK, “Seluruh elemen bangsa ini tidak bermain-main di tempat yang tidak halal,” jelasnya.

Dalam kaca pandang Salim Segaf, kalaupun ada dari individu dari PKS yang bersentuhan dengan hukum, harus  tetap dilihat dengan asas praduga tak bersalah. Kalau nanti di Pengadilan terbukti bersalah, dia harus pikul. Tapi yang namanya institusi PKS tidak berubah. “Jadi harus dibedakan antara PKS dengan individunya, Garis perjuangan PKS tetap (anti korupsi) dan komitmen itu tidak akan berubah!” katanya.

PKS dan KPK, masih kata Salim Segaf, lahir di zaman reformasi. Dengan tujuan yang mulia, untuk membawa bangsa ini ke Indonesia yang sejahtera. PKS bukan kumpulan malaikat, tapi kumpulan manusia yang sama dengan manusia di tempat lain. “Tapi sekali lagi komitmen (PKS) itu tidak akan berubah.

“Apa pun yang dilakukan KPK, PKS akan memberi apresiasi dalam membawa bangsa ini ke arah yang jujur amanah dan bersih,” kata Salim Segaf.

Terus bagaimana dengan tudingan kementerian yang membantu partai, termasuk di Kemensos?

“Jadi kalau ada berita-berita yang menyebutkan ada dana setengah triliun di Kemensos. Padahal di Kemensos ini apa yang bisa diambil? (tertawa). Uangnya semua by name by address atau lewat Pos. Satu rupiah pun tidak bisa diutak utik.”

Dia lalu memberi contoh, seperti untuk Program lansia (lanjut usia), uangnya lewat bank. Di Kemensos tidak ada proyek-proyek besar. Semua proyeknya berkaitan dengan manusia.

“Jadi kepada yang menyebutkan angka-angka semacam itu, monggo silakan mampir silakan liat isi yang ada di perut kementerian sosial,” katanya dengan senyum lebar. (dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Pilkada DKI

Tak Usung Kader Sendiri, Ini Pertimbangan PKS Usung Anies-Sandi