Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Bergembira Bersama Anak

Bergembira Bersama Anak

148606_anak-dan-orang-tua-bermain-layang-layang_663_382dakwatuna.com – Ada kata-kata yang sering terungkap dari lisan buah hatiku yang berumur menjelang lima tahun, dan saya pun sangat senang mendengarya. “Kayyis sayang dan suka sama ummi, karena ummi lucu”. Biasanya spontanitas saya akan menjawab, “Kalau begitu ummi akan sering me “lucu” ah… biar kayyis selalu gembira. Ungkapan ini biasanya akan diucapkannya ketika sedang bersama bercanda, bermain dan berakrab ria dengan anak-anak, di sela-sela waktu ketika sedang di rumah bersama anak-anak. Menciumi pipi anak-anak kita, mengajaknya bercanda, menggodanya dengan menggelitiki di perut atau ujung kakinya, menaikan mereka di punggung sambil main kuda-kuda-an, atau pura-pura mengalah dalam berbagai “lomba” yang sengaja kita ciptakan, misalnya lomba mengancing /memakai baju, lomba mengambil handuk saat akan mandi, lomba menghabiskan makan sayur, lomba menggosok gigi, lomba merapikan mainan, dan segudang aktifitas lain yang akan menciptakan keakraban dan suasana ceria bersama anak-anak.

Aktifitas semacam ini sungguh menyenangkan untuk anak-anak kita, dan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan psykologis dan kestabilan emosi anak. Suasana bahagia dan ceria, akan membuat anak-anak bersikap optimis, penuh gairah dan harapan, serta menjadi pemberani. Buat kita, selaku orang tua, aktifitas semacam ini pun memberikan banyak sekali dampak posistif, yang terutama sekali adalah secara psykologis, merasakan kedekatan yang baik dengan anak. Selain itu perasaan rileks, mampu mengusir ketegangan dan capai fisik yang sebelumnya mendera. Rasanya semua capai yang dibawa saat beraktifitas di luar rumah, spontanitas menjadi hilang, berganti dengan kesegaran, ketika sampai di rumah bisa bergembira dan bercanda dengan anak-anak.

Islam memang manganjurkan, agar orang tua bisamenggembirakan dan menghibur anak dengan sesuatu yang menyenangkan, dengan humor, canda dan permainan yang terarah. Rasa jenuh, sedih, duka dan cemberut yang dialami anak, akan terusir. Rasul saw yang mulia, mengajarkan kita membaca doa “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari rasa sedih dan duka, dan dari sifat pemalas”

Para Shahabat juga menggambarkan sifat Rasul saw dengan ucapan : “Rasulullah saw adalah orang yang paling humoris, ketika berada di tengah anak-anak” ( ditakhrij oleh Ibnu suni dalam amal al yaum wa al-lailah hal 199.hadis no 319)

Diantara hal lain yang akan membuat anak bergembira, adalah dengan memberinya mainan. Mainan anak-anak, dengan berbagai modelnya, harus disesuaikan dengan jenis kelamin, anak, agar anak-anak tetap terjaga sesuai fitrahnya. Dia mengenal siapa dirinya, bahwa Allah menciptakan ada anak alaki-laki, ada anak perempuan. Anak perempuan jangan sampai menyerupai anak laki-laki, dan anak laki-laki jangan sampai menyerupai anak perempuan. Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya. Diriwayatkan bahwa Aisyah ra, sewaktu kecilnya, bermain-main menggunakan boneka.

Demikianlah, agama Islam yang sempurna telah meletakkan berbagai sendi kehidupan sesuai porsinya, semuanya dalam bingkai keseimbangan, tidak berlebihan, masingmasing mendapatkan haknya. Salah satu hak jiwa adalah mendapatkan kebahagiaan dengan hiburan sewajarnya. Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami pasangan dan anak keturunan yang menjadi penyejuk mata bagi kami, dan jadikanlah kami, pemimpin orang-orang yang bertaqwa” wallahu a’lam bishawab.

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...
Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I
Ibu dari 7 anak yang sehari-hari beraktivitas dakwah dengan mengisi halaqah dan majelis taklim. Lahir di Tegal, lulusan S1 Jurusan Teknologi Pertanian IPB, dan S2 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Aktif menjadi narasumber di berbagai kajian seputar keluarga dan muslimah. Dalam keorganisasian pernah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII), Yayasan Ilman Nafian Bogor, dan Yayasan Nurul Muslimah Medan Sumatera Utara.

Lihat Juga

La-Sonya (kiri) dan ibunya Franchine Simmons (metro.co.uk)

38 Tahun Terpisah, Ternyata Ibu dan Anak Ini Bekerja dalam Satu Perusahaan