16:34 - Rabu, 23 April 2014

Pakar Ekonomi: Subsidi BBM Seperti ‘Kanker’

Rubrik: Nasional | Kontributor: dakwatun - 13/05/13 | 05:31 | 03 Rajab 1434 H

bbmdakwatuna.com – Jakarta. Pakar ekonomi Wijayanto Samirin mengatakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) ibarat ‘kanker’ yang perlu diakhiri sebab semakin ditunda keadaan akan semakin buruk.

“Kita harus membedakan dampak jangka pendek, menengah dan panjang, pengurangan subsidi BBM akan menimbulkan sedikit ketidaknyamanan dalam jangka pendek,” kata Wijayanto Samirin.

Direktur Pelaksana Paramadina Public Policy Institute itu mengatakan kenaikan harga BBM karena pengurangan subsidi akan menyebabkan inflasi selama dua bulan atau tiga bulan. Namun, kata Wijayanto, seperti pengalaman-pengalaman kenaikan harga BBM sebelumnya, dalam jangka menengah dan panjang keadaan perekonomian akan semakin membaik.

Menurut Wijayanto, kenaikan BBM secara temporer akan menurunkan kredit perbankan dan menaikkan suku bunga.

Risiko politik menjelang Pemilu 2014 yang dikhawatirkan sebagian kalangan, kata dia tidak akan terlalu memengaruhi kinerja perbankan. “Walaupun demokrasi kita masih dalam taraf transisi, tetapi masyarakat kita cukup dewasa dalam ‘bermain’. Yang terpenting, para elit politik harus siap menang dan kalah dengan baik,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi dilakukan untuk menyehatkan APBN. Namun, pelaksanaannya akan menunggu kesiapan masyarakat, terutama masyarakat miskin, melalui kompensasi kenaikan harga BBM. (eh/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
51 queries in 0,896 seconds.