16:21 - Jumat, 25 April 2014

Malam

Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Alfian Nur Rochman - 17/05/13 | 20:30 | 08 Rajab 1434 H

Ilustrasi (photobucket.com)

Ilustrasi (photobucket.com)

dakwatuna.com

Rabbi…

Aku bukanlah seorang pecinta yang setia untuk-Mu

Dosa-dosa senantiasa menemaniku saat kebaikan merajuk kepadaku

Saat aku duduk di bawah mimbar ampunan, aku melihat tangga yang begitu tinggi

Hanya letih yang aku rasakan saat menapaki anak tangga

Saat itulah tali inayah-Mu jatuh tepat di depanku dan mengikat seluruh tubuhku

Jika Hidayah-Mu berada di puncak gunung, maka aku akan mendakinya dengan tubuh yang terikat

Jika Inayah-Mu berada di dasar samudera, maka aku akan menyelaminya tanpa harus bernafas

Sungguh malang diriku, tak kutemui Hidayah dan Inayah-Mu di puncak gunung maupun di dasar samudera

Kini aku belajar untuk mencintai-Mu tanpa harus membawa sebongkah batu besar di punggungku agar aku tenggelam dalam cinta-Mu

Cukup hanya berteman dengan malam aku dapat mencintaimu

Bukan sekedar malam yang bertabur anak bintang dengan ibu bulan

Malam yang agung

Malam yang di rindukan para pecinta

Malam yang hening bersambut suara angin ampunan

Rabbi…

Engkaulah Dzat yang Maha Agung pemilik kerajaan langit dan bumi

Sungguh, ampunan-Mu lebih luas dari kerajaan langit dan bumi yang Engkau miliki

Terimalah lelehan air mata ini karena kelalaianku

Redaktur: Aisyah

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
99 queries in 1,049 seconds.