Home / Pemuda / Essay / Naruto Juga Mentoring

Naruto Juga Mentoring

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (aliff-aniki132.deviantart.com)
Ilustrasi. (aliff-aniki132.deviantart.com)

dakwatuna.com Pasti ingat dengan anime yang satu ini, kan? Seorang anak laki-laki berambut spike warna kuning yang pada mulanya dikucilkan oleh masyarakat dan teman-temannya karena di dalam tubuhnya ada Bijuu[1], kini dia menjadi seorang ninja yang memiliki kekuatan setara Sannin[2]. Luar biasa sekali anak ini. Awalnya dia dianggap bodoh oleh teman sekelasnya karena tidak bisa menggunakan jurus ninja secara baik. Contohnya saja ketika disuruh ke depan kelas untuk mempraktekkan jurus bayangan kloning (baca: bunshinjutsu). Ketika sudah melakukan gerakan Jutsu, bayangan yang dihasilkan Naruto lembek, sangat jelek dan sama sekali tidak mirip dengannya. Secara otomatis, semua teman sekelas menertawakannya. Tapi sekarang, dia menjadi ninja yang luar biasa. Mengapa bisa seperti itu? Apa dia belajar sendiri?

Setelah lulus dari akademi, Naruto menjadi murid Kakashi Hatake, seorang ninja dengan tingkatan Jounin[3]. Bersama Sasuke dan Sakura, Naruto dididik dan dilatih oleh Kakashi untuk menjadi ninja yang lebih hebat dari sebelumnya. Naruto diajarkan jurus-jurus yang belum pernah dia ketahui sebelumnya. Setelah beberapa lama dilatih oleh Kakashi, kemampuan Naruto menjadi jauh lebih hebat dari sebelumnya.

Tugas Kakashi sebagai pendidik Naruto sudah selesai. Naruto lalu melanjutkan melatih ilmu ninjanya kepada Jiraiya, seorang ninja yang dikenal sebagai Legendary Sannin. Oleh Jiraiya, Naruto diajarkan jurus bola berputar yang terbuat dari chakra (baca: rasengan). Dengan jurus baru yang dimilikinya itu, Naruto bisa melumpuhkan musuh dengan cepat. Jurus inilah yang sering dia gunakan untuk finishing musuhnya.

Itulah kilasan singkat tentang Naruto. Lho, apa hubungannya cerita Naruto dengan mentoring? Jika kita perhatikan komik atau filmnya, latihan dan didikan yang diberikan oleh Kakashi dan Jiraiya kepada Naruto dalam cerita di atas mirip mentoring, bukan? Sekelompok atau orang yang dibimbing oleh satu mentor untuk menjadikan didikannya lebih passionate dari khalayak. Mentoring merupakan salah satu metode pendidikan yang berorientasi pada perkembangan individu. Oleh karena itu, orang yang mentoring biasanya lebih “siap tempur” daripada yang tidak.

Dalam mentoring, kita dibimbing untuk menjadi muslim yang lebih passionate, punya daya juang lebih dan selalu bersemangat dalam melakukan kebaikan. Mengapa seperti itu? Selain menambah ilmu, mentoring juga menambah keimanan dan semangat. Mentor selalu memotivasi adik-adiknya sehingga mereka selalu optimis dalam berbuat. Mentoring juga bisa dijadikan sebagai salah satu media sharing yang efektif, baik itu dalam keislaman maupun yang lainnya, seperti tugas sekolah atau kuliah misalnya.

Kilasan cerita fiksi Naruto di atas mencerminkan bagaimana efektifnya mentoring itu. Naruto yang dianggap bodoh oleh teman-temannya, setelah mentoring dengan Kakashi dan Jiraiya justru dia menjadi ninja yang hebat. Dalam dunia nyata pun demikian, contohnya adalah Umar bin Khattab, sahabat Rasulullah SAW. Beliau dan sahabat lainnya dimentor oleh Rasulullah sehingga bisa menjadi khalifah yang sukses pada masanya. Pada masa kepemimpinan beliau, Kerajaan Romawi dan Persia yang saat itu menjadi kerajaan terkuat di dunia bisa dikalahkan. Hal ini tidak lepas dari cara mendidik Rasulullah yang penuh dengan hikmah, beliau mendidik keimanan para sahabat dan umatnya sehingga mereka jadi pribadi muslim ideal.

Nah, sudah terbukti kan bahwa mentoring itu bisa membuat kita passionate. Naruto saja mentoring, bagaimana dengan kita?

Allahu A’lam.


Catatan:

[1] Bijuu adalah monster berekor di dalam cerita fiksi Naruto.

[2] Sannin berarti tiga ninja.

[3] Jounin adalah ninja elit yang mempunyai kekuatan lumayan tinggi; kekuatan utama sebuah desa tersembunyi.

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 9,85 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fadil Ibnu Ahmad
Penulis buku "Dakwah Online", pendidik, webmaster, aktivis. Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro UPI 2011. Kepala Divisi Teknologi dan Informasi UKM KI Al-Qolam UPI. Pimpinan Redaksi UmatMuhammad.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Mencari Buah Ilmu

Organization