Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Catatan Liqa’

Catatan Liqa’

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Sebuah liqa akhwat (hudzaifah.org)
Sebuah liqa akhwat (hudzaifah.org)

dakwatuna.com Alhamdulillah, diberikan kesempatan oleh Allah untuk nikmati liqa’ di rumah Mbak Dian dalam suasana sejuk, seusai diguyur hujan pagi ini. Saling menguatkan dan mengingatkan itulah yang kurasakan saat bersama mereka. Ditemani dengan suguhan teh hangat spesial buatan Mbak Dian, menambah suasana hangat di antara kami. Setelah liqa’ dibuka dengan basmalah dan shalawat, diteruskan tilawah indah sembari menunggu teman-teman seliqa’an yang sedang dalam perjalanan.

Selesai tilawah, Mbak Dian mengulas salah satu makna ayat dalam surat an Naml, bahwasanya Allah akan memberikan balasan yang lebih baik bagi kebaikan yang dilakukan hamba-Nya dan balasan yang setimpal (sebanding) dengan keburukan yang dilakukannya. Begitulah memang, Allah Maha Baik. Akan tetapi, mbak dian juga mengingatkan bahwa meskipun balasan keburukan itu setimpal, itu juga sudah cukup berat bagi kita untuk menerimanya.

Selanjutnya giliran Ukhti Dida yang menyampaikan taujih tentang kisah nabi Ibrahim. Kebetulan, dia sempat mengikuti kajian IKADI Mojokerto yang membahas tema itu di saat peringatan tahun baru Islam. Untuk menjadi seperti keluarga Nabi Ibrahim, maka salah 1 hal yang bisa kita teladani adalah poin-poin doa Nabi Ibrahim yang ditujukan kepada Allah. Ada 3 hal, yaitu nabi memohon agar keluarganya senantiasa mendirikan shalat, keluarganya disukai masyarakat, serta keluarganya mendapatkan rezki dari Allah. Itulah urutan doa yang menunjukkan bahwa hal terpenting adalah menegakkan shalat sebagai pondasi utama. Semoga kita bisa meneladani kisah ini.

Kemudian kita lanjutkan dengan memahami ibrah dari perang Badar, yang minggu lalu disampaikan ukhti Mulat. Ada banyak ibrah yang bisa dipetik, tetapi hanya beberapa yang masih diingat. Di antaranya tentang kepasrahan Rasul dalam berdoa saat kondisi perang, perang ini juga diperkuat oleh bala tentara dari golongan malaikat, Rasulullah yang meminta pandangan dari para sahabatnya tentang masalah tawanan perang, ijtihad dalam memutuskan sesuatu masalah yang baru (pembagian harta rampasan & terkait tawanan perang) serta cerita Rasulullah yang menangis bersama abu bakar kemudian Umar menanyakan apa sebabnya.

Umar mengatakan bahwa dia akan turut serta menangis pula, karena kedua sahabatnya yang menangis, meskipun alasan menangis itu tidak dia ketahui. Kemudian rasul menyampaikan bahwa beliau telah ditegur oleh Allah tentang masalah tawanan perang. Allah melarang Rasul-Nya untuk memiliki tawanan perang, melalui firman-Nya, yang keputusan tersebut bertolak belakang dengan saran yang diberikan oleh sahabat-sahabatnya. Selengkapnya bisa baca di sirah nabi.

Tibalah saatnya, Mbak Dian, Murabbi yang kami cintai, menyampaikan materi lanjutan tentang perbaiki dirimu dan serulah orang lain bagian kedua. Ada tujuan yang berbeda di antara keduanya. Tujuan memperbaiki diri adalah untuk melahirkan kader-kader aqidah yang ideal (sudahkah kita termasuk di dalamnya?). Tujuan serulah orang lain adalah memperbanyak orang baik yang saling menyayangi dalam indahnya agama Islam (sudahkah kita melakukannya ukhti?).  Alhamdulillah, cukup sekian deskripsi liqa’ kita hari ini. Jika ada yang kurang, mohon dimaafkan. See you… (Diketik sambil menikmati jajan dari ukhti Mulat, jazakillah). 9 desember 2012.

“Aku menyukai orang-orang shalih,
meskipun diriku bukan termasuk di antara mereka,
mudah-mudahan aku beroleh syafa’at dari mereka,
Dan aku benci,
terhadap orang-orang yang kerjanya hanya maksiat,
meskipun kita mempunyai pekerjaan yang sama.
Semoga Allah melindungi kita dari teman-teman yang buruk,
yaitu orang-orang yang tidak membantu untuk berdzikir.”
(Imam Syafi’i)

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

ARISAN ITJ

ARISAN ITJ: Istiqamah Dalam Perjuangan

Organization