Home / Berita / Internasional / Asia / Haniyah: Seluruh Pengungsi Palestina Harus Kembali ke Tanah Air

Haniyah: Seluruh Pengungsi Palestina Harus Kembali ke Tanah Air

rakyat palestinadakwatuna.com – Gaza City. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah, menekankan hak kembali bagi seluruh pengungsi Palestina yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali ke tanah air mereka.

“Kembalinya rakyat Palestina ke tanah air mereka dan pembebasan tanah Palestina yang bersejarah semakin dekat, karena rakyat Palestina tidak akan pernah melupakan haknya atas tanah mereka,” kata Haniyah dalam sebuah pidato yang disampaikan dalam konferensi peringatan 65 tahun bencana ‘Nakbah’ Palestina, Senin kemarin (13/5).

Konferensi yang mengambil tema “Bersatu untuk Kembali” itu diselenggarakan oleh Divisi Urusan Pengungsi Gerakan perlawanan Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam salah satu kutipan pidatonya yang menghancurkan keheningan Arab dan internasional atas pembantaian dilakukan oleh rezim Suriah terhadap rakyatnya dan pengungsi Palestina, Haniyah mengatakan bahwa bencana rakyat Palestina akan terus tetap sama yaitu dalam kasus pengungsi Palestina belum kembali ke tanah mereka di Palestina.

“Nakbah Palestina adalah bencana bagi seluruh Muslim dan Arab karena mereka kehilangan kota Al-Quds (Yerusalem) dan Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama umat Islam”, tegas Haniyah seperi dikutip website resmi Divisi Urusan Pengungsi Gerakan perlawanan Hamas yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Nakbah adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Arab diartikan dengan musibah, bencana besar atau malapetaka. Nakbah Palestina menunjukkan pada peristiwa dimana orang-orang Yahudi kembali ke bumi Al-Quds secara beramai-ramai dan berdirinya secara sepihak negara Israel di tanah Palestina yang diumumkan pada 14 Mei 1948.

Nakbah juga dikenang rakyat Palestina sebagai malapetaka yang disebabkan kebiadaban Israel hingga mereka meninggalkan rumah dan kampung halamannya untuk hijrah menyelamatkan jiwa dan iman yang melekat dalam dada.

Jumlah rakyat Palestina sekitar 8,5 juta jiwa. Setengahnya, lebih dari empat juta jiwa, merupakan pengungsi di negara lain.

Haniyah menambahkan, hak kembali dan pembebasan Palestina tidak akan pernah dicapai atau diperoleh melalui negosiasi, tetapi melalui perlawanan dan keteguhan dalam memperjuangkannya.

Bersatu untuk Kembali

Sementara itu, juru bicara media Divisi Urusan Pengungsi Gerakan perlawanan Hamas, Maram Madhoun menyatakan, konferensi tersebut pada dasarnya bertujuan  membentuk sebuah koalisi organisasi media, hukum, dan industri yang tertarik dalam urusan pengungsi untuk bersatu kembali membangun konsensus Palestina dan hak mereka.

Diyakininya, persatuan tersebut tidak akan merugikan entitas atau privacy semua organisasi dan lembaga yang terlibat.

”Melalui penyatuan itu, kita akan menekankan penolakan pembangunan kembali pemukiman ilegal Yahudi atau kompensasi sebagai pengganti hak kembali pengungsi Palestina, dan kami akan meningkatkan serta mengintensifkan aksi langsung dalam kaitannya dengan pengembalian hak Palestina,” Kata Madhoun.

“Kita perlu meningkatkan persatuan rakyat Palestina secara global sebagaimana persatuan rakyat Palestina itu sangat penting untuk menciptakan sebuah barisan bersatu yang akan memberikan kontribusi untuk menekan kepemimpinan Palestina  bertindak berani bagi kepentingan terbaik dari semua rakyat Palestina di dalam dan luar Palestina, terutama untuk kasus hak kembali.” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Divisi untuk Pengungsi Palestina itu berdedikasi untuk meningkatkan gambaran yang jelas terhadap pengungsi Palestina dan penderitaan mereka yang lama mengungsi ke seluruh dunia.

“Khususnya di dunia dan media Barat di mana banyak pihak mencoba untuk menyembunyikan dan mendistorsi penderitaan pengungsi Palestina yang terjadi hingga kini,” tambahnya. (raa)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General

Figure
Organization