Home / Narasi Islam / Sosial / Tamu dan (Filosofi Jawa) Minuman Panas

Tamu dan (Filosofi Jawa) Minuman Panas

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Tradisi-Minum-Teh-Ala-Kraton--6dakwatuna.com Hadits Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang percaya kepada Allah dan hari akhir, maka muliakan tamunya”. Telah disebutkan diatas bahwasannya Rasulloh telah mengajarkan tentang penghormatan terhadap tamu yang berkunjung dirumah kita, tentu inilah salah satu bukti bahwa Islam itu mengatur totalitas kehidupan kita. Baik dari segi ibadah ataupun kehidupan bermasyarakat, salah satunya adab bertamu dan menerima tamu. Betapa indahnya hidup dalam islam, kita diajarkan menempatkan tamu sebagai raja, kita muliakan tamu.

Suatu kali saya bersilaturahim kerumah kerabat, di sana saya dijamu dengan minuman yang serba panas. karena memang sudah akrab dan sudah tidak sungkan-sungkan lagi, saya pun menanyakan kenapa minuman yang mereka sajikan itu sangatlah panas. merekapun dengan bercanda sambil nyeletuk begini, “wedange panas ki ben kowe ki ra cepet-cepet bali je, le!” (airnya panas itu biar kamu tidak cepat-cepat pulang). Aku yang selama ini belum mengerti perihal ini, cukup kaget mendengar jawaban dari kerabatku itu. Ternyata ada cara berbeda yang dilakukan oleh orang jawa. Dalam menanggapi dan memuliakan tamu, orang jawa ada cara tersendiri.

Cara yang unik mereka sajikan yaitu dengan menyajikan minuman yang sangat panas. Hal ini bisa membuat tamu tersebut tidak cepat-cepat pulang. Sekilas sebelum saya tahu alasan mereka menjamu tamu dengan minuman yang panas, memang tidak terbayangkan kalau sesuatu yang memang terlihat biasa saja, ternyata mengandung sebuah filosofi yang sangat mendalam. Sebuah pelajaran yang memang tak nampak tetapi sangat menyentuh serta ini merupakan sebuah aplikasi dari berittiba` terhadap sunah-sunah Rasululloh SAW dalam bermuamalah dengan lingkungan sekitar kita.

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 6,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Phisca Aditya Rosyady
Mahasiswa Master di Departement Computer Science and Engineering di Seoul National University of Science And Technology, Korea. Lahir di Yogyakarta, 31 Agustus 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai hobi di dunia jurnalistik, elektronika dan instrumentasi. Beberapa kali menjuari lomba blog dan karya tulis. Pernah menulis buku "Kami di antara Mereka", Buku " Inspirasi Gadjah Mada untuk Indonesia dan semasa SMA pernah menulis Buku "1000 Anak Bangsa Bercerita Tentang Perbedaan bersama para alumni Program Pertukaran Pelajar Jogja lainnya. Mahasiswa yang juga pernah menjadi santri PPSDMS Nurul Fikri ini aktif di beberapa organisasi seperti di HMEI, IMM Al Khawarizmi UGM, IPM Imogiri, dan BPPM Balairung. Juga menggeluti riset tentang UAV di Tim Quadcopter Elins. Tahun 2011 bersama empat temannya, berhasil membuat System Body Ideal Analyzer melalui PKM-T yang berhasil didanai Dikti. Phisca pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA dan juga mendapatkan Anugerah Insan Berprestasi dalam rangka Dies ke-63 UGM dan Dies ke-64 UGM. Sebelum Ia melanjutkan kuliah S-2 nya, Phisca 8 bulan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra International di bidang IT consultant sebagai programmer.

Lihat Juga

Di Saat Yahudi Menjadi Tamu Kita