Malam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (photobucket.com)
Ilustrasi (photobucket.com)

dakwatuna.com

Rabbi…

Aku bukanlah seorang pecinta yang setia untuk-Mu

Dosa-dosa senantiasa menemaniku saat kebaikan merajuk kepadaku

Saat aku duduk di bawah mimbar ampunan, aku melihat tangga yang begitu tinggi

Hanya letih yang aku rasakan saat menapaki anak tangga

Saat itulah tali inayah-Mu jatuh tepat di depanku dan mengikat seluruh tubuhku

Jika Hidayah-Mu berada di puncak gunung, maka aku akan mendakinya dengan tubuh yang terikat

Jika Inayah-Mu berada di dasar samudera, maka aku akan menyelaminya tanpa harus bernafas

Sungguh malang diriku, tak kutemui Hidayah dan Inayah-Mu di puncak gunung maupun di dasar samudera

Kini aku belajar untuk mencintai-Mu tanpa harus membawa sebongkah batu besar di punggungku agar aku tenggelam dalam cinta-Mu

Cukup hanya berteman dengan malam aku dapat mencintaimu

Bukan sekedar malam yang bertabur anak bintang dengan ibu bulan

Malam yang agung

Malam yang di rindukan para pecinta

Malam yang hening bersambut suara angin ampunan

Rabbi…

Engkaulah Dzat yang Maha Agung pemilik kerajaan langit dan bumi

Sungguh, ampunan-Mu lebih luas dari kerajaan langit dan bumi yang Engkau miliki

Terimalah lelehan air mata ini karena kelalaianku

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...

Lihat Juga

Ilustrasi-Keluarga (eureka89.wordpress.com)

Di Hari Raya Idul Fitri, Mari Jatuh Cinta Lagi